User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Puting Beliung Terjang Denpasar, Atap Berterbangan dan Tempat Ibadah Rusak
Puting Beliung Terjang Denpasar, Atap Berterbangan dan Tempat Ibadah Rusak

Puting Beliung Terjang Denpasar, Atap Berterbangan dan Tempat Ibadah Rusak

Puting Beliung Terjang Denpasar diguncang amukan alam. Angin kencang yg menyapu ibu kota Bali pada Rabu dini hari, 21-01-2026, meninggalkan jejak kehancuran : puluhan rumah rusak, tempat ibadah runtuh, dan ratusan warga harus memunguti serpihan kehidupan mereka di tengah guyuran hujan.

Bencana yang berlangsung singkat namun dahsyat ini terjadi sekitar pukul 01.30 WITA, meneror warga yang sedang terlelap. Suara gemuruh angin dan dentuman benda berjatuhan membangunkan Nyoman Alit Suteja, warga Sidakarya. “Begitu keluar rumah, saya lihat genteng sudah banyak yang jatuh. Rumah tetangga juga sama, bahkan ada pohon tumbang,” kisahnya.

📍 Titik Episentrum Kerusakan di Denpasar

Badai kecil ini menyasar beberapa permukiman padat. Berikut rincian kerusakan di tiga wilayah terparah di Denpasar berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD):

Kelurahan/KawasanPerkiraan Rumah/Bangunan RusakJenis Kerusakan yang Dominan
Sidakarya21 – 50 rumahGenteng beterbangan, tembok retak/roboh, pelinggih (tempat ibadah keluarga) rusak.
Kesiman25 – 27 bangunanAtap rumah dan plafon jebol akibat terpaan angin kencang.
Sanur Kauh15 rumahAtap warung dan rumah terlepas, satu unit kendaraan retak kaca tertimpa genteng.

Yang menyayat hati, bencana ini tidak hanya merusak hunian. Bangunan peribadatan, yang menjadi titik kesejukan spiritual masyarakat Bali, turut menjadi korban. Laporan menyebutkan kerusakan terjadi pada pelinggih di rumah warga dan bahkan ada laporan robohnya tempat ibadah. “Mayoritas kerusakan yang terjadi berupa atap rumah warga yang terlepas, plafon jebol, atap warung berjatuhan, hingga robohnya pelinggih tempat ibadah,” jelas Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga.

🌀 Bukan Hanya Denpasar: Bali Dalam Tekanan Cuaca Ekstrem

Insiden di Denpasar hanyalah satu episode dari cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh Bali. Sembilan kabupaten/kota dilaporkan terdampak bencana hidrometeorologi yang beragam pada hari yang sama, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

  • Jembrana: Menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak. Angin puting beliung di Desa Batuagung merusak 44 rumah, merusak perahu, dan bahkan menyebabkan kerusakan pada kubah masjid di Desa Air Kuning.
  • Tabanan & Gianyar: Tanah longsor di Tabanan menyebabkan satu korban luka berat dan dua orang dinyatakan hilang. Sementara di Gianyar, dua orang terluka setelah tertimpa pohon tumbang.
  • Peringatan BMKG: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan dini. Bibit Siklon Tropis 97S di selatan Bali dinyatakan berpeluang, meski rendah, berkembang menjadi siklon tropis. Kondisi ini memicu potensi hujan lebat dan angin kencang yang masih mengancam.

🚑 Respons Cepat dan Peringatan untuk Warga

Pemerintah Kota Denpasar, melalui Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, langsung bergerak meninjau lokasi dan mengkoordinir penanganan. “BPBD bersama Dinas Sosial melalui Tim Tagana segera melakukan pendataan dan assessment,” tegasnya. Tim gabungan yang melibatkan BPBD, Damkar, dan Dinas Lingkungan Hidup langsung turun untuk pembersihan puing dan pemulihan akses jalan.

Kabupaten Jembrana menjadi wilayah terdampak terparah secara keseluruhan, dengan laporan kerusakan terbanyak.

⛈️ Bali dan Lingkaran Cuaca Ekstrem

Bencana ini adalah pengingat terbaru dari kerentanan Bali terhadap cuaca ekstrem. Sebelumnya, pada September dan Desember 2025, banjir besar telah melanda pulau ini, menelan korban jiwa dan menyebabkan kerugian material yang besar. Para ahli dan pegiat lingkungan mengingatkan bahwa perubahan iklim dan masalah tata kelola lingkungan, seperti alih fungsi lahan dan sistem drainase yang tak memadai, memperburuk dampak bencana hidrometeorologi.

Puting Beliung Terjang Denpasar, Atap Berterbangan dan Tempat Ibadah Rusak

💡 Yang Dapat Dilakukan: Kesiapsiagaan adalah Kunci

Dalam situasi cuaca yang masih dinamis, kewaspadaan individu dan kolektif adalah tameng utama.

  1. Pantau Informasi Resmi: Selalu perhatikan peringatan dini dari BMKG dan arahan dari BPBD setempat.
  2. Amankan Lingkungan: Pangkas ranting pohon yang rapuh, pastikan atap dan bagian rumah luar terpasang kuat. Hindari parkir kendaraan di bawah pohon besar saat perkiraan cuaca buruk.
  3. Siapkan Rencana Darurat: Ketahui titik evakuasi terdekat dan siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, dan kebutuhan darurat lainnya.

Bencana di Denpasar sore ini meninggalkan duka dan pekerjaan rumah yang panjang. Namun, di balik reruntuhan, semangat gotong royong dan respons cepat yang ditunjukkan menjadi modal berharga untuk bangkit. Dengan pembelajaran dari peristiwa ini dan komitmen pada lingkungan yang lebih berkelanjutan, Bali diharapkan dapat membangun ketangguhan yang lebih kokoh menghadapi tantangan alam di masa depan.

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *