Iran Kembali Gempur Israel Perang di Timur Tengah memasuki babak paling mengerikan! Persia kembali melancarkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Zionis, Jumat (13/3/2026), dalam gelombang ke-44 dan ke-45 Operasi Janji Sejati-4. Rudal-rudal hipersonik dan balistik generasi terbaru menghujani sejumlah kota dan pangkalan militer Zionis, memicu ledakan dahsyat di Yerusalem hingga Tel Aviv. Korban berjatuhan, pertahanan udara Israel disebut-sebut mulai kewalahan. Simak fakta-fakta lengkapnya!
Kronologi: Jumat Berdarah di Tanah Zionis
Pada Jumat (13/3) waktu setempat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan dimulainya gelombang serangan ke-44 . Tak berselang lama, giliran gelombang ke-45 dengan sandi penuh berkah “Ya Saheb Zaman” diluncurkan . Serangan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Iran yang sedang memperingati Hari Quds Sedunia serta balasan atas agresi AS-Israel yang telah menewaskan ribuan warga sipil Iran, termasuk lebih dari 150 siswi di Kota Minab .
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa sejumlah rudal terdeteksi diluncurkan dari Iran menuju wilayahnya. Sistem pertahanan udara langsung diaktifkan, dan warga di daerah terdampak diperintahkan segera masuk ke tempat perlindungan .
Rudal-Rudal Pemantik Api Neraka
IRGC tidak main-main dalam serangan ini. Mereka mengerahkan rudal-rudal generasi terbaru yang dirancang untuk menembus pertahanan udara Israel .
| Jenis Rudal | Kategori | Jangkauan | Keistimewaan |
|---|---|---|---|
| Fattah | Hipersonik | 1.400 km | Kendaraan luncur hipersonik, kecepatan Mach 13-15 |
| Kheibar Shekan | Balistik Bahan Padat | 1.450 km | Presisi tinggi, hulu ledak 1 ton+ |
| Khorramshahr | Balistik | 2.000 km | Hulu ledak super berat (1,5-1,8 ton) |
| Imad | Balistik | 1.700 km | Akurasi tinggi generasi lama yang dimodernisasi |
| Qadr | Balistik | 2.000 km | Versi pengembangan dari rudal Shahab |
Target Penghancur: Dari Pangkalan Udara hingga Kantor Intelijen
Serangan kali ini tidak menyasar sembarang tempat. Iran dengan presisi menghantam pusat-pusat kekuatan militer dan intelijen Israel .
Ledakan keras juga mengguncang Yerusalem saat militer Israel berupaya mencegat rudal yang datang. Alarm peringatan meraung-raung di berbagai kota, termasuk Tel Aviv dan wilayah perbatasan utara dengan Lebanon .
Koordinasi Multifront: Hizbullah Turun Gunung
Serangan Iran tidak berdiri sendiri. IRGC berkoordinasi dengan Hizbullah Lebanon dalam serangan gabungan pada 13 Maret . Hizbullah meluncurkan rentetan roket ke wilayah utara Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran. Bahkan, Houthi Yaman melalui pemimpinnya Abdul-Malik al-Houthi telah menyatakan siap tempur membela Iran melawan agresi AS-Israel .
Korban dan Kerusakan
Data korban terus diperbarui, namun laporan awal menunjukkan angka yang mengerikan:
- Israel: 13 orang tewas, hampir 2.000 terluka sejak perang dimulai 28 Februari .
- Iran: Lebih dari 1.300 orang tewas, termasuk pemimpin tertinggi dan 150+ siswi .
- Amerika Serikat: 11 tentara tewas, 8 luka parah .
- Prancis: 1 tentara tewas di Irak, 6 terluka dalam serangan drone di Erbil .
Di kota Zarzir, Israel utara, foto-foto AP menunjukkan sebuah rumah hancur total akibat hantaman rudal, dengan petugas Home Front Command dan warga memeriksa puing-puing .
Respons Trump: Ancaman Kasar di Tengah Perang
Presiden AS Donald Trump merespons dengan nada keras melalui media sosialnya. Ia menulis ancaman mengerikan yang langsung menjadi sorotan dunia.
“Saksikan apa yang terjadi pada sampah gila ini hari ini. Angkatan Laut Iran telah tiada, Angkatan Udara mereka tidak ada lagi, rudal, drone, dan segalanya sedang dimusnahkan, dan para pemimpin mereka telah terhapus dari muka bumi.”
Trump juga mengeklaim bahwa perang berjalan “sangat cepat” dan militernya “tak tertandingi” . Namun pernyataan ini kontras dengan fakta di lapangan di mana serangan Iran justru terus meningkat.
NATO Ikut Terlibat: Rudal Iran Jatuh di Turki
Eskalasi meluas hingga ke Turki. Pertahanan udara NATO berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turki . Ini merupakan insiden ketiga sejak perang dimulai. Ledakan keras terdengar di Kota Adana selatan, dekat Pangkalan Udara Incirlik yang digunakan pasukan AS.
Arab Saudi dan Oman Jadi Sasaran
Iran juga melancarkan serangan ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Arab Saudi berhasil mencegat puluhan drone dalam beberapa gelombang serangan . Di Oman, dua drone jatuh di kawasan industri Sohar dan menewaskan dua orang .
Kesimpulan: Perang Tanpa Tanda Mereda
Serangan rudal Iran gelombang ke-44 dan ke-45 membuktikan bahwa Teheran masih memiliki daya rusak luar biasa meskipun terus digempur koalisi AS-Israel. Dengan koordinasi bersama Hizbullah dan dukungan Houthi, konflik ini telah benar-benar melebar menjadi perang regional multifront.
Israel yang selama ini mengandalkan superioritas teknologi militernya, kini dipaksa berhadapan dengan musuh yang terus menemukan celah. Sementara AS di bawah komando Trump tampaknya akan terus meningkatkan agresi, meskipun korban di pihak mereka sendiri terus berjatuhan.
Dunia kini menanti: akankah serangan balasan Israel berikutnya semakin membabi buta, atau justru akan memicu keterlibatan lebih banyak negara dalam pusaran perang yang tak kunjung reda ini?
