Ratusan Rudal Iran Bombardir Jantung langit Tel Aviv berubah menjadi neraka. Ratusan rudal balistik Iran menghujani jantung kota Zionis dengan kekuatan dahsyat, membuat sistem pertahanan udara tercanggih sekalipun jebol dan tak berdaya. Ledakan bergemuruh di mana-mana, gedung-gedung bertingkat luluh lantak, dan yang paling mengejutkan, bunker bawah tanah terbesar yang menjadi tempat perlindungan para pemimpin Israel ikut porak-poranda. Simak fakta-fakta lengkapnya berikut ini!
Kronologi: Malam di Mana Langit Tel Aviv Memerah
Pada Senin malam hingga Selasa dini hari (9-10 Maret 2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan gelombang serangan paling dahsyat dalam Operasi Janji Sejati 4 (True Promise 4). Gelombang ke-31 hingga ke-33 secara berturut-turut diluncurkan, menembus pertahanan udara Israel yang selama ini ditakuti .
Warga Tel Aviv berlarian panik menuju tempat perlindungan saat sirene meraung-raung tanpa henti . Langit kota yang biasanya gemerlap berubah menjadi merah menyala oleh jejak rudal yang melesat. Sejumlah ledakan besar terdengar menggema di berbagai penjuru kota, menandakan bahwa sistem anti-rudal seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow gagal mencegah hantaman telak ini .
George Galloway, politisi Inggris, menyatakan bahwa dunia tidak menyaksikan skala kehancuran sebenarnya akibat sensor ketat Israel. “Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza. Pertahanan udara di atas Tel Aviv tidak lagi beroperasi. Sebanyak 50 rudal balistik menghantam Tel Aviv tadi malam saja,” ungkapnya .
Rudal-Rudal Pemutus Tulang Punggung Israel
Iran tidak main-main dalam serangan ini. Mereka mengerahkan rudal-rudal generasi terbaru yang dirancang khusus untuk menembus pertahanan udara Israel . Berikut adalah daftar arsenal mematikan yang digunakan:

Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigjen Majid Mousavi, menegaskan perubahan taktik besar. “Mulai sekarang, tidak ada rudal dengan hulu ledak kurang dari 1 ton yang akan diluncurkan. Durasi dan level gelombang serangan akan bertambah, dan jangkauannya akan lebih luas,” tegasnya .
Target-Target Strategis: Bukan Sekadar Serangan Seremonial
Serangan gelombang 31 didedikasikan untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, dengan kode “Labbaik Ya Khamenei” . Namun, targetnya sangat spesifik dan strategis.
1. Jantung Tel Aviv
Lebih dari 10 rudal Kheibar Shekan dilaporkan menghantam apa yang disebut IRGC sebagai “jantung Tel Aviv” . Stasiun televisi pemerintah Iran dengan tegas mengatakan serangan ditujukan ke “target di jantung Tel Aviv” .
2. Bunker Bawah Tanah Hancur
Pukulan paling telak adalah hancurnya bunker bawah tanah terbesar di Tel Aviv yang selama ini diyakini sebagai tempat perlindungan aman para pimpinan tertinggi Israel. Rudal Khorramshahr-4 dengan hulu ledak 1,8 ton membuktikan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman. Bunker yang dirancang tahan terhadap senjata nuklir itu kini menyisakan lubang menganga besar dengan bangunan di sekitarnya rata dengan tanah .
3. Bandara Ben Gurion dan Fasilitas Militer
Bandara internasional utama Israel, Ben Gurion, serta pusat-pusat militer di Haifa juga menjadi sasaran rudal Khorramshahr-4 . Fasilitas komunikasi satelit Ha’ela yang menjadi pusat kendali jet tempur Israel juga dilaporkan dihantam drone .
4. Kilang Minyak Haifa
Sebagai balasan atas serangan Israel ke fasilitas minyak Iran, IRGC mengirim drone penghancur ke kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar di Haifa .
Ledakan di Mana-mana: Saksi Mata dan Kondisi Terkini
Wartawan AFP di Tel Aviv melaporkan dua gelombang ledakan yang hampir bersamaan menggema di seluruh kota . Jejak roket menerangi langit hingga ke Netanya, kota di utara Tel Aviv .
- Bangunan Perumahan Hancur: Sebuah proyektil menghantam bangunan tempat tinggal di pinggiran Tel Aviv, memaksa warga mengungsi. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang berkobar akibat puing-puing berjatuhan .
- Lubang Besar di Tanah: Foto-foto dari lokasi menunjukkan kawah besar bekas hantaman rudal, dengan gedung-gedung di sekitarnya rusak parah .
- Korban Jiwa: Meskipun sensor ketat diberlakukan, laporan menyebutkan tim penyelamat kewalahan mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan . Media Israel sendiri mengakui adanya korban luka akibat pecahan rudal .
Perang Informasi: Sensor Ketat dan Manipulasi Media
Salah satu aspek paling kontroversial dari serangan ini adalah upaya Israel menutupi skala kerusakan. George Galloway menuding jaringan berita raksasa seperti CNN, BBC, dan Sky News tunduk pada penyensoran Israel.
“Anda tidak mengetahuinya karena dua alasan. Pertama, siapa pun yang merilis gambar atau video kerusakan di Tel Aviv akan langsung dihukum lima tahun penjara,” tegasnya .
Sumber dari jejaring Galloway di Jalan Sheinkin dan Lapangan Dizengoff menyatakan bahwa kerusakan sangat parah, namun publik global tidak bisa melihatnya .
Respons Israel dan AS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya akan terus menyerang Iran. “Tidak diragukan lagi bahwa dengan tindakan yang telah diambil sejauh ini, kita sedang menghancurkan mereka,” ujarnya, meskipun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya .
Sementara itu, militer Israel mengklaim bahwa sebagian besar rudal berhasil dicegat, namun pengakuan ini bertentangan dengan laporan ledakan di mana-mana dan pernyataan IRGC bahwa rudal mereka menembus pertahanan udara .
Kesimpulan: Titik Balik Perang Modern
Serangan ratusan rudal Iran ke jantung Tel Aviv menandai titik balik dalam sejarah peperangan modern. Untuk pertama kalinya, rudal balistik berhulu ledak super berat berhasil secara konsisten menembus lapisan pertahanan udara Israel yang selama ini dianggap tak tertembus.
Dengan bunker komando hancur, kilang minyak terbakar, dan bandara internasional menjadi target, Israel berada dalam posisi yang sangat tertekan. Iran telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu menyerang, tetapi juga menghancurkan simbol-simbol kekuatan musuh.
Publik dunia kini menanti langkah selanjutnya. Akankah eskalasi ini berakhir dengan gencatan senjata, atau justru akan memasuki babak baru yang lebih mengerikan? Satu hal yang pasti: langit Tel Aviv yang merah menyala akan menjadi kenangan traumatis yang sulit dilupakan.
