Megawati KeKBRI Abu Dhabi untuk menghadiri rangkaian Zayed Award 2026 yang bergengsi, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyempatkan diri mengunjungi KBRI. Pertemuan yang berlangsung hangat ini tidak hanya membahas pelayanan kepada Warga Negara Indonesia (WNI), tetapi juga menyinggung dinamika geopolitik Timur Tengah yang sedang memanas.
Kunjungan kerja selama sepekan ke Uni Emirat Arab (UEA) ini menegaskan peran aktif Megawati, yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, di panggung diplomasi global. Selain menjadi anggota dewan juri Zayed Award for Human Fraternity, agenda beliau dipadati dengan pertemuan tingkat tinggi, termasuk dengan Putra Mahkota Abu Dhabi.
Sambutan Hangat dan Kunjungan Penuh Makna
Megawati tiba di Abu Dhabi pada Minggu, 1 Februari 2026, dan disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, serta Menteri Negara Kementerian Luar Negeri UEA, Saeed Bin Mubarak Al Hajeri. Sore hari berikutnya, Senin (2/2), beliau beserta rombongan yang didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, dan sejumlah petinggi partai mengunjungi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi.
Sesampainya di KBRI, Megawati secara khidmat menyalami satu per satu staf dan pegawai kedutaan. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Megawati langsung meninjau ruang pelayanan publik, menunjukkan perhatian mendalam terhadap kualitas layanan bagi WNI.
Fokus pada Pelayanan dan Nasionalisme WNI di Perantauan
Inti kunjungan adalah pertemuan tertutup selama sekitar 1,5 jam dengan Duta Besar Judha Nugraha. Dalam dialog tersebut, Megawati memberikan penekanan khusus pada pelayanan terbaik bagi WNI di UEA.
- Peningkatan Layanan Konkret: Megawati menyampaikan apresiasi atas upaya KBRI Abu Dhabi dalam meningkatkan kualitas layanan publik, seperti melalui program Zona Integritas yang menyediakan fasilitas mulai dari pengaturan antrean hingga kid corner untuk kenyamanan keluarga.
- Penanganan Kasus dan Administrasi: Pembahasan mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari penanganan kasus-kasus yang menimpa WNI hingga pelayanan administrasi paspor dan visa.
- Menumbuhkan Nasionalisme: Lebih dari urusan administratif, Megawati juga mengingatkan pentingnya menanamkan rasa nasionalisme dan pemahaman sejarah bangsa Indonesia kepada WNI di luar negeri. Tujuannya adalah agar mereka tetap dapat mendukung pembangunan di tanah air.
Membaca Dinamika Geopolitik Kawasan
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Judha juga memberikan update mengenai situasi geopolitik terkini, khususnya di kawasan Timur Tengah yang sedang bergejolak. Megawati pun menyampaikan pandangan dan analisinya terhadap dinamika tersebut.
Meski detail diskusi tidak diungkap sepenuhnya, percakapan ini menyoroti pentingnya pemahaman konteks geopolitik yang lebih luas dalam menjalankan diplomasi dan melindungi kepentingan nasional, termasuk keberadaan ratusan ribu WNI yang bekerja di kawasan tersebut.
Konteks Kunjungan yang Lebih Luas: Diplomasi dan Penghargaan
Kunjungan ke KBRI Abu Dhabi merupakan bagian dari agenda padat Megawati di UEA. Tujuan utama lawatan kerja selama tujuh hari ini adalah untuk menghadiri Zayed Award for Human Fraternity 2026, sebuah penghargaan internasional bergengsi di bidang persaudaraan kemanusiaan.
Tidak hanya sebagai tamu kehormatan, Megawati tercatat pernah menjadi anggota dewan juri penghargaan ini pada 2024 dan secara aktif memperjuangkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, hingga keduanya terpilih sebagai pemenang kategori organisasi kemasyarakatan.

Pesan Penutup: “Perjuangan Indonesia Sejati Belum Selesai”
Sebelum meninggalkan KBRI Abu Dhabi, Megawati mengisi buku tamu dengan pesan yang mendalam dan menginspirasi:Â “MERDEKA. Sebagai bangsa Indonesia kita selalu harus punya keyakinan, keteguhan, keberanian, kesabaran dalam membangun negara kita tercinta… Karena perjuangan kita memerdekakan Indonesia Sejati belum selesai.”
Pesan ini, bersama dengan seluruh rangkaian kunjungan, merefleksikan semangat yang dibawa Megawati: sebuah komitmen untuk terus memperjuangkan martabat bangsa, melayani warganya di mana pun berada, dan aktif berkontribusi dalam percaturan global menuju perdamaian dan persaudaraan. Kunjungan ini dengan jelas menunjukkan bagaimana diplomasi yang efektif berjalan beriringan dengan perhatian nyata kepada WNI, semuanya dalam kerangka membangun Indonesia yang lebih baik di mata dunia.
