User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Deretan Foto Kontroversial: Andrew di Atas Perempuan di Lantai dalam Sorotan Skandal Epstein
Deretan Foto Kontroversial: Andrew di Atas Perempuan di Lantai dalam Sorotan Skandal Epstein

Deretan Foto Kontroversial: Andrew di Atas Perempuan di Lantai dalam Sorotan Skandal Epstein

Deretan Foto Kontroversial Gambar yang tak terbantahkan: seorang mantan pangeran berlutut di atas seorang perempuan, menjadi potret paling gamblang dari hubungannya dengan jaringan predator seksual.

Dunia kembali diguncang oleh skandal Jeffrey Epstein. Pada 30 Januari 2026, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen baru, termasuk sekumpulan foto yang langsung menjadi sorotan global. Foto-foto tersebut secara jelas memperlihatkan Andrew Mountbatten-Windsor—mantan Pangeran Andrew—sedang berlutut dengan posisi merangkak di atas seorang perempuan yang terbaring di lantai.

Rilis ini bukan hanya menambah dokumen, tetapi memberikan bukti visual langsung yang semakin memojokkan Andrew, yang telah bertahun-tahun menghadapi pertanyaan tentang kedekatannya dengan Epstein, terpidana kejahatan seksual.

Detail Foto yang Menggemparkan

Foto-foto yang dirilis oleh otoritas AS itu tidak disertai keterangan waktu, tempat, atau konteks. Namun, gambar-gambar tersebut berbicara banyak.

Dalam satu foto, Andrew tampak menatap langsung ke arah kamera sambil berada dalam posisi merangkak di atas sosok perempuan yang wajahnya disamarkan. Foto lain menunjukkan tangannya diletakkan di perut perempuan yang sama. Latar belakang gambar memperlihatkan interior sebuah ruangan dengan kaki orang lain yang bersandar di atas meja, mengisyaratkan bahwa kejadian ini mungkin terjadi di tengah kerumunan.

Berikut adalah rangkuman inti dari temuan visual dan digital dalam rilis terbaru ini:

AspekDeskripsiSumber
Adegan dalam FotoAndrew Mountbatten-Windsor terlihat merangkak/berlutut di atas seorang perempuan yang berbaring di lantai. Ia menatap kamera dan menyentuh perut perempuan tersebut.
Subjek PerempuanPerempuan tersebut terbaring telentang, seluruhnya berpakaian, dan wajahnya disamarkan dalam rilis resmi. Identitasnya tidak diketahui.
Lokasi & KonteksTidak ada keterangan resmi. Analisis media (The Times) menduga foto diambil di townhouse (rumah kota) milik Epstein di New York.
Email Terkait (Agt 2010)Epstein menawari “The Duke” (diduga Andrew) untuk dikenalkan dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun yang “cerdas, cantik, terpercaya”. Andrew membalas akan “senang bertemu dengannya”.

Email yang Meruntuhkan Pembelaan

Selain foto, dokumen juga memuat pertukaran email pada Agustus 2010 yang semakin menyudutkan Andrew. Dalam surel tersebut, Jeffrey Epstein menawarkan untuk memperkenalkan “The Duke”—julukan untuk Andrew—kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun.

Andrew membalas dengan antusias, mengatakan bahwa dirinya “akan sangat senang bertemu dengannya” dan meminta Epstein memberikan detail kontaknya. Email ini sangat signifikan karena dikirim dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan meminta layanan seks dari anak di bawah umur pada 2008.

Ini secara langsung membantah klaim Andrew selama ini bahwa ia telah memutus semua hubungan dengan Epstein setelah vonis tersebut. Pada 2019, Andrew bahkan dengan terkenal menyatakan kepada BBC bahwa ia telah “memutuskan ikatan” dengan Epstein pada 2010.

Deretan Foto Kontroversial: Andrew di Atas Perempuan di Lantai dalam Sorotan Skandal Epstein

Tekanan Politik dan Konsekuensi Kerajaan

Gelombang dokumen baru ini memicu reaksi keras dari puncak kekuasaan di Inggris.

Perdana Menteri Keir Starmer secara terbuka menyerukan agar Andrew memberikan kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat terkait hubungannya dengan Epstein. Starmer menegaskan bahwa “para korban Epstein harus menjadi prioritas utama” dan kesaksian Andrew adalah bagian dari proses berfokus pada korban.

Di internal kerajaan, tekanan terhadap Raja Charles III semakin memuncak. Andrew telah dicopot dari gelar “His Royal Highness” dan semua tugas kerajaannya pada Oktober 2025. Sumber-sumber kerajaan melaporkan bahwa kini ada desakan untuk mempercepat pengusiran Andrew dari kediaman mewahnya, Royal Lodge, di Windsor.

Jejak Panjang Hubungan yang Merusak

Foto dan email terbaru ini adalah bagian dari rangkaian panjang bukti yang mengaitkan Andrew dengan lingkaran Epstein. Sebelumnya, telah beredar foto Andrew berpelukan dengan Virginia Giuffre (yang mengaku menjadi korban), serta foto di mana ia sedang bersantai dengan Ghislaine Maxwell, rekan Epstein.

Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan perdata dari Virginia Giuffre di luar pengadilan dengan jumlah yang tidak diungkapkan, meski ia terus menyangkal segala kesalahan. Sebuah dokumen dari otoritas AS pada 2020 juga menyatakan bahwa mereka percaya Andrew mungkin “menyaksikan dan/atau berpartisipasi” dalam peristiwa-peristiwa relevan dan ada bukti ia terlibat dalam aktivitas seksual dengan salah satu korban Epstein.

Penutup: Gambar yang Menghantui

Rilis foto-foto ini memberikan wajah baru—yang lebih visual dan sulit disangkal—pada skandal yang telah berlarut-larut. Gambar Andrew yang tengah merangkak di atas seorang perempuan di lantai, terlepas dari konteks pastinya, telah menjadi simbol kuat dari hubungannya yang tidak pantas dengan jaringan kejahatan seksual Epstein.

Dokumen ini semakin mengikis sisa kredibilitasnya dan memperkuat desakan global untuk pertanggungjawaban. Bagi kerajaan Inggris, foto-foto ini adalah pengingat yang menghantui tentang betapa dalamnya skandal ini merusak institusi, menuntut tindakan tegas yang mungkin belum sepenuhnya berakhir.

Sementara Andrew tetap membantah segala pelanggaran hukum, bukti visual yang sekarang dilihat oleh dunia mungkin menjadi beban terberat yang harus ia tanggung—sebuah potret yang, sekali dilihat, akan terus melekat dalam ingatan publik.

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts