Ancaman Trump Tarif 100% Ke Kanada, yang 75% ekspornya bergantung pada pasar AS, diguncang ancaman tarif tinggi dari Donald Trump. Ancaman ini muncul sebagai respons keras terhadap kunjungan diplomatik PM Mark Carney ke Beijing .
Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Sabtu, 24 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada Kanada. Ia menyatakan akan memberlakukan tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat jika negara tetangganya itu membuat kesepakatan dagang dengan China .
Ancaman ini, yang dengan cepat memanas setelah pidato Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Forum Ekonomi Dunia Davos, mengancam akan mengacaukan salah satu hubungan dagang terbesar dan paling terintegrasi di dunia.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ancaman Trump muncul sebagai reaksi langsung terhadap apa yang ia sebut sebagai kemungkinan Kanada menjadi “Drop Off Port” atau pelabuhan transit bagi China untuk mengirim barang ke pasar AS .
- Sumber Ancaman: Ancaman disampaikan melalui platform media sosial Truth Social milik Trump. Dalam unggahannya, ia secara sengaja menyebut Perdana Menteri Mark Carney sebagai “Governor Carney”, sebuah sebutan yang merendahkan yang mengacu pada pandangannya bahwa Kanada seharusnya menjadi negara bagian AS ke-51 .
- Pemicu Langsung: Ancaman ini merupakan puncak dari ketegangan yang memanas sejak Carney menyampaikan pidato di Davos yang dianggap sebagai kecaman terbuka terhadap kebijakan “koersi ekonomi” yang dipraktikkan oleh kekuatan besar—sebuah sindiran yang jelas kepada AS di bawah kepemimpinan Trump .
Latar Belakang Ketegangan: Dari Davos hingga Beijing
Hubungan antara kedua pemimpin telah memburuk dengan cepat dalam beberapa hari terakhir. Dalam pidatonya di Davos, Carney dengan berani menyatakan bahwa tatanan internasional yang dipimpin AS “telah berakhir” dan mendorong negara-negara kekuatan menengah untuk bekerja sama menghadapi tekanan dari kekuatan besar .
Trump membalas dengan pernyataan yang merendahkan, menegaskan bahwa “Kanada hidup karena Amerika Serikat” . Sebagai pembalasan lebih lanjut, Trump juga menarik undangan bagi Carney untuk bergabung dengan proyek “Board of Peace” yang ia gagas .
Di tengah ketegangan dengan Washington, Carney justru melakukan langkah diplomatik ke Beijing. Di sana, Kanada dan China mengumumkan “kemitraan strategis” yang melibatkan pertukaran tarif: Kanada setuju mengizinkan puluhan ribu kendaraan listrik (EV) buatan China masuk dengan tarif rendah, sementara China menurunkan tarif balasan pada kanola, ekspor utama Kanada . Menariknya, Trump sempat memuji langkah awal ini sebagai hal yang “baik” bagi Kanada sebelum kemudian sepenuhnya berbalik ancam .
Respons Kanada: Penolakan dan Penegasan Hubungan dengan AS
Pemerintah Kanada langsung merespons ancaman Trump dengan penyangkalan yang jelas. Menteri yang bertanggung jawab atas perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, menegaskan bahwa “tidak ada upaya untuk membuat perjanjian perdagangan bebas dengan China” . Ia menyebut kesepakatan baru dengan Beijing hanyalah penyelesaian beberapa isu tarif tertentu .
LeBlanc dan Carney juga berusaha meredakan ketegangan dengan menekankan komitmen Kanada pada kemitraan dengan AS. Carney menyatakan bahwa Kanada dan AS telah membangun kemitraan yang luar biasa dalam ekonomi dan keamanan, sambil dengan halus menolak narasi ketergantungan mutlak dengan mengatakan, “Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kami adalah orang Kanada” .
Analisis: Seberapa Serius Ancaman Ini?
David MacNaughton, mantan Duta Besar Kanada untuk Washington, memberikan sudut pandang yang menarik. Ia menyatakan bahwa orang Kanada tidak perlu terlalu khawatir, karena perjanjian USMCA (Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada) secara eksplisit melarang peserta membuat perjanjian dagang komprehensif dengan “ekonomi non-pasar”—sebuah klausul yang saat itu dirujuk secara khusus untuk China .
Namun, ancaman ini tetap memiliki bobot politik yang serius dan mencerminkan beberapa realitas kritis:
- Ketergantungan Ekonomi Kanada: Sekitar 75% dari total ekspor Kanada secara tradisional ditujukan ke Amerika Serikat, sebuah pasar yang jauh lebih penting dibandingkan dengan China yang hanya menyerap sekitar 5% ekspor Kanada .
- Nilai Perdagangan yang Sangat Besar: Hampir $3,6 miliar (dalam dolar Kanada) senilai barang dan jasa melintasi perbatasan Kanada-AS setiap hari .
- Ketegangan Kebijakan Luar Negeri: Insiden ini menyoroti perbedaan pendekatan yang mendalam. Carney, seorang mantan bankir sentral, melihat diversifikasi hubungan dagang sebagai cara untuk mengurangi risiko, sementara Trump memandangnya sebagai ancaman terhadap kepentingan AS .
Dampak dan Implikasi ke Depan
Ancaman tarif 100% ini bukanlah tindakan isolasi. Sejak menjabat pada Januari 2025, pemerintahan Trump telah memberlakukan serangkaian tarif baru terhadap Kanada, termasuk 50% pada baja dan aluminium, 25% pada mobil, dan 35% pada barang di luar ketentuan USMCA . Perjanjian USMCA itu sendiri dijadwalkan untuk tinjauan tahunan pada tahun ini, yang akan menjadi momen penting bagi hubungan dagang ini .
Insiden terbaru ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Trump, hubungan trans-Atlantik dan hubungan dengan sekutu terdekat sekalipun dapat berubah menjadi transaksional dan penuh konfrontasi. Bagi Kanada, ancaman ini memaksa sebuah pertimbangan strategis yang sulit: bagaimana menyeimbangkan hubungan ekonomi yang sangat penting dengan tetangga terbesarnya, sambil tetap mempertahankan kedaulatan dan ruang untuk menjalin kemitraan internasional yang lain.
Ketegangan ini kemungkinan akan terus berlanjut, menguji ketahanan institusi perdagangan yang ada dan memperdalam perpecahan dalam tatanan ekonomi global.
