Krisis Politik di London Ledakan skandal Jeffrey Epstein tak hanya mengoyak tabir kerajaan Inggris, tetapi kini menerpa jantung pemerintahannya. Ketika dokumen terbaru menguak kedekatan gelap mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, dengan terpidana seks itu, tekanan untuk mundur membayangi Perdana Menteri Keir Starmer.
Dari pesta-pesta di pulau pribadi hingga email-email rahasia, skandal Epstein telah lama menjadi cerita tentang kekuasaan dan penyalahgunaan di kalangan elite global. Namun, gelombang kejutnya kini menghantam pondasi politik Inggris dengan kekuatan yang tak terduga, mengancam stabilitas pemerintahan dan mempertanyakan naluri politik pemimpinnya.
Dokumen yang Mengguncang: Pengakuan dan Permintaan Maaf PM Starmer
Berdasarkan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS akhir Januari 2026, terungkap bahwa hubungan Peter Mandelson dengan Epstein jauh lebih dalam, kelam, dan berlarut-larut dari yang pernah diakui publik.
Mandelson, yang diangkat oleh PM Starmer sebagai Duta Besar untuk Washington pada Desember 2024, diketahui tetap menjalin komunikasi mesra dengan Epstein bahkan setelah financier itu dihukum karena kejahatan seks terhadap anak pada 2008. Dalam email, Mandelson mendorong Epstein untuk “berjuang untuk pembebasan lebih awal” dan menulis, “saya memikirkan dunia Anda,” sehari sebelum Epstein memulai hukumannya.
Dugaan Pelanggaran Serius: Kebocoran Dokumen dan Pembayaran Mencurigakan
Lebih parah lagi, dokumen tersebut juga menyiratkan dua pelanggaran berat:
- Kebocoran Dokumen Pemerintah: Mandelson diduga membocorkan informasi sensitif pemerintah, termasuk rencana intervensi keuangan selama krisis Euro 2009, kepada Epstein.
- Pembayaran Tidak Jelas: Terdapat catatan bahwa Epstein melakukan pembayaran kepada Mandelson atau pasangannya, dengan total setidaknya $75,000.
Mandelson, yang kini sedang diselidiki polisi atas dugaan pelanggaran dalam jabatan, menyatakan tidak ingat menerima pembayaran dan belum memberikan komentar publik mengenai kebocoran dokumen.
Tekanan Membeludak: Starmer Dikepung Oleh Skandal “Prince of Darkness”
Pengangkatan Mandelson, seorang figur kontroversial dengan julukan “Prince of Darkness” yang telah dua kali mengundurkan diri dari kabinet karena skandal sebelumnya, kini menjadi bumerang mematikan bagi Starmer.
1. Pertanyaan tentang Penilaian dan Kepemimpinan
Publik dan partai mempertanyakan keputusan Starmer. Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa mengangkat seseorang dengan hubungan yang telah diketahui dengan terpidana seks ke posisi diplomatik paling sensitif? Bahkan menteri kabinetnya sendiri, seperti Menteri Kesehatan Wes Streeting, menyebut tindakan Mandelson sebagai “pengkhianatan” terhadap negara, korban, dan nilai-nilai partai.
2. Permintaan Maaf dan Penyesalan yang Terlambat
Starmer akhirnya mengakui kegagalan penilaiannya. Dalam pidato terbuka, dia meminta maaf kepada para korban Epstein: “Saya minta maaf… menyesal telah percaya pada kebohongan Mandelson dan mengangkatnya.” Dia juga berkata, “Seandainya saya tahu saat itu apa yang saya ketahui sekarang, saya tidak akan pernah menunjuknya.”
Namun, permintaan maaf ini dinilai terlambat. Oposisi menggelar debat darurat, menuntut transparansi penuh tentang proses pengangkatan Mandelson.
3. Ancaman Nyata terhadap Posisi Perdana Menteri
Suasana di dalam Partai Buruh digambarkan suram dan penuh kemarahan. Beberapa anggota parlemen dari partainya sendiri mulai menyuarakan ketidakpuasan, dengan satu anggota menyatakan bahwa posisi Starmer “terancam”. Seorang anggota parlemen lain bahkan menyatakan bahwa Starmer akan “pergi” jika pemilihan lokal Mei 2026 berjalan buruk bagi Labour.
Analisis dari Al Jazeera menyimpulkan bahwa situasi ini “terlihat sangat berbahaya bagi Keir Starmer,” meski pengunduran dirinya belum terjadi.
Lanskap Skandal Epstein di Inggris: Dari Kerajaan hingga Pemerintahan
Krisis Mandelson bukanlah insiden terisolasi. Ini adalah babak terbaru dari dampak skandal Epstein yang telah lama menggerogoti institusi Inggris.
Apa yang Terjadi Selanjutnya? Masa Depan Pemerintahan Starmer
Nasib pemerintahan Starmer tergantung pada beberapa faktor kunci:
- Kedalaman Investigasi Polisi: Jika penyelidikan terhadap Mandelson mengungkap bukti kriminal yang lebih kuat atau melibatkan kegagalan sistemik yang lebih luas, tekanan pada Starmer akan menjadi tak tertahankan.
- Suara di Dalam Partai: Pemberontakan terbuka dari menteri-menteri senior atau gelombang pengunduran diri akan menjadi tanda bahwa dukungan dalam partai telah runtuh.
- Naluri Politik Starmer: Kemampuannya untuk mengendalikan narasi, menunjukkan kepemimpinan yang tegas, dan memulihkan kepercayaan publik akan diuji.
Skandal ini telah menyentuh syaraf publik yang lebih dalam, memperkuat narasi bahwa “penyakit dalam establishment Inggris berjalan sangat dalam”. Di tengah naiknya popularitas partai sayap kanan pimpinan Nigel Farage, krisis ini datang pada saat yang paling tidak tepat bagi Starmer dan Partai Buruh.
Epstein mungkin telah meninggal, tetapi warisan jaringannya yang beracun terus hidup, dan kali ini bukan hanya meruntuhkan reputasi individu, tetapi berpotensi merobohkan sebuah pemerintahan.
