Pangeran Andrew Ditangkap Polisi Inggris Sebuah babak kelam dalam sejarah monarki Inggris resmi terbuka. Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Charles III yang dulu dikenal sebagai Pangeran, ditangkap oleh Kepolisian Thames Valley dalam sebuah penggerebekan dramatis di kediamannya, Wood Farm, kawasan Sandringham Estate, Kamis (19/2) pagi. Yang mengagetkan, penangkapan ini terjadi tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-66.
Penangkapan ini merupakan yang pertama dalam sejarah modern bagi seorang anggota senior keluarga kerajaan Inggris, dan secara langsung berkaitan dengan gelombang baru dokumen skandal Jeffrey Epstein (Epstein Files) yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari lalu .
🚓 Kronologi Penangkapan: Pagi Hari di Ulang Tahun yang Kelam
Suasana hening di kawasan kerajaan Sandringham Estate mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, setidaknya enam kendaraan polisi tanpa tanda (unmarked) terlihat memasuki area Wood Farm. Delapan petugas berpakaian preman (plain-clothed) dilaporkan keluar masuk kediaman dengan membawa laptop dan peralatan forensik .
Tak lama berselang, Kepolisian Thames Valley merilis pernyataan resmi yang mengguncang publik. Mereka mengonfirmasi telah “menangkap seorang pria berusia 60-an dari Norfolk atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik (misconduct in public office)” . Meski secara prosedural tidak menyebut nama tersangka, deskripsi yang diberikan mengarah jelas pada Andrew, yang saat ini tinggal di alamat tersebut.
Bersamaan dengan penangkapan, polisi juga menggeledah properti lain milik Andrew di Berkshire dan Norfolk . Sang pangeran yang telah dicopot seluruh gelar kebangsawanannya itu kini masih dalam tahanan polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif .
📜 Inti Dakwaan: Bukan Lagi Soal Seks, Tapi Rahasia Negara
Selama ini publik mengenal skandal Andrew sebatas hubungan personal dan tuduhan pelecehan seksual oleh Virginia Giuffre. Namun, dakwaan kali ini berbeda level dan jauh lebih serius. Pasal “pelanggaran dalam jabatan publik” yang dikenakan padanya bisa membuatnya mendekam di penjara seumur hidup.
Lalu, apa yang menjadi dasar dakwaan ini?
Penyelidikan dipicu oleh dokumen Epstein Files edisi terbaru yang dirilis bulan lalu. Dalam ribuan halaman email yang terbongkar, ditemukan bukti bahwa Andrew diduga membocorkan dokumen dan informasi pemerintah yang sangat sensitif kepada Jeffrey Epstein . Saat itu, Andrew menjabat sebagai Utusan Perdagangan Khusus Inggris untuk perdagangan internasional (2001-2011) .
Salah satu email yang menjadi sorotan menunjukkan Andrew meneruskan laporan-laporan resmi terkait kunjungan dinasnya ke Asia Selatan pada tahun 2010—yang dikirim oleh asistennya—langsung kepada Epstein . Investigasi kini berfokus pada apakah informasi rahasia negara ini digunakan sebagai “alat tawar-menawar” oleh Epstein dalam jaringannya yang kompleks dengan para elite global .
Dugaan pelanggaran ini pertama kali dilaporkan oleh Republic, sebuah kelompok kampanye anti-monarki Inggris, yang langsung melaporkan Andrew ke polisi setelah menelusuri dokumen-dokumen tersebut .
👑 Reaksi Kerajaan: Raja Charles Minta Hukum Ditegakkan
Guncangan di Istana Buckingham tentu tak terhindarkan. Sumber istana menyebut bahwa Raja Charles III tidak diberitahu sebelumnya mengenai rencana penangkapan ini .
Namun, setelah operasi berlangsung, Raja Charles mengambil sikap tegas yang langka. Dalam pernyataan resmi yang dirilis beberapa jam kemudian, ia menyatakan “keprihatinan yang mendalam” atas penangkapan adiknya, namun menegaskan bahwa “hukum harus berjalan sebagaimana mestinya” .
Seorang juru bicara Istana menambahkan bahwa Raja mendukung proses hukum yang “penuh, adil, dan tepat” serta menegaskan bahwa keluarga kerajaan akan sepenuhnya bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika diminta . Sikap ini sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Keir Starmer yang lebih awal menegaskan bahwa “tak seorang pun berada di atas hukum” .
📉 Luka Lama yang Kembali Berdarah
Penangkapan ini adalah titik nadir terbaru dari kejatuhan seorang pangeran yang dulunya merupakan putra kesayangan Ratu Elizabeth II.
🔍 Implikasi: Akankah Lebih Banyak Tokoh Terseret?
Penangkapan Andrew membuka kotak Pandora yang lebih luas. Tekanan kini kembali mengarah kepada Peter Mandelson, tokoh senior Partai Buruh dan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, yang juga tengah diselidiki atas tuduhan serupa .
Di Washington, anggota Kongres dari Partai Demokrat kembali menyerukan agar Andrew bersedia memberikan kesaksian. Baroness Harriet Harman, tokoh Partai Buruh, menyatakan bahwa penangkapan ini membuat desakan agar Andrew “memberikan bukti kepada Kongres AS” menjadi semakin penting .
Pertanyaan besarnya, apakah Andrew akan menjadi satu-satunya anggota elit Inggris yang berurusan dengan hukum, atau ini baru permulaan dari aksi bersih-bersih yang lebih besar? Yang jelas, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang pangeran darah biru harus merasakan dinginnya sel tahanan, bukan karena intrik istana, tapi karena jerat hukum yang akhirnya menjangkau lingkaran terdalam kekuasaan.
Satu hal yang pasti: dokumen-dokumen yang disebut “Epstein Files” belum selesai berbicara, dan guncangannya kali ini benar-benar meruntuhkan tembok pemisah antara “Yang Mulia” dan “terdakwa”.
