Ancaman Terbaru Iran keAmerika Serikat: Ketegangan antaran dan Amerika Serikat mencapai titik didih tertinggi dalam satu dekade terakhir. Di tengah perundingan nuklir yang alot dan konsentrasi armada perang AS di Timur Tengah, Teheran mengeluarkan sederet ancaman terbuka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dari peringatan resmi ke PBB hingga ancaman menenggelamkan kapal induk, berikut rangkuman lengkap ancaman terbaru Iran yang membuat dunia menahan napas.
๐จ Babak 1: Target Radar AN/TPY-2, “Mata” Pertahanan Rudal AS Jadi Sasaran Utama
Ancaman paling teknis dan terukur datang dari analisis para pejabat intelijen negara-negara Timur Tengah. Menurut laporan yang dipublikasikan pada 20 Februari 2026, Iran diprediksi akan menjadikan radar AN/TPY-2 milik Amerika Serikat sebagai sasaran pertama jika perang pecah .
Radar X-band canggih yang tersebar di Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki ini merupakan komponen vital sistem pertahanan rudal berlapis AS di kawasan Teluk. Dengan melumpuhkan “mata” pertahanan ini, Iran berupaya membutakan sistem pertahanan rudal AS dan sekutunya .
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, menegaskan bahwa setiap bentuk intervensi yang mengancam keamanan Iran akan ditindak tegas. Pernyataan ini secara eksplisit dimaksudkan sebagai peringatan bagi negara-negara tuan rumah instalasi pertahanan AS .
๐ข Babak 2: Ancaman Tenggelamkan Kapal Induk, Peringatan Langsung dari Khamenei
Puncak eskalasi retorika datang langsung dari pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pidatonya yang disiarkan Selasa (17/2/2026), ia melontarkan ancaman yang sangat gamblang terkait pengiriman kapal perang AS ke kawasan .
“Orang-orang Amerika terus-menerus mengatakan bahwa mereka telah mengirim kapal perang menuju Iran. Kapal perang tentu saja merupakan senjata berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya lagi adalah senjata yang mampu menenggelamkannya,”ย tegas Khameneiย .
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan. Khamenei merujuk pada kemampuan militer Iran yang selama ini dikembangkan, termasuk rudal anti-kapal canggih dan taktik swarm dengan drone yang dapat membanjiri pertahanan kapal induk .
Dalam pidato yang sama, Khamenei juga membalas pernyataan Trump yang menyombongkan kekuatan militer AS. “Presiden AS terus mengatakan bahwa mereka memiliki kekuatan militer terkuat di dunia. Kekuatan militer terkuat di dunia pun terkadang bisa dihantam begitu keras hingga tidak bisa bangkit lagi,” ujarnya .
๐ Babak 3: Peringatan Resmi ke PBB, Pangkalan AS Jadi “Target Sah”
Tak hanya retorika publik, Iran juga bergerak di jalur diplomatik dengan mengirimkan peringatan keras melalui kanal resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengirimkan surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB pada 19 Februari 2026 .
Isi surat tersebut sangat mengejutkan. Iran secara formal mendeklarasikan bahwa:
“Jika terjadi serangan, semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan akan menjadi target sah dalam kerangka respons defensif Iran. Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali” .
Iravani juga mengutip pernyataan Trump di media sosial yang mengancam akan menggunakan pangkalan militer Diego Garcia dan pangkalan udara di Fairford untuk melancarkan serangan. Iran menyebut ancaman ini sebagai “pelanggaran nyata” terhadap hukum internasional dan Piagam PBB .

๐ฃ Babak 4: Target Pribadi Trump hingga Respons Berlapis
Ancaman Iran tidak hanya menyasar instalasi militer. Penasihat senior komandan IRGC, Hameed Reza Moqaddam Far, memperluas cakupan balasan hingga mencakup aset milik Donald Trump di Uni Emirat Arab .
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya telah menegaskan dalam Forum Al Jazeera (7 Februari 2026) bahwa jika AS menyerang, Iran tidak akan menyerang wilayah AS secara langsung, tetapi akan menyerang pangkalan-pangkalan mereka di kawasan .
Araghchi juga mengulang garis merah Iran: tidak akan mengekspor uranium yang telah diperkaya ke luar negeri dan tidak akan membahas program misilnya, karena hal tersebut merupakan urusan pertahanan yang tidak bisa ditawar .
๐ก๏ธ Babak 5: Sikap Resmi “Tidak Ingin Perang, Tapi Siap Lawan”
Di tengah rentetan ancaman, Iran secara konsisten menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan perang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya Sabtu (21/2/2026) menegaskan :
“Kekuatan dunia berbaris untuk memaksa kami menundukkan kepala… tapi kami tidak akan menundukkan kepala meskipun ada semua masalah yang mereka ciptakan untuk kami.”
Pernyataan serupa disampaikan dalam surat ke PBB: Iran menegaskan tidak mencari perang, tetapi akan merespons “secara tegas dan proporsional” berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB tentang hak membela diri .
๐ Dampak Global: Harga Minyak Meroket
Ketegangan yang memuncak ini langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah acuan Brent dan WTI mencatat kenaikan signifikan pada 19-20 Februari 2026, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz .
Analis energi memperingatkan bahwa jika konflik benar-benar meletus, potensi penutupan Selat Hormuzโjalur transit seperlima minyak duniaโakan mengirim harga minyak melambung ke level yang belum pernah terlihat dalam satu dekade.
โ๏ธ Kesimpulan: Titik Didih Menjelang Tenggat
Dengan dua kapal induk AS (USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford) yang telah bercokol di kawasan, ultimatum Trump yang menyebut keputusan akan diambil dalam “10-15 hari ke depan,” dan ancaman balasan Iran yang semakin gamblang, Timur Tengah kini berada di ambang titik didihย .
Iran telah menegaskan garis merahnya melalui berbagai saluran: pernyataan langsung pemimpin tertinggi, peringatan diplomatik ke PBB, ancaman teknis terhadap radar pertahanan rudal, hingga deklarasi bahwa seluruh pangkalan AS di kawasan adalah target sah.
Dunia kini hanya bisa menunggu: apakah diplomasi di menit-menit terakhir akan mampu meredakan ketegangan, ataukah kawasan akan terjerumus ke dalam konflik besar dengan konsekuensi global yang tak terbayangkan.
