Iran Luncurkan 2.000 Drone Di tengah malam yang mencekam, langit Timur Tengah berubah menjadi lautan api. Iran resmi mengumumkan telah meluncurkan lebih dari 2.000 drone dan 600 rudal balistik dalam serangan gelombang demi gelombang yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut operasi ini sebagai pembalasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, dan memperingatkan bahwa “pintu neraka akan terbuka semakin lebar” bagi musuh-musuhnyaย .
Dalam video yang dirilis media pemerintah Iran, terlihat rentetan rudal Khorramshahr-4 yang mampu membawa hulu ledak hampir dua ton melesat ke arah Tel Aviv, sementara gelombang drone Shahed membanjiri pertahanan udara pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, UEA, hingga Qatar. Dunia kini menahan napas menyaksikan eskalasi terbesar dalam sejarah konflik Timur Tengah modern.
Skala Serangan Iran โ 2.600 Proyektil dalam Enam Hari
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Letkol Pasdaran Ebrahim Zolfaghari, dalam pesan video yang disiarkan Kamis (5/3/2026), memaparkan rincian operasi militer Iran yang diberi nama sandi “Janji Sejati 4” (Wa’d al-Sadiq 4) . Hingga gelombang ke-20, Iran telah meluncurkan lebih dari 2.600 proyektil yang terdiri dari drone dan rudal ke berbagai target .
Rincian Serangan Iran per 5 Maret 2026
Menurut data yang dirilis Institute for National Security Studies (INSS) Israel, sekitar 200 rudal dan 100 drone diarahkan ke Israel, sementara jumlah yang jauh lebih besarโsekitar 500 rudal dan 2.000 droneโdiluncurkan ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer ASย .

Daftar Target yang Dihantam
Target di Israel: Rudal Khorramshahr-4 Menuju Tel Aviv
Pada Kamis dini hari, IRGC meluncurkan rudal balistik berat Khorramshahr-4 ke arah Tel Aviv sebagai bagian dari gelombang ke-19 Operasi Janji Sejati 4. Rudal dengan sandi operasi “Ya Hasan bin Ali (as)” ini menargetkan :
- Bandara Internasional Ben Gurionย โ Bandara utama Israel
- Markas Skuadron ke-27 Angkatan Udara Israelย โ berada di area bandara
- Pusat kota Tel Avivย โ lokasi strategis yang disebut IRGC berhasil ditembus
Khorramshahr-4, juga dikenal sebagai rudal Kheibar, memiliki spesifikasi mematikan :
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Panjang | 13 meter |
| Diameter | 1,5 meter |
| Berat Luncur | 30 ton |
| Hulu Ledak | 1,5 โ 1,8 ton |
| Jangkauan | 2.000 km |
| Kecepatan | Mach 16 (luar atmosfer), Mach 8 (masuk atmosfer) |
| Teknologi | Manoeuvrable Re-entry Vehicle (manuver hindar) |
| Akurasi | Circular Error Probable 10-30 meter |
IRGC mengklaim rudal-rudal ini berhasil menembus beberapa lapisan sistem pertahanan udara Israel .
Target di Teluk: 12 Gelombang Serangan ke Pangkalan AS
Serangan ke negara-negara Teluk jauh lebih masif. Menurut pernyataan IRGC, operasi ini merupakan gelombang ke-12 serangan terhadap pangkalan AS di kawasan . Berikut rincian serangan berdasarkan negara :
| Negara | Target | Jumlah Serangan (Drone + Rudal) |
|---|---|---|
| Kuwait | Camp Arifjan, Camp Al-Adiri | 384 drone + 178 rudal |
| UEA | Pangkalan Udara Al Minhad, Pelabuhan Jebel Ali, gedung tinggi Dubai | 812 drone + 186 rudal |
| Bahrain | Fasilitas angkatan laut AS | 92 drone + 74 rudal |
| Qatar | Pangkalan Udara Al Udeid | 46 drone + 116 rudal |
| Yordania | Pangkalan militer | 36 drone + 13 rudal |
| Irak | Markas AS di Erbil, Kurdistan Irak | 70 rudal dan drone |
| Oman | Fasilitas militer | 5 drone |
| Siprus | Pangkalan Udara Royal Air Force Akrotiri | 3 drone + 2 rudal |
| Arab Saudi | Fasilitas militer dan energi | 13 drone + 2 rudal |
Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang menjadi markas Komando Pusat AS (CENTCOM) dan menampung sekitar 10.000 personel militer AS, menjadi salah satu sasaran utama dengan 116 rudal dan puluhan drone . Sementara itu, Bandara Internasional Dubai dan Abu Dhabi juga terkena dampak serangan, dengan otoritas setempat mengonfirmasi bahwa mereka berhasil mencegat 165 rudal balistik dan lebih dari 540 drone dalam dua hari pertama konflik .
Pertahanan dan Klaim Keberhasilan Iran
IRGC mengklaim sejumlah keberhasilan signifikan dalam operasi ofensif dan defensif mereka :
- Sistem pertahanan udara Iranย berhasil menembak jatuh 1 jet tempur F-15E AS dan 4 drone pengintai tempur canggih jenis Hermes-900 serta MQ-9.
- Total drone musuhย yang dihancurkan mencapai lebih dari 75 unit.
- Rudal jelajah Tomahawk dan JASSMย milik AS berhasil dicegat.
- Kapal induk USS Abraham Lincolnย disebut menjadi sasaran drone Angkatan Laut IRGC dan dilaporkan mundur lebih dari 1.000 km setelah didekati drone Iranย .
Di sisi pertahanan negara Teluk, Bahrain mengklaim berhasil menghancurkan 73 rudal dan 91 drone yang diluncurkan Iran .
Ancaman “Pintu Neraka” dan Eskalasi Berkelanjutan
Memasuki hari keenam konflik, Iran mengeluarkan peringatan yang semakin keras. Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, dalam siaran televisi pemerintah menyatakan :
“Musuh harus menunggu serangan balasan terus-menerus. Pintu neraka akan terbuka semakin lebar, dari saat ke saat, bagi Amerika Serikat dan Israel.”
Letkol Zolfaghari menambahkan bahwa ritme tembakan proyektil Iran menunjukkan operasi yang stabil, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Ia memperingatkan intensitas serangan kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan .
Sementara itu, di pihak Israel, Kepala Militer Israel Eyal Zamir mengumumkan bahwa mereka memasuki fase berikutnya dari konflik dengan mengintensifkan serangan ke fondasi pemerintahan dan militer Iran. Angkatan Udara Israel mengklaim telah melancarkan 2.500 serangan dan menjatuhkan lebih dari 6.000 amunisi ke wilayah Iran, serta mencapai keunggulan udara yang hampir menyeluruh .
Analisis โ Strategi “Kuantitas vs Kualitas” Iran
Para analis militer menyoroti strategi Iran yang menggunakan drone murah dalam jumlah massal untuk membanjiri sistem pertahanan udara lawan. Drone Shahed buatan Iran diperkirakan hanya berharga US$20.000 hingga US$50.000 per unit, sementara rudal pencegat Patriot milik AS mencapai US$3 juta per peluncuran .
“Tingkat biaya untuk setiap serangan pencegat bisa 10 banding 1, atau bahkan 60-70 banding 1, yang sangat menguntungkan Iran,” ujar Arthur Erickson, direktur eksekutif perusahaan drone AS, Hylio .
Dengan lebih dari 2.000 drone diluncurkan dalam enam hari, biaya yang harus dikeluarkan pihak bertahan untuk mencegatnya jauh lebih besar. Laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa AS hanya membeli rudal pencegat dalam jumlah ratusan, bukan ribuan, per tahunโjumlah yang tidak sebanding dengan kebutuhan perang intensitas tinggi .
Dampak Global
Serangan massif Iran telah memicu gangguan global:
- Penerbangan internasional lumpuhย โ Ribuan penerbangan ke Timur Tengah dibatalkan atau dialihkan.
- Harga minyak melonjakย โ Kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak dunia.
- Korban jiwaย โ Di negara-negara Teluk, tercatat puluhan korban tewas dan luka-luka akibat seranganย .
Pertanyaan terbesar kini menggantung: Berapa lama persediaan rudal dan drone Iran akan bertahan? Dan berapa lama persediaan rudal pencegat AS dan sekutunya mampu mengimbangi laju serangan? Para analis menyebut konflik ini telah berubah menjadi “perang gesekan” yang akan menguji ketahanan industri militer kedua belah pihak .
โจ Penutup: Saat Drone Lebih Banyak dari Rudal
Video Iran yang meluncurkan lebih dari 2.000 drone dan 600 rudal dalam seminggu bukan sekadar tontonan perang biasa. Ini adalah demonstrasi nyata perubahan wajah konflik modern, di mana kuantitas bisa menjadi kualitas, dan di mana drone murah mampu membuat sistem pertahanan termahal sekalipun kewalahan.
Dengan “pintu neraka” yang disebut akan terus terbuka semakin lebar, dunia kini hanya bisa bersiap menghadapi kemungkinan terburuk: perang berkepanjangan yang tidak hanya menguji kekuatan militer, tetapi juga ketahanan ekonomi dan kesabaran masyarakat sipil di kawasan yang terjebak di tengah konflik.
