Elon Musk Umumkan untuk mengubah X (dulu Twitter) menjadi “aplikasi untuk segalanya” (everything app) ala WeChat China sebentar lagi menjadi kenyataan. Pada 10 Maret 2026 lalu, bos Tesla dan SpaceX itu membuat pengumuman mengejutkan melalui akun X pribadinya: “X Money early public access will launch next month” (Akses publik awal X Money akan diluncurkan bulan depan) . Ya, kalian tidak salah baca. Bulan depan, tepatnya April 2026, platform yang kita kenal sebagai tempat cuitan dan gosip ini akan resmi memiliki dompet digital dan sistem pembayaran sendiri bernama X Money .
Setelah bertahun-tahun menjadi wacana, akhirnya tonggak sejarah itu akan dimulai. Dan seperti biasa, langkah Musk ini langsung membuat para kompetitor seperti PayPal, Venmo, dan Cash App bergidik ngeri . Kok bisa? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu X Money?
X Money adalah sistem dompet digital dan pembayaran yang akan tertanam langsung di dalam aplikasi X . Jika selama ini kita hanya bisa berinteraksi melalui teks, gambar, dan video, sebentar lagi kita bisa mengirim dan menerima uang dengan semudah mengirim direct message (DM) .
Layanan ini merupakan langkah nyata Musk untuk mewujudkan visinya yang sudah ia impikan sejak 25 tahun lalu, jauh sebelum ia mendirikan Tesla. Pada 1999, ia mendirikan X.com, sebuah bank online yang kemudian merger dengan Confinity dan menjelma menjadi PayPal yang kita kenal sekarang . Kini, dengan nama yang hampir mirip, ia kembali menapaki jalan yang sama, namun dengan skala yang jauh lebih besar.
Fitur-Fitur Gila yang Ditawarkan X Money
Jangan bayangkan X Money hanya sekadar dompet digital biasa. Berdasarkan bocoran dan pengumuman resmi, fitur-fiturnya sangat agresif dan langsung menyasar jantung industri fintech . Berikut tabel lengkapnya:
Kemitraan Strategis dengan Visa
Kunci utama dari lompatan besar ini adalah kemitraan dengan raksasa pembayaran global, Visa . CEO X, Linda Yaccarino, sebelumnya telah mengumumkan bahwa Visa akan menjadi mitra pertama X Money . Visa akan menyediakan infrastruktur “Visa Direct” yang memungkinkan pendanaan dompet secara instan dan aman, serta koneksi real-time ke rekening bank pengguna melalui kartu debit mereka .
Dengan jaringan Visa yang mampu memproses 65 miliar transaksi per tahun, X Money mendapatkan fondasi kepatuhan dan teknologi yang kokoh tanpa harus membangun dari nol . Ini juga menjelaskan mengapa saham Visa naik 1,2 persen setelah pengumuman tersebut .
Regulasi dan Lisensi: Pondasi yang Kokoh
Berbeda dengan proyek-proyek Musk sebelumnya yang seringkali ambisius namun lambat eksekusi, X Money dipersiapkan dengan sangat matang secara regulasi. Selama bertahun-tahun, X Payments (anak perusahaan X) diam-diam mengumpulkan izin pengiriman uang (money transmitter licenses) di lebih dari 40 negara bagian AS dan District of Columbia . Ini adalah fondasi legal yang sangat penting dan memakan waktu untuk dibangun.
Namun, ada satu celah besar: New York. Negara bagian pusat keuangan AS ini belum memberikan izin, dengan pejabat setempat sebelumnya menyatakan kekhawatiran terkait perilaku Musk . X dikabarkan sedang berusaha keras untuk menutup celah ini sebelum peluncuran yang lebih luas.
Dampak: Mimpi Buruk PayPal, Venmo, dan Cash App
Skala X Money sulit ditandingi. X memiliki sekitar 600 juta pengguna aktif bulanan . Sebagai perbandingan, PayPal punya sekitar 430 juta, Venmo 90 juta, dan Cash App hanya 57 juta . Dengan basis pengguna sebesar itu, X Money langsung menjadi pemain dominan sejak hari pertama tanpa perlu bersusah payah mencari pelanggan baru.
Wall Street merespons cepat. Saham Visa naik, sementara saham PayPal (PYPL) langsung tergelincir 0,8 persen—sebuah sinyal kecil namun signifikan bahwa para investor melihat ancaman serius dari langkah Musk ini .
Dogecoin dan Kripto: Nanti Dulu!
Seperti biasa, kabar tentang X Money langsung memicu spekulasi kripto. Harga Dogecoin (DOGE) sempat melonjak 8 persen karena penggemar berharap Musk akan mengintegrasikan aset digital favoritnya itu ke dalam platform .
Namun, kenyataannya lebih membumi. X Money versi April 2026 akan murni menggunakan mata uang fiat (dolar AS) dan tidak akan mengeksekusi perdagangan kripto . Kepala Produk X, Nikita Bier, mengonfirmasi bahwa untuk saat ini, fitur kripto hanya akan menampilkan data pasar dan mengarahkan pengguna ke bursa eksternal .
Integrasi kripto, termasuk potensi dukungan untuk Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin, ada dalam peta jalan untuk rilis selanjutnya di tahun 2026 .
Kesimpulan: Revolusi Pembayaran Sudah di Depan Mata
Dengan peluncuran yang tinggal menghitung hari, X Money siap mengubah lanskap pembayaran digital global. Menggabungkan media sosial, dompet digital berbunga tinggi, kartu debit metal, dan transfer instan dalam satu aplikasi adalah mimpi yang selama ini dikejar Musk. Kini, mimpi itu akan diuji di pasar.
Publik dunia, terutama para pengguna X, para kreator konten, dan pelaku bisnis kecil, akan menjadi saksi sejarah bagaimana sebuah “aplikasi untuk segalanya” mulai terbentuk. Apakah X Money akan menjadi “game-changer” seperti yang dijanjikan? Kita tunggu gebrakannya bulan depan!
