Misteri Kematian Lula Lahfah Terungkap Pada Jumat, 30 Januari 2026, publik dikejutkan dengan pengumuman resmi kepolisian: penyelidikan kematian selebgram dan influencer Lula Lahfah telah dihentikan. Keputusan ini diambil setelah penyidik menyimpulkan tidak ditemukannya unsur tindak pidana dalam peristiwa yang mengundang banyak spekulasi tersebut.
Setelah seminggu melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa lebih dari 15 orang saksi dan menganalisis rekaman CCTV, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau perbuatan melawan hukum pada tubuh Lula. Keterangan resmi dari Rumah Sakit Fatmawati menyebutkan Lula meninggal karena kehabisan napas.
Kronologi Penemuan dan Penyelidikan
Berikut adalah kronologi singkat dari penemuan jenazah hingga penghentian penyelidikan:
📅 Jumat, 23 Januari 2026
- Sekitar pukul 17.47 WIB, Asisten Rumah Tangga (ART) dan petugas keamanan apartemen membuka pintu kamar Lula secara paksa karena terkunci dari dalam.
- Lula ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi rigor mortis, tergeletak di atas kasur dengan posisi tidur telentang.
📅 Sabtu, 24 Januari 2026
- Polisi memulai olah TKP. Dari lantai 25 Apartemen Essence di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Jakarta Selatan, mereka mengamankan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI.
📅 Senin, 26 Januari 2026
- Pacar Lula, Reza Oktovian, menjalani pemeriksaan intensif selama hampir 5 jam di Polres Metro Jakarta Selatan sebagai saksi. Ia menyebutkan riwayat kesehatan Lula dan dinyatakan kooperatif oleh polisi. Pada tahap ini, polisi menegaskan Reza bukan tersangka.
📅 Jumat, 30 Januari 2026
- Dalam konferensi pers, Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Mohamad Iskandarsyah, mengumumkan penghentian penyelidikan. Polisi menyimpulkan tidak ada peristiwa pidana. Autopsi tidak dilakukan atas permintaan keluarga.
Analisis Temuan Polisi dan Titik Kontroversi
Keputusan penghentian penyelidikan didasarkan pada beberapa temuan kunci yang dianggap sudah komprehensif.
- Tidak Ada Tanda Kekerasan: Pemeriksaan eksternal terhadap jenazah tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau luka kekerasan.
- Keterangan Saksi dan CCTV: Polisi telah memeriksa setidaknya 15 orang saksi, termasuk ART, sopir, dan rekan Lula. Analisis rekaman CCTV menunjukkan aktivitas normal Lula sebelum kematiannya, termasuk momen saat ia bersama seorang pria berinisial PA di restoran dan kembali ke apartemen.
- Riwayat Kesehatan: Temuan obat-obatan dan surat rujukan rumah sakit menguatkan fakta bahwa Lula memiliki riwayat kesehatan yang perlu penanganan. Investigasi juga mengungkap Lula pernah dirawat karena masalah seperti batu ginjal dan GERD.
Pertanyaan yang Masih Menggantung
Meski demikian, pengumuman polisi justru memicu pertanyaan baru. Dalam konferensi pers yang sama, polisi mengungkap temuan sebuah tabung “whip pink” berukuran 2.050 gram dan bercak darah di apartemen. Polisi menjelaskan bahwa bercak darah tersebut, setelah diperiksa di Puslabfor Bareskrim Polri, terbukti merupakan darah menstruasi Lula. Sementara tabung tersebut masih akan diperiksa lebih lanjut untuk touch DNA. Keberadaan barang bukti ini, meski telah dijelaskan, tetap menjadi sorotan dan bahan perdebatan publik.
Imbauan Polisi dan Penutup
Kasat Reskrim AKBP Iskandarsyah dalam jumpa persnya berulang kali mengimbau masyarakat untuk menghentikan spekulasi dan menghormati keluarga almarhumah yang sedang berduka. Ia menegaskan seluruh proses penyelidikan telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur.
Keputusan polisi untuk menghentikan penyelidikan mungkin telah memberikan titik akhir secara hukum. Namun, bagi publik dan penggemar Lula Lahfah, misteri di balik penyebab pasti “kehabisan napas” yang dialami wanita berusia 26 tahun itu, serta detail temuan barang bukti seperti tabung “whip pink”, mungkin akan tetap menjadi bahan pembicaraan yang belum sepenuhnya terjawab.
