Aurelie Moeremans Buka Suara Polemik masa lalu Aurelie dengan Roby Tremonti kembali mencuat ke publik. Di tengah kehebohan buku memoarnya Broken Strings dan berbagai tudingan yang saling dilontarkan, Aurelie akhirnya angkat bicara secara gamblang mengenai status pernikahannya dengan Roby. Dengan tegas, ia meluruskan kesalahpahaman yang selama ini beredar: dirinya bukan seorang janda, dan apa yang ia peroleh dari gereja bukanlah hasil perceraian, melainkan sebuah penetapan bahwa pernikahan tersebut tidak pernah sah sejak awal. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan annulment atau Status Liber ini? Berikut penjelasan lengkap dari Aurelie Moeremans.
🎤 Babak 1: Penjelasan Langsung dari Aurelie Soal Status Pernikahannya
Di tengah riuhnya pemberitaan dan spekulasi warganet, Aurelie Moeremans angkat bicara untuk meluruskan fakta. Wanita kelahiran Belgia yang kini berstatus istri dr. Tyler Bigenho ini menegaskan bahwa apa yang dialaminya bukanlah perceraian biasa.
“Dalam Gereja Katolik, pernikahan yang sah tidak dapat dibatalkan oleh manusia. Prinsipnya jelas, apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan,” ujar Aurelie dalam keterangannya kepada media, Rabu (13/1/2026) lalu .
Aurelie menjelaskan bahwa status yang ia miliki saat ini—yang dikenal dengan istilah Status Liber atau annulment—tidak didapat dengan mudah. Prosesnya panjang dan melibatkan otoritas tertinggi gereja.
“Status liber hanya dapat diberikan apabila setelah pemeriksaan oleh Gereja dan otoritas Vatikan ditemukan bahwa pernikahan tersebut sejak awal tidak pernah sah, misalnya karena adanya paksaan, manipulasi, atau syarat sakramental yang tidak terpenuhi,” tegasnya .
Dengan terbitnya dokumen ini, Aurelie menegaskan bahwa secara hukum gereja, pernikahannya dengan Roby dinyatakan batal demi hukum sejak awal (void ab initio). Bukan dibatalkan setelah terjadi, melainkan tidak pernah dianggap sah karena cacat pada fondasinya.
⚖️ Babak 2: Memahami Status Liber, Bukan Sekadar “Pembatalan Nikah”
Istilah annulment atau Status Liber seringkali disalahartikan oleh publik. Banyak yang menganggapnya sama dengan cerai, padahal secara fundamental berbeda. Media Medcom.id dalam laporannya menjelaskan perbedaan mendasar ini .
| Aspek | Perceraian (Divorce) | Annulment / Status Liber |
|---|---|---|
| Status Awal Pernikahan | Dianggap sah secara hukum dan agama saat dilangsungkan. | Dinyatakan cacat atau tidak sah sejak awal karena tidak memenuhi syarat-syarat fundamental. |
| Akibat Hukum | Mengakhiri ikatan pernikahan yang sebelumnya sah. | Menyatakan bahwa pernikahan itu secara hukum tidak pernah terjadi. |
| Status Individu | Menjadi janda atau duda. | Kembali ke status “belum pernah menikah” di mata gereja. |
Dalam kasus Aurelie, unsur yang membuat pernikahannya cacat adalah adanya paksaan, manipulasi, dan tekanan mental. Dalam ajaran Gereja Katolik, salah satu syarat mutlak sahnya pernikahan adalah adanya persetujuan bebas dari kedua belah pihak, tanpa rasa takut atau paksaan .
Aurelie pun mengajak publik untuk berpikir logis. “Jika pernikahan tersebut benar-benar sah, maka status liber tidak mungkin dikeluarkan. Fakta bahwa status liber saya terbit justru menegaskan bahwa pernikahan tersebut secara kanonik tidak valid sejak awal, bukan ‘dibatalkan’,” ungkapnya .
🗣️ Babak 3: Polemik dan Klaim dari Pihak Roby Tremonti
Di sisi lain, Roby Tremonti memiliki versi cerita yang berbeda. Ia mengklaim bahwa pernikahan mereka di Gereja Katolik Keluarga Kudus, Cibinong, pada 10 Oktober 2011 adalah sah secara agama. Untuk membuktikannya, ia bahkan memamerkan foto-foto pernikahan dan surat keterangan nikah dari gereja (Testimonium Matrimonii) .
Roby juga membantah tuduhan bahwa Aurelie masih di bawah umur saat menikah. “Aurelie Moeremans lahir pada 8 Agustus 1993. Pernikahan terjadi 10 Oktober 2011, artinya usianya sudah 18 tahun lebih dua bulan. Itu memenuhi syarat gereja,” ujarnya .
Ia juga mengungkit pesan singkat dari Aurelie yang memintanya untuk membantu proses pembatalan pernikahan di gereja. Dalam pesan itu, Aurelie disebut meminta Roby untuk membuat narasi yang menyatakan bahwa dirinya melakukan KDRT—sesuatu yang ditolak keras oleh Roby .
“Ya di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT, kan nggak mungkin, saya nggak melakukan,” tegas Roby .
Meski demikian, Roby mengaku tidak ingin memperpanjang masalah. Ia menghormati keputusan Aurelie dan menganggap urusan mereka sudah selesai. “Dia mau punya pasangan baru dan menikah dan syaratnya memenuhi, silakan,” ucapnya .
📜 Babak 4: Proses Panjang dan Peran Vatikan
Salah satu poin penting yang ditekankan Aurelie adalah bahwa Status Liber yang diterimanya bukanlah hasil permainan atau manipulasi tingkat lokal. Prosesnya melibatkan otoritas Vatikan—pusat tertinggi Gereja Katolik dunia .
Ini berarti, pernyataan bahwa pernikahan Aurelie dan Roby tidak sah sejak awal telah melalui pemeriksaan mendalam oleh para ahli hukum kanonik di Roma. Hasilnya adalah dokumen resmi yang secara hukum gerejawi membebaskan Aurelie dari ikatan masa lalu dan mengembalikannya ke status “bebas” untuk melangsungkan pernikahan yang sah di kemudian hari.
Status Liber inilah yang kemudian menjadi fondasi sah bagi pernikahan Aurelie dengan dr. Tyler Bigenho pada April 2025 lalu .
✨ Penutup: Sebuah Penegasan di Tengah Badai
Klarifikasi Aurelie Moeremans ini menjadi penting di tengah simpang siur informasi yang beredar. Ia tidak hanya membela dirinya sendiri, tetapi juga mengedukasi publik tentang perbedaan mendasar antara perceraian dan annulment dalam hukum gereja Katolik.
Bahwa ada unsur paksaan dan manipulasi di masa lalu, bahwa ia tidak pernah memiliki kebebasan penuh saat pernikahan itu terjadi, dan bahwa otoritas tertinggi gereja telah mengakui fakta tersebut—itulah inti dari pernyataan Aurelie.
Roby Tremonti boleh saja memiliki bukti dan versi ceritanya sendiri. Namun, dengan adanya Status Liber dari Vatikan, Aurelie telah mendapatkan apa yang ia cari: sebuah pengakuan formal bahwa apa yang terjadi di masa lalu memang tidak seharusnya terjadi, dan bahwa ia berhak untuk memulai lembaran baru yang sah dan bersih.
Kini, Aurelie telah melangkah maju bersama suaminya, Tyler Bigenho. Masa lalu yang kelam, setidaknya secara hukum dan spiritual, telah resmi ditutup. Publik tinggal menanti apakah polemik ini akan benar-benar mereda, atau justru terus bergulir dengan babak-babak baru.
