Kronologi Berdarah DiKampung Gajah Kasus pembunuhan yg menggemparkan warga Bandung Barat akhirnya terungkap. ZAAQ (14), siswa SMP Negeri 26 Bandung, ditemukan tewas mengenaskan di lahan bekas objek wisata Kampung Gajah. Dua remaja ditangkap sebagai pelaku: YA (16), seorang pelajar SMK asal Garut, dan AP (17). Motifnya sungguh tak masuk akal: sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan yang telah terjalin tiga tahun. Simak kronologi lengkapnya berikut ini.
๐จ BABAK 1: Senin Kelabu, 9 Februari 2026 โ Hari Hilang dan Hari Kematian
Hari itu seharusnya menjadi hari biasa bagi ZAAQ. Ia mengikuti pembelajaran di SMP Negeri 26 Bandung hingga selesai sekitar pukul 13.40 WIB . Namun, selepas pulang sekolah, ia tak pernah kembali ke rumah. Keluarganya mulai panik dan melaporkan kehilangan.
Yang tak diketahui keluarga, di waktu yang sama, dua remaja asal GarutโYA (16) dan AP (17)โsedang dalam perjalanan menuju Bandung dengan niat jahat yang sudah direncanakan .
“Pelaku berangkat ke Bandung untuk menemui korban. Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra .
๐ฑ Skenario Rekayasa: Chat “Diculik” yang Menyesatkan
Di tengah kepanikan keluarga dan teman-teman korban, sebuah chat mulai beredar. Pesan itu dikirim dari nomor ZAAQ kepada seorang temannya, berisi kepanikan: mengaku diculik, dibawa mobil, dan tidak tahu berada di mana .
Namun, polisi kemudian memastikan bahwa chat tersebut adalah rekayasa pelaku . “Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku,” tegas AKBP Niko .
Pada sore hari yang sama, Senin (9/2/2026), di lahan eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, nyawa ZAAQ sudah tidak tertolong. Ia dibunuh oleh YA dan AP di lokasi tersebut .
๐ต๏ธ BABAK 2: Jumat, 13 Februari 2026 โ Jasad Ditemukan Konten Kreator TikTok
Selama empat hari, ZAAQ dicari oleh keluarga dan teman-temannya. Tak ada yang tahu di mana ia berada. Publik masih disibukkan oleh isu penculikan yang ternyata palsu.
Namun takdir berkata lain. Pada Jumat (13/2/2026) malam, seorang konten kreator TikTok yang sedang melakukan siaran langsung (live) di area bekas wisata Kampung Gajah untuk membuat konten misteri, menemukan sesuatu yang mengerikan: sesosok jasad tergeletak .
Jasad tersebut tak lain adalah ZAAQ. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka di sejumlah tubuh . Penemuan ini sontak menggegerkan warga dan langsung dilaporkan ke polisi .
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilakukan otopsi. Pihak keluarga yang berduka memutuskan untuk memakamkan ZAAQ di kampung halamannya di Garut pada hari yang sama .
๐ซ BABAK 3: Sabtu-Minggu, 14-15 Februari 2026 โ Pelaku Diringkus di Garut
Tim Resmob Satreskrim Polres Cimahi langsung bergerak cepat. Setelah melakukan penyelidikan intensif, jejak para pelaku mulai terendus.
Pada Sabtu (14/2/2026) malam, Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil menangkap dua pelaku di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut .
Ternyata, usai menjalankan aksi bejatnya, YA dan AP sempat kabur ke Tasikmalaya . Namun entah mengapa, keduanya memilih kembali ke Garut dan akhirnya diringkus tanpa perlawanan .
Keesokan harinya, Minggu (15/2/2026), Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menggelar konferensi pers dan mengungkap identitas para pelaku.
| Data Tersangka | Keterangan |
|---|---|
| YA (16) | Pelaku utama. Pelajar aktif di salah satu SMK di Garut . |
| AP (17) | Rekan YA yang turut serta. Berstatus putus sekolah, bekerja sebagai tukang dekor nikahan |
๐ BABAK 4: Motif yang Membuat Miris โ Sakit Hati karena Putus Pertemanan
Publik tentu bertanya-tanya: apa yang memotivasi dua remaja ini menghabisi nyawa seorang anak yang masih duduk di bangku SMP?
Polisi mengungkapkan motif yang sangat miris. YA sakit hati karena ZAAQ memutuskan hubungan pertemanan mereka .
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan mereka,” kata Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra .

Hubungan keduanya ternyata sudah terjalin cukup lama. Mereka telah saling mengenal selama sekitar tiga tahun dan pernah bersekolah bersama di Garut sebelum ZAAQ pindah ke Bandung .
“Hubungan mereka seperti kakak dan adik. Walaupun korban sudah pindah ke Bandung, komunikasi masih berjalan,” ujar Niko .
Namun, ketika korban menyatakan sikap untuk mengakhiri pertemanan, YA tidak terima. Dalam keadaan sakit hati, ia memutuskan menyusul korban ke Bandung, bukan untuk meminta penjelasan, tetapi dengan niat membunuh yang sudah ia bawa dari Garut .
“Dalam keadaan sakit itu, pelaku berangkat ke Bandung menyusul korban, tapi memang dengan niat memang membunuh korban. Dia diantar oleh saudaranya AP, mereka berangkat hari Senin,” ungkap Niko .
๐ BABAK 5: Fakta-Fakta Kunci Kasus Kampung Gajah
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Korban | ZAAQ, 14 tahun, siswa SMP Negeri 26 Bandung |
| Tersangka Utama | YA, 16 tahun, pelajar SMK di Garut |
| Tersangka Pendamping | AP, 17 tahun, putus sekolah, tukang dekor |
| Waktu Pembunuhan | Senin, 9 Februari 2026, sore hari |
| Lokasi | Lahan eks objek wisata Kampung Gajah, Parongpong, Bandung Barat |
| Penemuan Jasad | Jumat, 13 Februari 2026 malam, oleh konten kreator TikTok |
| Penangkapan | Sabtu, 14 Februari 2026 malam, di Garut |
| Motif | Sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan |
| Modus Operandi | Pelaku datang dari Garut dengan niat membunuh; menguasai HP korban dan menyebar hoaks penculikan |
| Status Pelaku | Masih di bawah umur, proses hukum tetap berjalan |
๐ข BABAK 6: Penanganan Hukum dan Pelajaran Berharga
Hingga saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Cimahi. Penyidik terus mendalami motif dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Mengingat kedua pelaku masih berstatus di bawah umur, proses hukum akan tetap berjalan namun dengan mempertimbangkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terkait sistem peradilan pidana anak.
โ๏ธ Refleksi: Kegalauan Remaja yang Berujung Maut
Kasus ini membuka mata kita semua tentang betapa rapuhnya kesehatan mental dan emosional remaja. Hubungan pertemanan yang seharusnya menjadi tempat bertumbuh dan berbagi, justru berubah menjadi malapetaka ketika salah satu pihak tidak mampu mengelola rasa kecewa dan sakit hati.
YA, yang masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku SMK, memilih jalan paling kelam yang bisa diambil seseorang: membunuh sahabatnya sendiri. Ia datang dari Garut ke Bandung dengan niat jahat, mengeksekusi korbannya, merekayasa hoaks penculikan, lalu melarikan diri.
Di sisi lain, ZAAQ (14) harus kehilangan nyawa di usia yang sangat muda. Masa depannya direnggut oleh seseorang yang pernah ia anggap dekat seperti kakak.
Kisah ini adalah pengingat pahit bagi kita semuaโterutama orang tua dan pendidikโuntuk lebih peka terhadap gejolak emosi anak-anak remaja. Sakit hati boleh, kecewa boleh, tapi menyakiti apalagi membunuh, tidak akan pernah bisa dibenarkan.
Proses hukum kini berjalan. Pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, luka yang ditinggalkan untuk keluarga ZAAQ akan terus membekas selamanya.
๐ Bagikan artikel ini sebagai pengingat bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental remaja sama pentingnya dengan pendidikan formal. Mari awasi dan dampingi anak-anak kita agar tak ada lagi tragedi serupa.
