Taiwan Siaga Penuh Meski perayaan Imlek membawa suasana libur, militer Taiwan memastikan kewaspadaan tetap pada level tertinggi dengan latihan gabungan yang memamerkan senjata canggih dan konsep pertahanan terkini.
Saat warga Taiwan bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2026, angkatan bersenjata setempat justru meningkatkan kesiapan tempur. Pada 27 Januari 2026, militer Taiwan menggelar latihan gabungan besar di Chiayi, yang secara khusus dirancang untuk menguji dan memamerkan kemampuan respons cepat terhadap ancaman selama masa libur panjang.
Latihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah demonstrasi kekuatan yang menampilkan teknologi pertahanan terbaru Taiwan di tengah ketegangan kawasan yang terus berlanjut.
Mengintip Latihan “Kesiapan Tempur Langsung” di Chiayi
Latihan yang digelar di bawah komando Korps Angkatan Darat ke-10 ini melibatkan beberapa unit elit dari Distrik Operasi ke-5. Latihan ini mengadopsi skenario “Latihan Kesiapan Tempur Langsung”, mensimulasikan respons terhadap ancaman musuh yang mendadak.
Berikut adalah gambaran singkat tentang latihan tersebut:
Transformasi Kekuatan dengan “Empat Keunggulan Baru”
. Salah satu sorotan utama adalah integrasi drone untuk misi pengintaian dan serangan, yang merevolusi medan pertempuran modern.
Selain itu, latihan ini juga mensimulasikan penggunaan sistem artileri presisi jarak jauh seperti HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System). HIMARS memungkinkan pasukan melakukan serangan balasan jarak jauh dan mendukung kawasan lain dengan cepat, menunjukkan kemampuan “pukulan mendalam” Taiwan.
Militer Taiwan juga terus meningkatkan persenjataannya dengan sistem canggih seperti howitzer M109A7 Paladin, berbagai sistem drone dan anti-drone, serta rudal anti-tank Javelin dan TOW 2B.
Konteks Regional: Latihan di Tengah Ketegangan yang Terus Menerus
Latihan ini berlangsung dalam konteks ketegangan yang belum mereda di Selat Taiwan. Militer China secara rutin melakukan aktivitas di sekitar Taiwan, yang dianggap Taipei sebagai taktik “zona abu-abu” untuk melelahkan dan menguji respons pertahanan Taiwan.
Menanggapi hal ini, militer Taiwan tidak hanya mengandalkan latihan khusus seperti di Chiayi, tetapi juga menggelar latihan gabungan tahunan Han Kuang yang lebih luas, yang mencakup simulasi perang dan latihan ketahanan sipil.
Ketegangan memuncak baru-baru ini ketika China melakukan latihan militer besar “Misi Adil 2025” di sekitar Taiwan pada akhir Desember 2025, yang disebut Beijing sebagai “peringatan keras“. Taiwan menanggapi dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan tempur, menunjukkan pola tindakan dan reaksi yang terus berlanjut di kawasan tersebut.

A[Latar Belakang<br>Ketegangan Regional] --> B[**Latihan Taiwan**<br>27 Jan 2026 di Chiayi]
A --> C[**Latihan China**<br>“Misi Adil 2025” Des 2025]
B --> D[**Tujuan & Skenario**<br>Uji “Kesiapan Tempur Langsung”<br>Hadapi ancaman mendadak]
B --> E[**Teknologi Kunci**<br>HIMARS, Drone,<br>Integrasi darat-udara]
B --> F[**Pesan Publik**<br>Jamin keamanan warga<br>selama Imlek]
D & E & F --> G[**Transformasi Militer Taiwan**<br>“Empat Keunggulan Baru”<br>Pelatihan, Pemikiran,<br>Peralatan, Teknologi]
C --> H[**Pesan China**<br>"Peringatan Keras"<br>untuk "kekuatan separatis"]
G & H --> I[**Dinamika Strategis**<br>Peningkatan kemampuan vs.<br>tekanan & deterensi<br>di Selat Taiwan]
Pesan Kesiapsiagaan di Momen Perayaan
Di balik manuver militer yang kompleks, terdapat pesan yang jelas kepada publik Taiwan. Seperti ditegaskan dalam pernyataan resmi, meskipun masyarakat berlibur, “tentara nasional akan tetap menjaga keamanan negara 24 jam setiap hari” agar rakyat dapat merayakan Imlek dengan damai.
Pesan ini juga disampaikan oleh Korps Angkatan Darat ke-10, yang menekankan bahwa seluruh personel akan tetap berada di pos mereka selama Tahun Baru Imlek, dan berharap rakyat menjadi pendukung terbaik bagi tentara.
Latihan di Chiayi dengan demikian memiliki makna ganda: sebagai uji kemampuan operasional nyata sekaligus sebagai simbol komitmen dan pengorbanan angkatan bersenjata untuk menjamin keamanan kedaulatan dan kenyamanan warganya di momen penting bersama keluarga. Di tengah dinamika keamanan regional yang kompleks, Taiwan terus menunjukkan keseriusannya dalam mempertahankan diri.
