User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Daftar Lengkap Saham yang "Didepak" MSCI: INDF Turun Kasta, ACES & CLEO Terdepak!
Daftar Lengkap Saham yang "Didepak" MSCI: INDF Turun Kasta, ACES & CLEO Terdepak!

Daftar Lengkap Saham yang “Didepak” MSCI: INDF Turun Kasta, ACES & CLEO Terdepak!

Daftar Lengkap Saham – Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks global yg menjadi rujukan utama investor dunia, baru saja mengumumkan hasil evaluasi berkala (rebalancing) untuk periode Februari 2026. Hasilnya, tiga emiten Tanah Air mengalami perubahan status, dengan dua di antaranya secara resmi “didepak” dari indeks. Keputusan ini bukan sekadar administrasi biasa, melainkan sinyal yang dapat memicu pergerakan dana asing miliaran rupiah. Siapa saja emiten yang terdampak? Simak daftar lengkapnya berikut ini.


๐Ÿ“‰ Tiga Saham Terdampak Rebalancing MSCI Februari 2026

Dalam pengumuman resmi yang dirilis 10 Februari 2026, MSCI melakukan perombakan pada komposisi saham Indonesia, baik di indeksย MSCI Global Standardย maupunย MSCI Global Small Capย . Perubahan ini akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan padaย 27 Februari 2026ย dan mulai diimplementasikan padaย 2 Maret 2026ย .

Berikut adalah ringkasan tiga saham yang terdampak:

EmitenKode SahamPerubahan StatusKeterangan
PT Indofood Sukses Makmur TbkINDFDari Global Standard ke Small CapDiturunkan kasta 
PT Aspirasi Hidup Indonesia TbkACESDikeluarkan dari Small CapTerdepak dari indeks 
PT Sariguna Primatirta TbkCLEODikeluarkan dari Small CapTerdepak dari indeks 

๐Ÿข Profil Singkat dan Dampak bagi Masing-Masing Emiten

1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Dari “Standard” ke “Small Cap”

Emiten milik konglomerasi Salim Grup ini menjadi satu-satunya saham Indonesia yang keluar dari MSCI Global Standard Indexes . INDF kemudian dipindahkan ke kategori MSCI Small Cap Indexes .

Dampaknya cukup signifikan. Dengan turunnya kasta ini, bobot INDF dalam indeks utama otomatis berkurang. Hal ini berpotensi memicu arus dana asing keluar (net sell) karena manajer investasi global yang portofolionya terikat dengan indeks MSCI Global Standard harus menyesuaikan komposisi kepemilikan mereka . Sebelumnya, analis sempat memproyeksikan potensi arus dana keluar untuk INDF bisa mencapai kisaran $180 juta hingga $300 juta jika benar-benar dikeluarkan dari indeks utama .

2. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES): Terdepak dari Indeks Small Cap

Saham yang dikenal dengan gerai ritel Ace Hardware ini harus rela dicoret dari MSCI Small Cap Indexes . ACES terafiliasi dengan Grup Kawan Lama dan merupakan salah satu pemain utama di ritel perlengkapan rumah tangga .

Dengan dikeluarkannya ACES, potensi tekanan jual dari investor asing diperkirakan mencapai $18 juta hingga $30 juta .

3. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO): Produsen AMDIK yang Tersingkir

CLEO, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) berbasis di Sidoarjo yang terafiliasi dengan konglomerat Hermanto Tanoko, juga masuk dalam daftar hitam . Sama seperti ACES, CLEO dikeluarkan dari kategori Small Cap Indexes dan diperkirakan mengalami potensi arus dana keluar yang serupa, yakni di kisaran $18 juta hingga $30 juta .


๐Ÿง Konteks Besar: Mengapa Ini Terjadi?

Rebalancing ini tidak bisa dilepaskan dari situasi yang lebih besar. Sejak akhir Januari 2026, MSCI telah memberlakukan kebijakan pembekuan sementara terhadap sejumlah penyesuaian indeks untuk pasar Indonesia . Kebijakan ini mencakup tiga hal utama:

  1. likuidasi kenaikanย Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
  2. Pembekuan penambahanย konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
  3. Pembekuan perpindahan naikย antar-indeks segmen ukuran (misalnya dari Small Cap ke Standard)ย .

Langkah ini diambil MSCI sebagai respons atas kekhawatiran investor global terkait transparansi data kepemilikan saham dan aspek investabilitas pasar domestik . Meski Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK telah melakukan perbaikan, investor menilai persoalan mendasar masih belum sepenuhnya terselesaikan .

MSCI memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi otoritas pasar Indonesia untuk menghadirkan perbaikan transparansi yang signifikan . Jika tidak ada perubahan, bukan tidak mungkin Indonesia akan menghadapi evaluasi lebih lanjut yang dapat berujung pada penurunan bobot dalam indeks Emerging Market atau bahkan reklasifikasi menjadi Frontier Marketโ€”sebuah skenario terburuk yang dapat memicu arus dana asing keluar hingga US$10-11 miliar .

Daftar Lengkap Saham yang "Didepak" MSCI: INDF Turun Kasta, ACES & CLEO Terdepak!

๐Ÿ’ก Dampak bagi Investor: Antara Tekanan dan Peluang

Bagi investor ritel, perubahan indeks oleh MSCI bukanlah sekadar berita teknis. Ini adalah sinyal penting karena:

  1. Pemicu arus dana asing: Saham yang masuk atau keluar dari indeks biasanya mengalami pergerakan harga akibat penyesuaian portofolio oleh investor institusi besarย .
  2. Koreksi bisa jadi peluang: Pada periode 26-30 Januari 2026, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesarย Rp13,93 triliunย . Namun, sejarah menunjukkan bahwa setelah fase penyesuaian selesai, harga saham cenderung kembali bergerak mengikuti fundamentalnya.
  3. Fundamental tetap utama: Penting diingat, perubahan indeks bukan selalu sinyal fundamental perusahaan memburuk. Ini adalah bagian dari metodologi evaluasi berbasis ukuran pasar, likuiditas, dan free floatย .

Pemerintah sendiri telah merespons dengan cepat. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan reformasi integritas pasar modal, termasuk rencana peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen serta pengetatan transparansi kepemilikan saham . Jika reformasi ini berhasil, kepercayaan investor asing dapat pulih kembali.


๐Ÿ“Œ Kesimpulan: Tiga Nama yang Harus Diwaspadai

Ringkasnya, inilah tiga saham Indonesia yang terdampak rebalancing MSCI Februari 2026:

  • INDFย diturunkan dari Global Standard ke Small Cap.
  • ACESย danย CLEOย dikeluarkan dari Small Cap Indexes.

Keputusan ini berlaku efektif mulai 2 Maret 2026. Investor, terutama pemegang saham ketiga emiten di atas, disarankan untuk mencermati pergerakan harga dalam beberapa pekan ke depan. Volatilitas mungkin meningkat, tetapi bagi investor jangka panjang, koreksi yang terjadi justru bisa menjadi momentum akumulasi jika fundamental perusahaan tetap kuat.

Sekarang, bola ada di tangan otoritas pasar modal Indonesia. Hingga evaluasi Mei 2026 mendatang, semua mata akan tertuju pada seberapa serius reformasi transparansi dijalankan. Akankah Indonesia bisa mempertahankan status Emerging Market-nya? Kita tunggu bersama.


๐Ÿ‘‰ Pantau terus perkembangan terkini pasar modal Indonesia. Jika Anda pemegang saham INDF, ACES, atau CLEO, pastikan untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek dan fokus pada prospek jangka panjang perusahaan.

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *