User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Suriah di Ujung Tanduk: Seberapa Bahaya Buron Teroris ISIS yang Melarikan Diri?
Suriah di Ujung Tanduk: Seberapa Bahaya Buron Teroris ISIS yang Melarikan Diri?

Suriah di Ujung Tanduk: Seberapa Bahaya Buron Teroris ISIS yang Melarikan Diri?

Suriah di Ujung Tanduk Lebih dari 1.500 tahanan ISIS diperkirakan melarikan diri di tengah kekacauan Suriah—ancaman yg oleh para analis disebut sebagai tentara ISIS dalam penjara” yang siap bangkit kembali.

Situasi keamanan di Suriah kembali genting. Negara-negara Barat telah melayangkan peringatan keras kepada pemerintahan di Damaskus mengenai potensi kebangkitan kelompok teror Islamic State (ISIS). Peringatan ini muncul menyusul pelarian massal narapidana teroris dari kamp-kamp penahanan di timur laut Suriah, menciptakan “kevakuman keamanan” yang berbahaya.

Ancaman ini bukan sekadar wacana. Dengan diperkirakan masih ada 2.500 pejuang aktif yang bergerak di Suriah dan Irak, serta ribuan lainnya yang kini bebas, ISIS memiliki fondasi yang cukup untuk kembali melakukan serangan skala besar.

Analisis Ancaman Langsung: Dari Sel Penjara ke Medan Perang

Ancaman paling nyata dan mendesak saat ini berasal dari ribuan mantan pejuang ISIS yang berhasil melarikan diri. Di tengah ketegangan dan transisi kekuasaan antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi dan pasukan pemerintah, celah keamanan terbuka lebar.

  • Skala Pelarian: Angka pastinya simpang siur. Pemerintah Suriah menyebut sekitar 120 orang, sementara sumber Kurdi di lapangan memperkirakan angka yang jauh lebih mengkhawatirkan, yaitu hingga 1.500 orang. Ketidakpastian ini sendiri merupakan indikator lemahnya kendali.
  • “Tentara dalam Penjara”: Sebelum pelarian ini, SDF sudah menahan sekitar 9.000-10.000 pejuang ISIS di fasilitas penjara mereka. Pakar militer AS menjuluki mereka “tentara ISIS dalam penjara”, sebuah pasukan terlatih yang hanya menunggu waktu untuk dibebaskan.
  • Rekam Jejak Kebangkitan: Strategi membebaskan anggota dari penjara bukan hal baru bagi ISIS. Kelompok ini pernah sukses melakukannya di Irak pada 2012-2013, yang menjadi batu loncatan signifikan bagi pembentukan “kekhalifahan” mereka. Serangan besar-besaran terhadap penjara Al-Sina’a di Al-Hasakah pada Januari 2022, yang membebaskan ratusan jihadis, membuktikan bahwa kemampuan dan niat itu masih ada.

Faktor yang Memperparah: Tanah Subur bagi Kebangkitan Teror

Suriah saat ini adalah lingkungan yang nyaris sempurna bagi regenerasi ISIS. Beberapa faktor kunci yang saling terkait menciptakan badai yang sempurna:

  • Fragilitas Politik dan Keamanan: Peta kekuasaan di Suriah pasca-rezim Assad masih sangat terfragmentasi. Pemerintah transisi pimpinan Ahmed al-Sharaa berjuang untuk mengkonsolidasi kekuasaan di tengah beragam kelompok bersenjata dengan agenda sendiri-sendiriVakum kekuasaan di daerah-daerah terpencil, khususnya di gurun Suriah (Badiya Al-Sham), dimanfaatkan ISIS sebagai tempat perlindungan dan basis pelatihan.
  • Kapasitas dan Loyalitas Pasukan Keamanan Baru: Ada keraguan mendalam dari komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat, terhadap kapasitas dan loyalitas pasukan keamanan Suriah yang baru. Para analis memperingatkan bahwa di dalam tubuh aparat mungkin masih ada unsur-unsur yang bersimpati, atau bahkan memiliki “persaudaraan ideologis” dengan jihadis. Pengawasan terhadap kamp tahanan mungkin tidak akan seketat saat di bawah kendali SDF.
  • Kamp dan Penjara sebagai “Bom Waktu”: Selain penjara untuk pejuang pria, kamp seperti Al-Hol dan Roj menampung sekitar 38.000-60.000 wanita dan anak-anak yang terkait ISIS. Kamp-kamp ini telah berubah menjadi sarang radikalisasi, di mana anak-anak muda direkrut ke dalam program “Anak-Anak Kekhalifahan”. Kekerasan, pembunuhan, dan kontrol ideologi oleh loyalis ISIS biasa terjadi di dalamnya.

Perkembangan Terkini dan Pergeseran Aliansi

Lanskap politik Suriah yang berubah dengan cepat turut memengaruhi dinamika ancaman ISIS:

  • Pergeseran Kebijakan AS: Amerika Serikat tampaknya sedang melakukan pergeseran strategis, menjauh dari dukungan lama terhadap SDF Kurdi dan mulai mendekati pemerintahan transisi Suriah. Langkah ini termasuk memindahkan beberapa tahanan ISIS dari Suriah ke Irak untuk meringankan beban keamanan.
  • Suriah Bergabung dengan Koalisi Anti-ISIS: Dalam perkembangan mengejutkan, Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa kini telah bergabung dengan Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS, yang dipimpin AS. Langkah ini, meski sebagian bersifat simbolis, menandai perpindahan blok Suriah dari pengaruh Rusia-Iran ke orbit Barat dan sekutu Teluk.
  • Tantangan Integrasi: Namun, jalan ini tidak mulus. SDF, yang merupakan ujung tombak perang darat melawan ISIS selama ini, enggan berintegrasi sepenuhnya dengan negara karena perbedaan agenda politik, terutama mengenai otonomi Kurdi. Ketegangan ini justru dapat melemahkan front bersama melawan teror.
Suriah di Ujung Tanduk: Seberapa Bahaya Buron Teroris ISIS yang Melarikan Diri?

Persepsi Ancaman: Berbagai Sudut Pandang

Berikut adalah tabel yang merangkum pandangan berbagai pihak mengenai tingkat ancaman ISIS di Suriah:

Pihak / SumberPersepsi AncamanCatatan / Fokus
Negara-Negara Barat (Prancis, Inggris, Jerman, AS)Sangat TinggiMemperingatkan agar setiap “kevakuman keamanan” dihindari untuk mencegah kebangkitan ISIS.
Ilmuwan Politik (André Bank)Minim, tapi belum hilangMenilai ISIS sebagai organisasi global sudah tidak ada, tetapi buron yang melarikan diri tetap ancaman bagi warga sipil Suriah & harus diawasi Eropa.
ICCT & PRIFTinggi dan PersistenMenyoroti kerapuhan Suriah, jumlah pejuang aktif, serta risiko dari penjara/kamp sebagai “bom waktu”.
BNPP IndonesiaBerevolusi menjadi Ancaman GlobalAncaman berubah menjadi teror tanpa wilayah yang diinspirasi secara digital, relevan untuk keamanan nasional Indonesia.

Ancaman Global dan Implikasi bagi Indonesia

Evolusi ISIS pasca-kekhalifahan menjadikannya ancaman yang lebih cair dan global. Mereka telah bertransformasi dari negara teritorial menjadi jaringan ideologis global yang menyebar melalui propaganda digital. Serangan “lone wolf” atau pelaku tunggal yang terinspirasi ISIS, seperti serangan di Bondi, Sydney, pada Desember 2025, menjadi bukti pola ancaman baru ini.

Bagi Indonesia, ancaman ini sangat relevan:

  • Jaringan Lokal: ISIS telah memberi pengaruh signifikan terhadap perkembangan ancaman terorisme di Indonesia, antara lain melalui jaringan seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
  • Dilema Repatriasi: Pemerintah Indonesia menghadapi dilema kompleks mengenai pemulangan ratusan WNI eks-ISIS dan keluarganya dari Suriah. Di satu sisi, ada kekhawatiran mereka membawa “virus terorisme” baru. Di sisi lain, meninggalkan mereka di kamp radikalisasi juga berisiko, dan pemulangan dapat membuka kesempatan untuk pemetaan jaringan dan deradikalisasi.
  • Perbatasan sebagai Pertahanan: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menekankan pentingnya transformasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) menjadi instrumen deteksi dini risiko ideologis, mengintegrasikan data dan teknologi untuk mengantisipasi ancaman lintas batas yang kini banyak mengalir melalui dunia digital.

Kesimpulan

Ancaman buron teroris ISIS di Suriah sangat nyata dan berbahaya, bukan hanya bagi stabilitas regional Timur Tengah tetapi juga memiliki implikasi global, termasuk bagi Indonesia.

Bahaya utama bersumber dari lepasnya ratusan hingga ribuan pejuang terlatih ke dalam lingkungan Suriah yang masih sangat rapuh, ditambah dengan adanya puluhan ribu simpatisan di kamp-kamp yang rentan radikalisasi.

Kesuksesan mencegah kebangkitan ISIS kedua tidak hanya bergantung pada operasi militer, tetapi juga pada stabilitas politik, tata kelola keamanan yang efektif di Suriah, serta kerja sama internasional yang inklusif. Bagi dunia, termasuk Indonesia, kewaspadaan harus ditingkatkan terhadap bentuk ancaman terorisme baru yang lebih terdesentralisasi dan terinspirasi secara digital ini.

Mengingat kompleksitas dan dinamika situasi di Suriah, apakah ada aspek spesifik dari ancaman terorisme global atau kebijakan keamanan nasional Indonesia yang ingin Anda ketahui lebih dalam?

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *