User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Serangan AS ke Iran Tinggal Tunggu Perintah Trump
Serangan AS ke Iran Tinggal Tunggu Perintah Trump

Serangan AS ke Iran Tinggal Tunggu Perintah Trump

Serangan AS ke Iran Dunia menahan napas. Di tengah perundingan nuklir yang alot, militer Amerika Serikat dilaporkan telah berada dalam posisi siap tempur untuk melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini. Satu-satunya yang belum bulat adalah keputusan final dari Presiden Donald Trump, yang masih duduk di kursi panas mempertimbangkan antara perang dan diplomasi. “Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini,” bisik seorang sumber.ย 

Dua kali perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman di Jenewa dan Muscat telah berlangsung. Namun bukannya mereda, ketegangan justru meningkat. Kapal induk terbesar dunia, USS Gerald R. Ford, kini sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln, menciptakan konsentrasi kekuatan laut yang jarang terjadi di kawasan tersebut . Di darat, pesawat-pesawat siluman F-22 Raptor, F-15, F-16, serta pesawat pengisian bahan bakar KC-135 telah diposisikan di pangkalan-pangkalan sekitar .


๐Ÿ•Š๏ธ Babak 1: Diplomasi di Ujung Tanduk, Perundingan Buntu

Para pejabat keamanan nasional AS menggelar pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Rabu (18/2/2026) untuk membahas perkembangan Iran . Ini adalah sinyal bahwa situasi telah mencapai titik genting yang memerlukan keputusan strategis.

Perundingan tidak langsung putaran kedua di Jenewa pada Selasa (16/2/2026) hanya menghasilkan kesepakatan mengenai “prinsip-prinsip panduan” yang samar . Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengakui adanya “sedikit kemajuan,” tetapi dengan nada tegas menambahkan bahwa kedua pihak “masih sangat jauh berbeda dalam beberapa isu” .

Ketidaksepahaman inti terletak pada agenda. Iran bersikeras agar negosiasi hanya membatasi program nuklirnya . Namun, Washington di bawah komando Trump ngotot untuk memperluas pembahasan, termasuk mengenai program rudal balistik Teheran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan .

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 28 Februari mendatang, telah memasang standar sangat tinggi. Ia menuntut setiap kesepakatan harus mencakup penghentian total pengayaan uranium hingga pembongkaran fasilitas dan pengeluaran semua material nuklir dari Iran .

๐Ÿšข Babak 2: Armada Perang di Ambang Pintu

Sementara diplomat berbicara, laras-laras senjata mulai diarahkan. AS saat ini memiliki 13 kapal perang di Asia Barat, termasuk satu kapal induk (USS Abraham Lincoln), sembilan kapal perusak, dan tiga kapal tempur pesisir .

Yang membuat situasi semakin panas adalah kedatangan USS Gerald R. Fordโ€”kapal induk tercanggih dan terbesar di duniaโ€”yang sedang dalam perjalanan dari Karibia menuju kawasan tersebut, dikawal ketat oleh tiga kapal perusak . Kehadiran dua kapal induk raksasa secara bersamaan di Timur Tengah adalah pemandangan yang sangat langka dan biasanya merupakan pertanda akan adanya operasi militer besar.

Kekuatan ini bukan sekadar untuk pamer. Menurut laporan, seluruh armada telah berada dalam posisi siap tempur, dengan perintah yang tinggal menunggu satu kata dari Trump . Seorang pejabat senior AS bahkan menyebut bahwa kekuatan penuh diproyeksikan akan berada di tempat pada pertengahan Maret .

Serangan AS ke Iran Tinggal Tunggu Perintah Trump

๐Ÿ“‹ Rangkuman Kekuatan Militer AS di Sekitar Iran

Jenis KekuatanDetail
Kapal Perang13 kapal total (1 kapal induk, 9 kapal perusak, 3 kapal tempur pesisir) 
Kapal IndukUSS Abraham Lincoln (telah tiba) dan USS Gerald R. Ford (dalam perjalanan) 
Pesawat TempurF-22 Raptor (siluman), F-15, F-16, serta pesawat pengisian bahan bakar KC-135 

๐Ÿง  Babak 3: Dilema Trump Antara Perang dan Damai

Di tengah dentuman persiapan perang, satu orang masih gamang: Presiden Donald Trump. Menurut laporan CNN yang dikutip berbagai media, Trump “secara pribadi telah berdebat baik untuk maupun menentang aksi militer” dan terus meminta pendapat dari para penasihat serta sekutu mengenai langkah terbaik yang harus diambil .

Sumber lain menyebutkan bahwa Trump mendapat pengarahan langsung dari utusan khusus Steve Witkoff dan menantunya, Jared Kushner, mengenai hasil perundingan di Jenewa . Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan final.

Di satu sisi, Trump terus melontarkan ancaman. Dalam unggahan di Truth Social, ia kembali mengisyaratkan serangan, bahkan mengaitkannya dengan pangkalan militer Diego Garcia milik Inggris yang sangat strategis di Samudra Hindia .

Di sisi lain, Gedung Putih masih membuka pintu diplomasi. “Diplomasi selalu menjadi pilihan pertama Presiden,” ujar Karoline Leavitt, seraya menambahkan peringatan, “Iran akan sangat bijak jika mencapai kesepakatan dengan Presiden Trump” .

๐Ÿ›ก๏ธ Babak 4: Respons Iran, Rusia, dan Kekhawatiran Perang Total

Teheran bukannya diam. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, “Kami tidak menginginkan perang,” namun dengan nada yang tak kalah keras, ia mempertanyakan, “Jika mereka memaksakan kehendak, mempermalukan kami, dan menuntut kami menundukkan kepala dengan cara apa pun, haruskah kami menerimanya?” .

Di jalur militer, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menggelar latihan perang di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia, dan bahkan berencana menggelar latihan gabungan dengan Rusia . Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan tajam memperingatkan bahwa di balik kekuatan kapal induk AS, ada “senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut” .

Rusia pun angkat bicara. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov memperingatkan AS bahwa serangan terhadap Iran akan membawaย “konsekuensi berbahaya”ย dan meningkatkan risiko insiden nuklirย . Lavrov menekankan bahwa negara-negara Arab di kawasan juga tidak menginginkan eskalasi yang dapat membalikkan kemajuan diplomatik yang telah dicapaiย .

Potensi Skenario Serangan

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump telah mendapatkan pengarahan mengenai opsi militer, dengan semua opsi dirancang untuk “memaksimalkan kerusakan” . Sebuah skenario bahkan disebut-sebut mencakup kampanye untuk “membunuh puluhan pemimpin politik dan militer Iran” dengan tujuan menggulingkan pemerintahan .

โœ๏ธ Refleksi: Bola di Tangan Trump

Ketegangan saat ini adalah yang tertinggi sejak “Perang 12 Hari” pada Juni 2025 lalu, ketika AS membantu Israel mengebom fasilitas nuklir Iran. Kini, dengan dua kapal induuk di kawasan dan perundingan yang mandek, dunia kembali bertanya: apakah sejarah akan terulang?

Militer AS sudah siap. Sekutu Israel sudah siaga. Opsi serangan sudah di atas meja. Satu-satunya yang belum ada adalah kata “maju” dari panglima tertinggi. Trump masih memegang pena di atas kertas yang bisa menjadi perintah perangโ€”atau sebaliknya, perintah damai.

Sekretaris Pers Gedung Putih menolak untuk menetapkan tenggat waktu bagi Iran . Namun, dengan armada yang terus bergerak dan waktu yang terus berjalan, momentum perang bisa menjadi sulit dihentikan. Seperti kata seorang analis, “kadang-kadang momentum itu agak sulit untuk dihentikan begitu saja” .

Di akhir pekan ini, dunia akan menanti. Apakah Trump akan menarik pelatuk, atau justru menarik napas dan memberi diplomasi kesempatan terakhir? Yang jelas, ketegangan di Timur Tengah belum pernah setajam ini sejak era Perang Teluk.


๐Ÿ‘‰ Pantau terus perkembangan situasi terkini. Artikel ini akan diperbarui secara berkala jika ada keputusan resmi dari Gedung Putih atau perkembangan signifikan dari Teheran.

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *