Iran Tantang AS ancaman perang terbuka antara Iran dan Amerika Serikat mencapai level paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini dipicu oleh peringatan langsung dari Menteri Luar Negeri Iran dan pergerakan kapal induk AS yang mendekati wilayah tersebut
Ancaman Langsung yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Iran telah mengeluarkan peringatan paling keras kepada Amerika Serikat pada Rabu, 21 Januari 2026. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran akan “membalas dengan semua yang kami miliki” jika diserang oleh AS.
Pernyataan tegas ini disampaikan melalui artikel opini di The Wall Street Journal, media terkemuka AS, dan merujuk pada konflik 12 hari antara Iran dengan Israel pada Juni 2025. Araghchi menyebut bahwa konfrontasi habis-habisan akan “sangat ganas dan berlangsung jauh lebih lama” dibanding perkiraan yang beredar di Gedung Putih, serta akan berdampak pada masyarakat biasa di seluruh dunia.
Timeline Eskalasi Ketegangan Iran-AS
Konteks Krisis Domestik Iran
Ancaman terhadap AS muncul saat Iran menghadapi tekanan domestik terberat sejak Revolusi 1979. Gelombang protes yang dimulai akhir Desember 2025 telah menyebabkan ribuan korban jiwa.
Berdasarkan data Human Rights Activists News Agency:
- Korban tewas mencapai sedikitnya 4.519 orang
- Lebih dari 26.300 orang ditangkap
- Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengakui “beberapa ribu” orang tewas
Situasi ini diperparah oleh krisis ekonomi parah dengan nilai mata uang Rial yang merosot, inflasi tinggi, dan pengangguran meningkat.

Skenario Konflik Potensial dan Dampaknya
Analisis dari Institute for National Security Studies (INSS) mengidentifikasi beberapa kemungkinan skenario jika ketegangan berubah menjadi konflik terbuka:
1. Opsi Respons Iran terhadap Serangan AS:
- Serangan ke pangkalan AS di Teluk Persia menggunakan rudal balistik jarak pendek dan amunisi loitering
- Serangan ke Israel dengan rudal balistik dan UAV untuk menghindari eskalasi langsung dengan AS
- Penutupan Selat Hormuz yang akan mengganggu 25% perdagangan minyak laut dunia
- Inisiatif diplomatik dengan mengorbankan program pengayaan uranium sebagai jalan damai
2. Opsi Serangan AS terhadap Iran:
- Serang simbolis pada target terbatas untuk menunjukkan keseriusan ancaman
- Serangan untuk melemahkan rezim dengan menyasar Garda Revolusi dan pejabat senior
- Serangan intensif pada aset militer strategis seperti rudal balistik Iran
Implikasi Global dan Kesimpulan
Ketegangan Iran-AS saat ini berada pada titik paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Konflik terbuka akan memiliki konsekuensi luas:
- Dampak ekonomi global melalui gangguan pasokan energi
- Ketidakstabilan regional yang dapat melibatkan negara-negara Teluk lainnya
- Krisis pengungsi jika konflik berkepanjangan
- Dampak pada pasar energi dunia dengan potensi kenaikan harga minyak yang signifikan
Pernyataan Araghchi bahwa ini “bukan ancaman, tetapi kenyataan” yang disampaikan eksplisit karena sebagai diplomat dan veteran ia membenci perang, menunjukkan keseriusan situasi. Sementara itu, pergerakan kapal induk USS Abraham Lincoln yang mendekati Timur Tengah memperkuat ketegangan yang sudah memuncak.
Dunia menunggu apakah kedua pihak akan memilih jalan diplomatik atau membawa kawasan ini ke dalam konflik yang konsekuensinya akan dirasakan oleh “orang-orang biasa di seluruh dunia”.
Keselamatan warga sipil, stabilitas kawasan, dan perdamaian global dipertaruhkan dalam konfrontasi yang mungkin akan menentukan masa Timur Tengah untuk tahun-tahun mendatang.
