User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml

Site icon Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Banjir Bandang Lumpuhkan Situbondo: Jalur Pantura Macet, 5 Kecamatan Tergenang

Banjir Bandang Lumpuhkan Situbondo Pada hari Rabu 21-01-2026. Akibat hujan deras yg mengguyur sejak siang hari, sejumlah sungai meluap & merendam lima kecamatan serta melumpuhkan lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) yang menjadi urat nadi transportasi regional.

Kronologi dan Penyebab Banjir

Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung berjam-jam sejak siang hari, tidak hanya di Situbondo tetapi juga di kawasan hulu di Kabupaten Bondowoso. Curah hujan yang ekstrem menyebabkan sejumlah sungai, termasuk Sungai Sampean, tidak mampu lagi menampung air dan akhirnya meluap.

Situasi diperparah oleh jebolnya tanggul sungai di beberapa titik. Salah satunya terjadi di Desa Kembangsambi, Kecamatan Bungatan, di mana banjir tidak hanya membawa air tetapi juga material batu dan pasir dalam jumlah besar hingga menutup dan melumpuhkan total ruas jalan Pantura di lokasi tersebut.

Dampak Bencana: Dari Permukiman Hingga Infrastruktur Strategis

Banjir telah memberikan dampak yang luas dan multi-sektor, seperti dirangkum dalam tabel berikut:

Aspek yang DampakDeskripsi & Lokasi Kunci
Wilayah PermukimanLima kecamatan terdampak: Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Ratusan rumah terendam, dengan ketinggian air 30-70 cm.
Infrastruktur PublikGenangan mencapai kantor Camat Bungatan dan kawasan alun-alun. Sebuah minimarket jaringan nasional di Banyuglugur juga kebanjiran.
Transportasi NasionalJalur Pantura di beberapa titik tergenang dan tertutup material, menyebabkan kemacetan parah dan arus lalu lintas lumpuh total.
Aktivitas WargaWarga mengungsi dan berusaha menyelamatkan barang berharga. Aktivitas di sekitar sungai dan jembatan berisiko tinggi.

Di media sosial, beredar video warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang elektronik dan dokumen penting dari rumah mereka yang terendam. Seorang warga bahkan tampak pasrah duduk di dalam rumahnya yang sudah dipenuhi air.

Respons dan Penanganan Darurat

Berbagai pihak segera bergerak melakukan penanganan darurat:

Analisis: Kerentanan dan Solusi Jangka Panjang

Banjir besar ini bukanlah yang pertama dan kemungkinan besar bukan yang terakhir melanda Situbondo. Wilayah ini secara geografis merupakan daerah hilir dari sistem sungai, sehingga sangat rentan terhadap luapan kiriman air dari hulu.

Masalah infrastruktur jalan juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Situbondo telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar jalan nasional Pantura dibangun dengan konstruksi beton, khususnya di titik-titik rawan banjir seperti Bungatan, Mlandingan, Besuki, Banyuglugur, dan Kendit. Pembangunan dengan beton dinilai lebih kuat dan tahan lama menghadapi tekanan banjir dibanding aspal biasa.

Kesimpulan

Banjir di Situbondo adalah peringatan tentang kerentanan wilayah terhadap fenomena cuaca ekstrem dan pentingnya infrastruktur yang tangguh. Penanganan darurat yang cepat telah dilakukan, namun pencegahan berulangnya bencana serupa memerlukan komitmen jangka panjang untuk perbaikan dan penataan infrastruktur, baik sistem pengendali banjir maupun jalan nasional yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Exit mobile version