Menguak Misteri 25Kg Kokain Dunia maya dan aparat keamanan Sulawesi Selatan dihebohkan oleh penemuan puluhan paket narkotika yang terdampar di pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar. Total barang bukti yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari 31 kilogram, dengan 25,44 kilogram di antaranya telah dimusnahkan. Pertanyaan besarnya, dari mana asal barang haram ini? Polisi menduga kuat, paket-paket bertuliskan “BUGATTI” dan “STONE” ini berasal dari Filipina, setelah menemukan kemiripan dengan barang bukti temuan di negara tersebut pada Oktober lalu . Simak fakta-fakta lengkapnya!
Timeline Penemuan: Dari Sampah Pantai Jadi Barang Bukti
Penemuan ini berlangsung secara bertahap dan mengejutkan, karena paket-paket tersebut ditemukan oleh warga biasa yang sedang beraktivitas di pantai. Berikut adalah kronologi lengkapnya:
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, membenarkan bahwa temuan terus berlanjut. “Tadi pagi warga melihat satu bungkusan plastik berwarna hitam bertuliskan ‘BUGATTI’ yang tertimbun di antara sampah di pesisir pantai. Karena mencurigakan, bungkusan tersebut kemudian diambil dan dibawa pulang sebelum dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya terkait penemuan terbaru pada Senin (16/3/2026) .
Petunjuk Kunci: Kemiripan dengan Temuan di Filipina
Pertanyaan terbesar yang kini dalam penyelidikan adalah asal-usul barang haram tersebut. Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo, mengungkapkan petunjuk penting yang mengarah ke negara tetangga.
“Apakah barang ini sengaja diselundupkan ke wilayah Indonesia, atau ini adalah bagian dari orang yang menghanyutkan atau barang yang hilang. Kemudian dihubungkan dengan TKP yang pernah didapatkan di bulan Oktober—kami juga membaca berita— di Filipina didapatkan barang yang identik bungkusannya atau sama dengan yang kita dapatkan,” ungkap Kapolda .
Pernyataan ini diperkuat oleh Kepala Penindakan BNN Provinsi Sulsel, Kombes Ardiansyah, yang menyebutkan bahwa merek dan jenis kemasan yang ditemukan di Selayar memiliki kesamaan dengan yang pernah diungkap di Filipina, meskipun jumlahnya tidak sebanyak di Indonesia .
Modus dan Kemasan: Diselimuti Rumput Laut
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan keunikan pada kondisi barang bukti. Paket-paket tersebut tidak hanya terbungkus plastik kedap udara, tetapi juga diselimuti oleh rumput laut . Hal ini memperkuat dugaan bahwa barang-barang tersebut telah lama terapung di lautan sebelum akhirnya terdampar di pesisir Selayar.
“Dari proses-proses yang kita dapatkan, memang sudah ada bagian yang sudah rusak. Saat ini kita juga masih mencari yang lainnya, karena sampai hari ini masih didapatkan lagi barang bukti ini oleh Polres Selayar dan Kodim Selayar,” tambah Kapolda .
Sementara itu, barang bukti yang ditemukan di dalam karung bersama tujuh pasang sepatu merek Columbia pada 8 Maret lalu juga menjadi petunjuk penting. Karung tersebut diduga merupakan alat untuk menjaga paket tetap mengapung atau sebagai kamuflase .
Barang Bukti Dimusnahkan, Koordinasi Lintas Instansi
Sebanyak 25,44 kilogram atau 26 paket kokain telah dimusnahkan di Mapolda Sulsel pada Senin (16/3/2026) . Proses pemusnahan dilakukan menggunakan mobil insinerator milik BNNP Sulsel, setelah sebelumnya dilakukan uji Laboratorium Forensik (Labfor) yang memastikan kandungan positif kokain.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, secara simbolis menyerahkan barang bukti temuan dari jajarannya kepada Kapolda Sulsel, yang kemudian langsung dimusnahkan . Untuk setiap kilogram barang bukti, 31 gram disisihkan sebagai sampel untuk keperluan persidangan di masa mendatang .
Update Terkini: Total 28 Paket Lebih
Hingga berita ini diturunkan, total kokain yang ditemukan di perairan Selayar telah mencapai setidaknya 31,23 kilogram dalam 30 paket . Polres Selayar masih mengamankan 6 paket dengan berat sekitar 5,793 kilogram yang merupakan hasil temuan warga di beberapa lokasi pesisir, termasuk penemuan terbaru pada Senin pagi .
Jarak temuan barang pertama hingga terakhir berada dalam radius 60 kilometer di garis pantai, menunjukkan bahwa barang tersebut kemungkinan berasal dari satu sumber yang sama dan tersebar oleh arus laut .
Kesimpulan
Penemuan 25 kilogram lebih kokain di pesisir Selayar menjadi alarm keras bagi aparat keamanan. Dengan petunjuk kuat yang mengarah ke Filipina, polisi kini gencar melakukan koordinasi lintas negara dan lintas instansi. Yang menarik, merek “BUGATTI” dan “STONE” yang tertera pada kemasan menjadi kunci identifikasi yang menghubungkan Selayar dengan jaringan narkoba internasional. Publik pun menanti apakah kasus ini akan terungkap tuntas, atau akan semakin banyak paket-paket misterius yang terus terdampar di masa mendatang.
