Kereta Komuter Anjlok DiSpanyol – Banjir bandang & hujan lebat tak hanya membawa genangan, tetapi juga bencana yang mematikan. Sebuah kereta komuter di wilayah Catalonia mengalami anjlok fatal pada Selasa malam (20 Januari 2026) setelah dinding penahan tanah runtuh menimpa rel. Insiden ini menewaskan seorang masinis dan melukai puluhan penumpang, menambah duka di tengah rentetan kecelakaan transportasi yang melanda Spanyol dalam beberapa hari terakhir.
Kejadian ini terjadi pukul 21.00 waktu setempat di jalur R4 antara stasiun Gelida dan Sant SadurnĂ d’Anoia, sekitar 35 km sebelah barat Barcelona. Menurut investigasi awal otoritas setempat, penyebab langsung kecelakaan adalah runtuhnya sebuah dinding penahan tanah yang longsor ke atas rel akibat diterpa hujan lebat ekstrem. Dinding tersebut menghantam bagian depan kereta tepat di kabin masinis, menyebabkan kereta keluar dari rel.
Korban Jiwa dan Upaya Evakuasi Mendesak
Korban tewas dalam insiden ini adalah seorang masinis muda berusia 27 tahun bernama Fernando Huerta, yang merupakan seorang peserta pelatihan. Selain itu, sedikitnya 37 orang penumpang dilaporkan mengalami luka-luka. Lima di antaranya dalam kondisi serius, termasuk dua calon masinis lain yang tengah berada di kabin saat kejadian.
Tim darurat berjibaku dalam operasi penyelamatan yang sulit. Seorang penumpang harus dievakuasi secara paksa karena terjebak di dalam gerbong yang rusak, prosesnya memakan waktu hampir satu jam. Sebanyak 38 unit pemadam kebakaran dan 20 unit ambulans dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan menstabilkan kondisi kereta. Semua penumpang berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta, dan korban luka segera dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat.
Dampak Luas dan Rentetan Insiden yang Meresahkan
Kecelakaan ini bukanlah insiden tunggal pada malam itu. Di wilayah pesisir Maresme yang juga dilanda badai yang sama, sebuah kereta lain dilaporkan anjlok setelah menabrak batu besar yang longsor ke atas rel. Akibat kedua insiden ini, layanan seluruh jaringan kereta komuter Rodalies de Catalunya terpaksa dihentikan total untuk inspeksi keselamatan menyeluruh. Penghentian ini berdampak besar, mengganggu perjalanan ratusan ribu komuter dan bahkan menyebabkan pembatalan ujian di Universitas Barcelona.
Tragedi di Gelida ini terjadi hanya dua hari setelah kecelakaan kereta beruntun yang menewaskan 43 orang di Adamuz, dekat CĂ³rdoba, Spanyol selatan. Rentetan insiden mematikan dalam waktu singkat ini memicu keprihatinan publik dan seruan untuk evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan infrastruktur perkeretaapian nasional.

Respons dan Penyelidikan Berlanjut
Pihak berwenang dengan tegas menyatakan bahwa kedua kecelakaan besar tersebut (di Adamuz dan Gelida) tidak terkait satu sama lain. Meski begitu, serikat pekerja masinis Semaf telah menyerukan pemogokan sebagai bentuk protes atas kondisi keselamatan yang mereka anggap terus memburuk.
Penyelidikan masih berfokus pada faktor cuaca ekstrem, Badai Harry, yang diduga menjadi pemicu longsor dan keruntuhan struktur. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah ada faktor lain, seperti kelemahan pada struktur dinding penahan itu sendiri, yang turut berkontribusi pada tragedi ini.
Tabel: Ringkasan Data Insiden Anjlok Kereta di Gelida
Tragedi di Gelida menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan kritis tentang ketahanan infrastruktur vital menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
