Badai Chandra Picu Banjir mengubah jalanan menjadi sungai dan merendam ribuan rumah di Irlandia, memaksa operasi penyelamatan darurat dan menimbulkan pertanyaan serius tentang kesiapan negara menghadapi cuaca ekstrem.
Pada 27 Januari 2026, Badai Chandra menghantam Irlandia dengan hujan deras dan angin kencang, memicu banjir paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
Kombinasi antara curah hujan ekstrem dan tanah yang sudah jenuh air akibat cuaca buruk berkepanjangan menyebabkan sungai-sungai meluap dengan cepat. Puluhan ribu rumah mengalami pemadaman listrik, sekolah-sekolah terpaksa ditutup, dan infrastruktur transportasi lumpuh. Peringatan status kuning untuk hujan dan angin telah dikeluarkan untuk seluruh negeri.
Dampak Langsung dan Aksi Penyelamatan
Banjir menerjang dengan cepat, mengejutkan banyak warga. Di kota Enniscorthy, County Wexford, pasangan muda beserta bayi baru lahir mereka harus diselamatkan dengan perahu oleh tim Slaney Search and Rescue karena tidak dapat keluar dari apartemen yang sudah terendam. Sungai Slaney di sana meluap hingga menyebabkan penutupan total kota dan evakuasi warga.
Wilayah terdampak parah:
Di Rathfarnham, Dublin Selatan, luapan Sungai Dodder memaksa penduduk meninggalkan rumah mereka. Kerugian material sangat besar. Seorang pemilik bengkel mobil dilaporkan kehilangan 20 mobil yang hanyut dan rusak akibat banjir. Di Aughrim, County Wicklow, seorang wanita menggambarkan rumahnya terendam hingga setengah tinggi radiator hanya dalam waktu 20-30 menit oleh air yang tercampur dengan limbah kotoran. Ia menyatakan hampir semua barangnya rusak total.
Penyebab Meteorologis: Badai yang Sempurna
Badai Chandra bukan sekadar hujan lebat biasa. Menurut Met Éireann, badan meteorologi Irlandia, badai ini adalah sistem tekanan rendah yang bergerak cepat dari arah selatan. Yang membuat dampaknya menjadi sangat buruk adalah kondisi lingkungan yang sudah jenuh sebelum badai datang.
Irlandia telah mengalami periode cuaca buruk yang berkepanjangan, membuat tanah tidak mampu lagi menyerap air dan banyak sungai sudah berada pada level hampir penuh. Saat Chandra datang, hujan yang turun langsung berubah menjadi aliran permukaan (overland flow) yang mempercepat luapan sungai dan banjir bandang. Di beberapa wilayah di pegunungan Wicklow, tercatat curah hujan 95 mm hanya dalam 24 jam.
Tanggapan Pemerintah dan Kritik atas Sistem Peringatan
Pemerintah melalui Kelompok Koordinasi Darurat Nasional (NECG) segera mengaktifkan respons darurat. Menteri Kevin Boxer-Moran mengunjungi daerah terdampak dan berjanji memeriksa pemasangan penghalang banjir sementara di Enniscorthy serta mengidentifikasi penyebab banjir di Rathfarnham.
Namun, badai ini juga memicu kritik pedas terhadap sistem peringatan banjir Irlandia yang dinilai tidak memadai. Meski memiliki Sistem Komunikasi Terpadu Banjir Irlandia (IFICS) dan layanan peramalan banjir internal sejak 2021, informasi tersebut tidak dibagikan kepada publik.

Alan O’Reilly, ahli meteorologi amatir dari Carlow Weather, mengkritik bahwa peringatan status kuning dari Met Éireann tidak cukup menggambarkan risiko sesungguhnya, karena hanya berdasar pada jumlah hujan, tanpa mempertimbangkan kondisi tanah dan sungai yang sudah jenuh sebelumnya. Ia menegaskan, “Kita memiliki prakiraan banjir—hanya saja kita tidak diizinkan untuk melihatnya”.
Peringatan Berlanjut dan Proses Pemulihan
Ancaman belum berakhir. Beberapa hari pascabadai, Met Éireann kembali mengeluarkan peringatan hujan status kuning untuk 13 county, mengingat tanah masih jenuh dan level sungai tetap tinggi. NECG mengingatkan bahwa risiko banjir lokal masih sangat nyata.
Pemerintah telah mengaktifkan skema pembayaran tanggap darurat untuk rumah tangga dan bisnis yang terdampak langsung. Namun, bagi korban seperti Elaine Byrne di Aughrim, kerusakan sudah terlanjur parah. Ia mengungkapkan ketakutannya untuk kembali tinggal di rumahnya, seraya meminta pemerintah mengambil langkah “drastis” untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Badai Chandra telah meninggalkan bekas mendalam di Irlandia. Peristiwa ini bukan hanya ujian terhadap respons darurat, tetapi juga pengingat keras tentang perlunya sistem peringatan dini banjir yang transparan dan infrastruktur mitigasi yang lebih tangguh dalam menghadapi iklim yang semakin ekstrem.
Apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih detail tentang sistem peringatan dini bencana atau teknologi mitigasi banjir yang diterapkan di negara lain?
