Delegasi Polisi Hong Kong Internasional melakukan kunjungan kerja ke markas Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) di Jakarta, pada Rabu, 21 Januari 2026. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Superintendent Company Commander, Police Tactical Unit HKPF, Cheung Ka-po, mendapatkan sambutan hangat dan pemaparan teknologi mutakhir dalam penegakan hukum lalu lintas di Indonesia.
Kedatangan delegasi ini dalam rangka mempererat kerja sama dan benchmarking teknologi lalu lintas, dan mereka pun tidak menyembunyikan kekagumannya pada sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang diterapkan Indonesia.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyambut gembira kunjungan ini. “Hari ini kami senang sekali dan bangga dari Polisi Hong Kong juga hadir untuk diskusi benchmarking ke Indonesia,” ujarnya dalam sambutan.
Pusat Kendali Cerdas: NTMC Polri sebagai Jantung Teknologi
Delegasi HKPF diperkenalkan dengan National Traffic Management Center (NTMC) Polri yang berfungsi sebagai pusat K3I (Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi) lalu lintas nasional. Melalui NTMC, Korlantas dapat memantau dan mengelola arus lalu lintas secara real-time dari seluruh Indonesia.
Teknologi Unggulan yang Memukau Delegasi
Pemaparan berfokus pada beberapa teknologi canggih yang menjadi tulang punggung penegakan hukum modern Korlantas Polri. Berikut adalah tiga teknologi utama yang dipresentasikan:
Superintendent Cheung Ka-po tidak hanya memberikan apresiasi tinggi atas kecanggihan teknologi yang dimiliki Korlantas Polri, tetapi juga mengucapkan terima kasih atas ilmu dan wawasan baru yang diperoleh. “Oleh karena itu, Cheung Ka-po benar-benar mengucapkan terima kasih atas tambahan ilmu yang diberikan,” jelasnya.

Makna Strategis di Balik Kunjungan
Kunjungan ini bukanlah kerja sama pertama antara kepolisian Indonesia dan Hong Kong. Beberapa bulan sebelumnya, pada November 2025, delegasi penyidik dari HKPF juga mengunjungi Direktorat Siber Polri untuk bertukar pengalaman dalam penyelidikan kejahatan teknologi dan kampanye anti-penipuan.
Hubungan ini bahkan diperkuat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara khusus mengundang perwakilan Polisi Hong Kong dalam pertemuan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri 2025 untuk berbagi model penanganan unjuk rasa dan kebebasan berekspresi. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi kedua lembaga mencakup berbagai aspek kepolisian modern, dari lalu lintas, siber, hingga manajemen kerumunan.
Irjen Agus Suryonugroho berharap kunjungan ini semakin memperkuat kerja sama internasional dan menjadi pengakuan atas kemajuan transformasi digital Korlantas Polri dalam mewujudkan pelayanan yang modern, transparan, dan berkeadilan.
Refleksi
Jika teknologi penegakan hukum lalu lintas Indonesia sudah diakui oleh yurisdiksi maju seperti Hong Kong, apa langkah selanjutnya untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat pengguna jalan di tanah air?
Semoga artikel ini memberikan gambaran yang jelas tentang prestasi Korlantas Polri di mata internasional. Apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang cara kerja spesifik teknologi ETLE atau sistem lalu lintas cerdas lainnya?
