Pentagon Hening, Pasukan AS Hengkang Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, langit gurun Suriah selatan tidak lagi diawasi drone Amerika. Pada 11-02-2026, konvoi militer AS menyeberangi perbatasan menuju Yordania dalam diam, meninggalkan Pangkalan Al-Tanf yang selama sepuluh tahun menjadi duri di daging poros perlawanan. Tidak ada deklarasi kemenangan, tidak ada pidato presidenโhanya pernyataan singkat CENTCOM dan satu fakta yang tak terbantahkan: Amerika akhirnya angkat kaki.
๐ AL-TANF: BUKAN SEKADAR PANGKALAN, TAPI SIMBOL HEGEMONI YANG RUNTUH
Di peta, Al-Tanf hanya titik kecil di perbatasan Suriah, Yordania, dan Irak. Tapi secara geopolitik, ia adalah jantung strategi Pentagon di Levant.
Didirikan 2016 sebagai pos terdepan pasukan khusus AS, Al-Tanf dirancang untuk memutus jalur suplai ISIS antara Suriah dan Irak . Namun seiring waktu, misinya bergeser. Ia menjadi menara kendali rahasia untuk memantau ekspansi militer Iran, melatih oposisi Suriah, dan memberikan Israel “ruang udara bebas” untuk mengebom target-target di Suriah .
Lima puluh lima kilometer radius zona aman di sekitar Al-Tanf bukan sekadar angka. Itu adalah wilayah kekuasaan AS di atas tanah Suriah. Rukban, kamp pengungsian yang membengkak hingga 60.000 jiwa di bawah bayang-bayang buffer zone, menjadi saksi bisu bagaimana militer AS menjalankan “perang kemanusiaan” yang setengah hatiโbantuan baru mengalir deras pada 2023, setelah bertahun-tuhan warga hanya bergantung pada pasokan PBB yang kerap tersendat akibat tekanan Damaskus .
๐ KRONOLOGI HENING: 15 HARI MEMINDAHKAN ALAT BERAT, 1 HARI UNTUK PERGI
Tidak ada hiruk-pikuk evakuasi ala Kabul. Yang terjadi justru sebaliknya: sistematis, senyap, dan terencana.
Jumlah personel: Bervariasi antara 200-300 tentara, dilengkapi sistem pertahanan udara dan balon pengintai raksasa yang selama bertahun-tahun menjadi mata-mata AS di langit gurun .
๐ง MENGAPA AMERIKA PERGI? LIMA FAKTOR KUNCI
1. ISIS TELAH MATI (TERITORIAL)
Sejak 2019, ISIS secara teritorial telah dikalahkan. Operasi pemberantasan sisa-sisa sel tetap berlangsung, tetapi tidak membutuhkan pangkalan sebesar Al-Tanf. CENTCOM mencatat dalam dua bulan terakhir AS hanya melaksanakan serangan terhadap 100 target dan menewaskan 50 militanโangka yang tidak signifikan secara strategis .
2. IRAN HENING, ALASAN UTAMA LENYAP
Alasan utama AS bertahan di Al-Tanf pasca-ISIS adalahย mengawasi Iran. Tapi pada 2025, seluruh pasukan Iran secara resmi menarik diri dari Suriah. Dalih “membendung ekspansi Teheran” runtuh totalย .
3. DAMASKUS TIDAK LAGI MUSUH
Desember 2024, rezim Bashar al-Assad tumbang. Pemerintahan baru Ahmed al-Shara justru bergabung dengan koalisi pimpinan AS melawan ISIS. Tahun 2025, Damaskus secara resmi menjadi sekutu Washington dalam perang melawan teror . Bagaimana mungkin AS mempertahankan pangkalan di wilayah negara sekutu tanpa izin?
4. TEKANAN DIPLOMATIK BERTINGKAT
Yordania dan Israelโdua sekutu utama ASโselama bertahun-tahun melobi agar Al-Tanf dipertahankan. Tapi pada akhir 2025, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani secara pribadi mendesak Biden agar AS hengkang, khawatir destabilisasi di perbatasan pasca-Assad .
5. TRUMP BERALIH KE HALAMAN BELAKANG
Strategi pertahanan baru Trump yang dirilis Januari 2026 secara eksplisit menyatakan fokus bergeser ke Belahan Bumi Barat. Amerika Latin, bukan Timur Tengah, kini menjadi prioritas Pentagon .

๐ธ๐พ BENDERA SURIAH BERKIBAR DI POS KOMANDO
Pada 12 Februari 2026 pukul 08.00 waktu setempat, Kementerian Pertahanan Suriah mengeluarkan pernyataan yang tidak akan pernah terbayangkan satu dekade lalu:
“Melalui koordinasi antara pihak Suriah dan Amerika, unit Tentara Arab Suriah telah mengambil alih pangkalan Al-Tanf dan mengamankan base serta sekitarnya.”
Pasukan perbatasan segera dikerahkan di sepanjang segitiga perbatasan Suriah-Irak-Yordania. Untuk pertama kalinya sejak 2011, Damaskus secara fisik menguasai seluruh jalur strategis Baghdad-Damaskus .
โ SEBESAR APA KERUGIAN AMERIKA?
Jawabannya: besar, tapi bukan akhir segalanya.
Kerugian taktis:
- Kehilangan mata-mata di gurun Suriah selatan
- Tidak ada lagi “ruang aman” untuk operasi Israel di wilayah Udara Suriah tanpa koordinasi dengan Damaskus
- Rukbanโkamp pengungsian simbol krisis kemanusiaanโkini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah Suriah
Keuntungan strategis:
- Normalisasi hubungan dengan Damaskus semakin nyata
- Beban logistik berkurang signifikan
- Tidak ada lagi tentara AS yang menjadi target empuk drone Iran
Sekitar 1.000 tentara AS masih tersebar di Suriah timur laut, sebagian besar di sekitar ladang minyak dan Pangkalan Qasrak di Hasakah, yang masih dikuasai pasukan Kurdi . Al-Tanf adalah awal, bukan akhir.
๐ REAKSI GLOBAL: DARI SANJUNGAN HINGGA KECURIGAAN
Yordania: Menyambut dingin. Amman selama ini menjadi “tuan rumah” bagi pasukan AS yang mundur dari Al-Tanf, tetapi khawatir kevakuman keamanan di perbatasan utara .
Irak: Lega. Baghdad sejak awal menolak kehadiran AS di Al-Tanf karena dianggap memicu ketegangan dengan faksi-faksi Syiah di perbatasan barat .
Israel: Cemas. Selama bertahun-tahun, pilot Israel menggunakan ruang udara yang dikendalikan AS di atas Al-Tanf untuk mengebom target Iran di Suriah. Kini, mereka harus bernegosiasi langsung dengan Damaskusโatau berhenti .
Rusia & China: Belum berkomentar resmi. Tapi di forum-forum diplomatik, kedua negara telah lama mendesak AS keluar dari Suriah. Ini adalah kemenangan moral.
๐ฎ DUA SKENARIO MASA DEPAN AL-TANF
Skenario Optimis: Pangkalan Al-Tanf menjadi simbol rekonsiliasi. Damaskus menggunakannya sebagai pusat koordinasi keamanan perbatasan dengan Irak dan Yordania. Bantuan internasional mengalir untuk membangun kembali Rukban.
Skenario Pesimis: Vakum keamanan dieksploitasi sel-sel ISIS yang tersisa. Pemerintah Suriah yang masih rapuh kesulitan mengamankan wilayah seluas itu. Ketegangan dengan pasukan Kurdi di timur laut memicu konflik baru.
Pilihan ada di tangan Damaskus. Amerika telah pergi. Kini giliran Suriah membuktikan diri.
โ๏ธ EPILOG: PANGKALAN YANG MENJADI MAKAM IMPIAN AMERIKA
Al-Tanf bukan sekadar pangkalan militer. Ia adalah simbol ambisi neokonservatif untuk membentuk ulang Timur Tengah dengan senapan dan drone. Selama sepuluh tahun, Pentagon mencoba segalanya: melatih pemberontak, memonitor Iran, melindungi Israel, dan berpura-pura peduli pada pengungsi Rukban.
Semuanya berakhir di pinggir jalan gurun menuju Yordania, dalam konvoi sunyi 11 Februari 2026.
Pangkalan Al-Tanf kini kembali ke pangkuan Suriah. Tapi luka yang ditinggalkannyaโRukban yang membusuk, generasi pengungsi yang tumbuh tanpa air bersih, dan ribuan militan ISIS yang kini berserakan di penjara-penjara Irakโakan terus membekas.
Amerika hengkang, tapi pertanyaan tetap menggantung: apakah ini akhir dari petualangan neokonservatif, atau hanya jeda sebelum babak baru?
๐ Bagikan artikel ini jika Anda percaya bahwa sejarah Timur Tengah sedang ditulis ulangโbukan di ruang perang Pentagon, tetapi di tengah gurun Suriah yang sunyi, di mana bendera asing akhirnya diturunkan.
