Mengungkap Latar Belakang ‘Old Money Dalam dunia reality show yg kerap diwarnai pencitraan, penampilan Choi Mina Sue di Single’s Inferno 5 menjadi fenomena unik. Kontestan yang tenang dan penuh wibawa ini tidak hanya menarik perhatian dengan karismanya, tetapi juga memicu gelombang spekulasi mengenai asal-usul kekayaannya yang luar biasa. Dari gaun sederhana bernilai Rp 500 ribuan yang dikenakannya, hingga perhiasan mewah senilai miliaran rupiah yang menghiasi tubuhnya, setiap detail seolah membisikkan kisah tentang warisan kemewahan yang dijalaninya sejak lahir.
Kontras yang Mencuri Perhatian: Fashion Murah vs. Perhiasan Mewah Senilai Miliaran
Momen pembuka Mina Sue di Single’s Inferno langsung menjadi bahan pembicaraan. Ia muncul dengan gaun kuning cerah yang ternyata berasal dari merek SPA (merek fashion Korea dengan harga terjangkau) dengan harga hanya sekitar ₩50,000 KRW (sekitar Rp 500 ribuan). Namun, sorotan segera beralih ke kalung mewah yang melengkapi penampilannya.
Kalung tersebut diidentifikasi sebagai perhiasan Van Cleef & Arpels Vintage Alhambra yang harganya mencapai ₩20 juta KRW (sekitar Rp 220 juta). Kontras antara pakaian yang terjangkau dan aksesori yang super mahal inilah yang pertama kali memantik kecurigaan netizen tentang status ekonominya.
Seiring berjalannya acara, semakin banyak perhiasan mewah yang ia tunjukkan. Perkiraan nilai total perhiasan yang ia kenakan selama syuting mencapai sekitar ₩330 juta KRW (sekitar Rp 3.8 miliar), termasuk gelang berlian Cartier senilai puluhan ribu dolar.
Potret Kemewahan Choi Mina Sue di Single’s Inferno
Menelusuri Jejak Keluarga: Koneksi ke Dunia Luxury Vlogger
Spekulasi semakin kuat ketika netizen menemukan video YouTube dari tahun 2024 yang mengungkap hubungan keluarga Mina Sue. Video tersebut berasal dari kanal CocoChoi, yang dikhususkan untuk review barang-barang mewah dan lifestyle high-end.
Dalam video itu, adik perempuan dari pemilik kanal, Coco Choi, muncul dan mengungkapkan bahwa dirinya adalah ibu kandung dari Choi Mina Sue. Ibu Mina Sue menjelaskan bahwa ia biasa hidup secara privat, jauh dari sorotan media sosial, hingga akhirnya dikenal sebagai “Ibu Miss Korea” setelah putrinya menjuarai kontes kecantikan.
Pemilik kanal, Coco Choi, ternyata adalah bibi dari Mina Sue. Sayangnya, sang bibi telah meninggal dunia pada 2023 setelah berjuang melawan kanker, dan kanal tersebut sudah tidak lagi mengunggah konten baru. Penemuan video ini memberikan konteks langsung tentang lingkungan keluarga Mina Sue yang sangat dekat dengan budaya dan produk mewah, menguatkan kesan bahwa kemewahan yang ia tampilkan adalah bagian dari keseharian hidupnya.
Pendidikan Internasional dan Gaya Hidup Elite
Petunjuk lain tentang latar belakang privileged-nya datang dari riwayat hidupnya. Mina Sue, yang berusia 26 tahun, lahir di Sydney, Australia, dan menghabiskan masa kecilnya berpindah-pindah antara Korea Selatan, Kanada, China, dan Amerika Serikat. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dengan jurusan Ilmu Komunikasi.
Di Korea Selatan, menyekolahkan anak di universitas bergengsi di Amerika sering dianggap sebagai salah satu tanda status sosial dan kekayaan ekonomi keluarga yang mapan. Selain itu, Mina Sue diketahui tinggal di Hannam-dong, kawasan elite di Seoul, dan pernah bersekolah di institusi dengan biaya tahunan yang sangat tinggi.
Ia juga bukan pendatang baru di dunia publik. Pada 2021, ia menjadi Runner-up I Miss Korea, dan pada 2022, ia membuat sejarah dengan menjadi wanita Korea pertama yang dinobatkan sebagai Miss Earth. Gelar ini memberikannya platform global sebagai duta lingkungan.
Old Money vs. New Money: Membaca “Vibe” yang Tertanam
Netizen dengan cepat menghubungkan semua petunjuk ini dan mulai menyebut Mina Sue sebagai “diamond spoon” (sendok berlian)—istilah slang Korea untuk mereka yang terlahir kaya—bahkan ada yang menyebut kekayaannya setingkat “chaebol” (konglomerat).
Yang menarik perhatian banyak pengamat bukan sekadar harga barang yang ia kenakan, tetapi cara ia mengenakannya. Kemewahan pada diri Mina Sue tidak terkesan norak atau berlebihan, melainkan tampak natural dan seperti bagian dari dirinya yang paling sederhana. Ia bahkan pernah menyatakan di acara bahwa ia bukan penggemar kencan yang mewah dan ekstravagant.
Sikap tenang, percaya diri, dan penampilannya yang selalu rapi dan elegan di Single’s Inferno—meskipun berada di pulau terpencil—kini oleh banyak orang ditafsirkan bukan sebagai hasil pencitraan, tetapi sebagai cerminan dari gaya hidup dan pendidikan kelas atas yang ia terima sejak kecil. Inilah yang sering diasosiasikan dengan “old money”: kekayaan yang telah diwariskan beberapa generasi, sehingga menghasilkan sikap dan selera yang halus dan tertanam kuat.
Kesimpulan: Pesona yang Dibentuk oleh Warisan
Choi Mina Sue berhasil mencuri perhatian di Single’s Inferno 5 dengan kombinasi pesona personal, prestasinya sebagai Miss Earth, dan aura misterius tentang latar belakangnya. Penemuan tentang keluarganya yang bergerak di lingkaran luxury lifestyle dan gaya hidupnya yang menunjukkan akses ke kemewahan sejak dini, telah memenuhi teka-teki itu.
Kisahnya mencerminkan fenomena menarik dalam budaya populer Korea, di mana ketertarikan pada figur publik sering kali meluas hingga mengulik asal-usul dan tanda-tanda status sosial mereka. Choi Mina Sue mungkin memilih untuk tampil sederhana dengan gaun murah, tetapi warisan “old money” yang ia bawa—dalam bentuk selera, pendidikan, dan akses—pada akhirnya berbicara lebih lantang.
