Danau yang Menghilang DiTibet Sebuah fenomena alam yang mencengangkan terungkap dari dataran tinggi Tibet. Danau-danau raksasa yg perlahan menghilang akibat perubahan iklim ternyata tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga “membangunkan” sesar-sesar purba yang telah lama tertidur di kedalaman bumi. Sebuah studi mutakhir mengungkap bagaimana berkurangnya beban air memicu rangkaian gempa yang mengguncang kawasan rawan tektonik ini.
๐๏ธ Babak 1: Ketika Air Pergi, Bumi Bangkit
Sekitar 115.000 tahun lalu, Tibet selatan dihiasi oleh danau-danau raksasa dengan panjang mencapai lebih dari 200 kilometer. Kini, jejak kejayaan itu menyusut drastis. Danau Nam Co, misalnya, yang dulunya membentang megah, kini hanya memiliki panjang sekitar 75 kilometer .
Tim geolog yang dipimpinย Chunrui Liย dariย Chinese Academy of Geological Sciencesย di Beijing mencurigai bahwa kehilangan air dalam skala besar ini memiliki konsekuensi geologis yang selama ini luput dari perhatian. Hipotesis mereka sederhana namun revolusioner: danau besar menekan kerak bumi. Ketika air menghilang, tekanan itu lenyap dan kerak bumi perlahan terangkat kembaliโpersis seperti kapal yang naik ke permukaan air setelah kargo beratnya dibongkarย .
๐ฌ Babak 2: Penelitian yang Mengungkap Hubungan Tak Terduga
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Geophysical Research Letters pada 17 Januari 2026 ini mengkaji garis pantai purba danau-danau di Tibet selatan untuk menghitung volume air yang hilang. Dengan model komputer canggih, mereka memprediksi seberapa besar kerak bumi seharusnya terangkat sebagai respons atas hilangnya beban tersebut .
Hasilnya mencengangkan. Analisis menunjukkan bahwa kehilangan air dari Danau Nam Co antara 115.000 hingga 30.000 tahun lalu menyebabkan pergerakan total sebesar 15 meter pada sesar di dekatnya. Danau-danau yang terletak 100 kilometer di selatan Nam Co kehilangan air lebih banyak lagi, dan memicu pergerakan sesar hingga 70 meter .
Para peneliti menyimpulkan bahwa pengangkatan kerak bumi yang disebabkan oleh menyusutnya danau ini telah “membangunkan” sesar-sesar purba yang tadinya dorman, membuatnya lebih rentan bergeser dan memicu gempa .
๐ Data Kunci Fenomena “Lake Unloading” di Tibet
| Danau | Periode Penyusutan | Dampak pada Sesar |
|---|---|---|
| Nam Co | 115.000 – 30.000 tahun lalu | Pergerakan sesar 15 meter |
| Danau di selatan Nam Co (100 km) | Periode yang sama | Pergerakan sesar 70 meter |
| Nam Co, Yamzho Yumco, Puma Yumco | Puluhan ribu tahun terakhir | Perubahan tekanan kerak, aktivasi sesar |
Sumber: Studi Chunrui Li et al. di Geophysical Research Letters
๐ง Babak 3: Ilmuwan Dunia Angkat Bicara
Temuan ini memantik respons dari para ahli geologi dunia. Matthew Fox, Associate Professor Geologi di University College London yang tidak terlibat dalam penelitian, menegaskan implikasi luas dari studi tersebut.
“Proses permukaan ternyata bisa memberikan pengaruh yang sangat kuat pada bumi padat. Para geolog semakin sadar bahwa untuk sepenuhnya memahami evolusi bentang alam atau wilayah tektonik, kita perlu mempertimbangkan keterkaitan antara proses permukaan dan proses bumi yang dalam ini,” ujar Fox kepada Live Science .
Namun, Sean Gallen, Associate Professor Geologi di Colorado State University, mengingatkan bahwa ini tidak berarti gempa akan terjadi di mana pun dan kapan pun danau mengering. “Tektonik tetaplah penggerak utamanya. Perubahan beban air hanya mengubah cara pelepasan tegangan tektonik yang terakumulasi dari waktu ke waktu,” jelasnya .
Philippe Steer, Asisten Professor Geosains di University of Rennes di Perancis, menambahkan bahwa fenomena serupa juga bisa dipicu oleh badai besar yang memicu erosi cepat, atau bahkan aktivitas pertambangan skala besar yang memindahkan material dalam jumlah sangat besar .
๐ Babak 4: Pelajaran dari Masa Lalu, Peringatan untuk Masa Depan
Tibet sendiri merupakan salah satu kawasan paling aktif secara tektonik di dunia. Tabrakan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia yang telah berlangsung selama 50 juta tahun telah menciptakan Pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet yang megahโsekaligus menyimpan energi raksasa di dalam perut bumiย .

Dalam sejarahnya, kawasan ini telah mengalami gempa dahsyat, termasuk gempa berkekuatan M 7,1 di Tingri, Tibet, pada 2025 . Penelitian baru ini memperkuat bukti bahwa faktor eksternal seperti perubahan iklim dan fluktuasi muka air danau ikut menentukan kapan dan bagaimana energi itu dilepaskan.
๐ฎ Babak 5: Membuka Kotak Pandora Risiko Seismik Global
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang interaksi kompleks antara iklim dan tektonik. Bahkan, para ilmuwan melihat kemiripan dengan fenomena yang terjadi di kawasan lain ribuan tahun lalu.
Sekitar 20.000 tahun lalu, pada puncak Zaman Es Terakhir, Amerika Utara dan Eurasia bagian utara tertutup lapisan es raksasa setebal beberapa kilometer. Ketika es mencair sekitar 10.000 tahun lalu, kerak bumi yang sebelumnya tertekan es mulai terangkatโdan prosesnya masih berlangsung hingga kini .
Beberapa ilmuwan menduga fenomena inilah yang bisa menjelaskan misteri geologi kuno: gempa dahsyat berkekuatan M 7 hingga M 8 yang mengguncang Lembah Sungai Mississippi, Amerika Serikat, pada 1811-1812. Gempa itu terjadi ribuan kilometer dari batas lempeng tektonik mana punโdan diduga dipicu oleh pengangkatan kerak pasca-pencairan es .
โ๏ธ Kesimpulan: Bukan Sekadar Mitos, Tapi Peringatan Ilmiah
Fenomena danau yang menghilang di Tibet bukan sekadar cerita tentang kekeringan atau perubahan iklim. Ini adalah bukti bahwa bumi merespons setiap perubahan yang terjadi di permukaannya. Danau yang menyusut, es yang mencair, bahkan aktivitas pertambangan manusiaโsemua bisa “membangunkan” kekuatan purba yang selama ini terpendam.
Matthew Fox menyimpulkan dengan peringatan yang relevan untuk masa depan kita:
“Meskipun perubahan iklim tidak ‘menyebabkan’ tektonik, ia dapat memodulasi kondisi tekanan di kerak bumi. Itu adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan dalam penilaian risiko bencana di masa depan.”
Tibet telah memberi kita pelajaran berharga: bumi ini hidup, sensitif, dan responsif. Ketika air danau perlahan menghilang, bukan hanya ekosistem yang berubah, tetapi juga keseimbangan gaya di kedalaman bumi. Dan ketika keseimbangan itu terganggu, bumi pun berbicaraโdalam bahasa gempa.
๐ Bagikan artikel ini jika Anda juga terpesona dengan hubungan rumit antara perubahan iklim di permukaan dan aktivitas tektonik di kedalaman bumi. Mari terus awasi perkembangan sains yang mengungkap misteri planet kita.
