User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Saling Serang Rusia-Ukraina Korban Jiwa Berjatuhan: Perang Drone yang Tak Berujung
Saling Serang Rusia-Ukraina Korban Jiwa Berjatuhan: Perang Drone yang Tak Berujung

Saling Serang Rusia-Ukraina Korban Jiwa Berjatuhan

Saling Serang Rusia-Ukraina Dalam satu hari, 12 pekerja tambang tewas di sebuah bus Ukraina, & dua warga sipil terbunuh di sebuah rumah Rusia—keduanya akibat serangan drone yang menjadi senjata utama dalam pertempuran yang telah menelan hampir dua juta korban.

Perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki tahap baru yang brutal, di mana serangan drone yang saling melancar menjadi pemandangan sehari-hari. Serangan-serangan ini tidak lagi hanya menarget fasilitas militer, tetapi juga semakin sering mengenai warga sipil dan infrastruktur kritis, menyebabkan korban jiwa yang terus berjatuhan di tengah upaya diplomasi yang tersendat.

Gelombang Serangan Drone Terkini dan Korban Jiwa

Awal Februari 2026 menjadi saksi gelombang serangan drone berdarah yang hampir simultan:

  • Serangan Rusia di Ukraina: Pada 1 Februari, sebuah drone Rusia menghantam bus yang mengangkut pekerja tambang di dekat Ternivka, wilayah Dnipropetrovsk. Serangan ini menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai 16 lainnya, dengan para korban merupakan karyawan perusahaan energi DTEK. Di hari yang sama, serangan lain di kota Dnipro menewaskan seorang pria dan seorang wanita. Drone Rusia juga dilaporkan menyerang sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia, mengakibatkan setidaknya tujuh orang terluka.
  • Serangan Balasan Ukraina ke Rusia: Sebagai balasan, Ukraina melancarkan serangan drone ke wilayah Belgorod, Rusia. Serangan yang menghantam sebuah rumah di kota Stary Oskol ini menewaskan dua warga sipil.

Konteks Perang: Korban Besar dan Perang Atrisi

Insiden terbaru ini hanyalah bagian kecil dari gambaran perang yang lebih luas dan suram yang telah berlangsung hampir empat tahun. Konflik ini telah berubah menjadi perang atrisi (perang penghabisan) dengan korban jiwa yang sangat besar.

Ringkasan Insiden Serangan Drone Utama (Akhir Januari – Awal Februari 2026)

TanggalLokasi (Negara)SasaranJumlah Korban TewasKeterangan
1 Feb 2026Dnipropetrovsk (Ukraina)Bus pekerja tambang12+16+ terluka.
1 Feb 2026Dnipro (Ukraina)Permukiman sipil2Seorang pria dan wanita.
1 Feb 2026Zaporizhzhia (Ukraina)Rumah sakit bersalin07+ terluka.
1 Feb 2026Stary Oskol (Rusia)Rumah sipil2Balasan Ukraina.
28 Jan 2026Kharkiv (Ukraina)Kereta penumpang5Dikenali sebagai aksi terorisme oleh Presiden Zelenskyy.

Sebuah laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) memprediksi bahwa total korban jiwa militer (tewas, terluka, hilang) dari kedua belah pihak dapat mencapai dua juta orang pada musim semi 2026. Rusia diperkirakan menanggung kerugian yang lebih besar, dengan sekitar 1,2 juta korban (termasuk 325.000 tewas), sementara Ukraina mengalami antara 500.000 hingga 600.000 korban militer. Data ini menunjukkan skala kehancuran yang luar biasa dan tantangan berat bagi kedua negara, terutama Ukraina yang memiliki populasi lebih kecil.

Efektivitas dan Evolusi Drone dalam Pertempuran

Drone telah menjadi tulang punggung strategi kedua negara, dengan efektivitas dan kegunaan yang terus berkembang. Meski Ukraina sering melancarkan serangan balasan ke wilayah Rusia, termasuk sektor energi, Rusia diketahui kerap menggunakan drone untuk menarget infrastruktur energi dan sipil Ukraina. Baru-baru ini, Ukraina juga menuding Rusia menggunakan terminal internet satelit Starlink untuk memandu serangan drone mereka, yang kemudian ditanggapi dengan pembatasan akses oleh pemilik Starlink, Elon Musk.

Ukraina sendiri telah menjadi pelopor dalam revolusi militer berbasis drone. Negeri itu memproduksi sejumlah besar drone dan rudal jelajah yang relatif murah dan akurat, yang memungkinkan mereka menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar. Meski begitu, gempuran Rusia tetap sangat kuat. Pada serangan malam tanggal 1 Februari, Rusia meluncurkan 171 drone penyerang dari berbagai model, meski 157 di antaranya berhasil dinetralisir oleh pertahanan udara Ukraina. Hal ini menunjukkan perlombaan teknologi dan taktik yang terus berlangsung di udara.

Saling Serang Rusia-Ukraina Korban Jiwa Berjatuhan: Perang Drone yang Tak Berujung

Upaya Damai dan Masa Depan yang Suram

Di tengah eskalasi kekerasan, upaya diplomatik tetap berjalan meski penuh tantangan. Perwakilan Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina telah mengadakan pertemuan trilateral di Abu Dhabi. AS melaporkan pembicaraan yang “konstruktif” dengan Rusia, namun isu teritorial—khususnya status wilayah Donetsk dan Luhansk—tetap menjadi hambatan terbesar menuju gencatan senjata. Rusia disebut tetap pada tuntutan maksimalnya untuk menguasai wilayah-wilayah itu.

Situasi diperparah oleh kondisi musim dingin yang ekstrem, dengan suhu yang bisa mencapai -30°C. Rusia dituduh sengaja menargetkan infrastruktur energi Ukraina sebagai strategi “menggunakan musim dingin sebagai senjata” untuk mematahkan semangat rakyat Ukraina. Serangan-serangan ini telah menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran yang mematikan, tidak hanya di Ukraina tetapi juga di Moldova.

Perang Rusia-Ukraina telah berubah menjadi konflik yang menguras sumber daya dan nyawa. Penggunaan drone yang semakin intensif dan mematikan terhadap target sipil menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang dan berliku. Sementara dunia menyaksikan, korban jiwa—baik tentara maupun warga tak bersalah—terus bertambah tanpa kepastian kapan semua ini akan berakhir.

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts