User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Trump Tuduh Rudal Iran Hantam Sekolah, Bellingcat Ungkap Bukti Justru AS Dalangnya
Trump Tuduh Rudal Iran Hantam Sekolah, Bellingcat Ungkap Bukti Justru AS Dalangnya

Trump Tuduh Rudal Iran Hantam Sekolah, Bellingcat Ungkap Bukti Justru AS Dalangnya

Trump Tuduh Rudal Iran Hantam Sekolah Sebuah kontroversi internasional meledak di tengah panasnya konflik Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tegas menyalahkan Iran atas serangan rudal yang menghancurkan sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari lalu. Namun, investigasi mendalam yang dilakukan oleh kelompok jurnalisme investigatif ternama, Bellingcat, justru mengungkap fakta sebaliknya. Bukti video dan analisis ahli menunjukkan bahwa rudal yang menghantam sekolah tersebut adalah Tomahawk buatan AS—senjata yang hanya dimiliki militer Amerika dalam perang ini. Simak fakta-fakta mengejutkannya berikut ini!

Tragedi Minab: 175 Nyawa Melayang, Sebagian Besar Anak-anak

Pada hari pertama serangan besar-besaran AS-Israel ke Iran, 28 Februari 2026, dunia dikejutkan dengan laporan mengerikan dari Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Sebuah sekolah dasar putri bernama Shajareye Tayabeh (atau Shajarah Tayyebeh) hancur lebur akibat serangan rudal .

Karena hari itu adalah hari kerja di Iran, para siswi sedang berada di dalam kelas saat rudal menghantam . Akibatnya, sedikitnya 175 orang tewas, dengan sebagian besar korban adalah anak-anak berusia sekitar 10 tahun . Jenazah yang hancur berkeping-keping menyulitkan proses identifikasi. Foto-foto satelit menunjukkan kerusakan parah pada bangunan sekolah, sementara video amatir memperlihatkan warga berjibaku menggali reruntuhan mencari korban selamat .

Klaim Trump: “Itu Dilakukan oleh Iran”

Di tengah duka yang mendalam, Presiden Donald Trump justru melontarkan tuduhan kontroversial. Ketika ditanya wartawan The New York Times pada Sabtu (7/3/2026) apakah AS bertanggung jawab atas pemboman sekolah yang menewaskan puluhan anak-anak itu, Trump dengan tegas membantah dan menuding Iran sebagai dalangnya.

“Tidak. Menurut pendapat saya dan berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran,” ujar Trump .

Trump menambahkan bahwa Iran “sangat tidak akurat” dengan munisi mereka, mengisyaratkan bahwa rudal Iran meleset dan menghantam sekolahnya sendiri . Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang berdiri di samping Trump saat itu langsung menimpali bahwa Pentagon sedang menyelidiki insiden tersebut, namun menegaskan, “satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran” .

Trump Tuduh Rudal Iran Hantam Sekolah, Bellingcat Ungkap Bukti Justru AS Dalangnya

Bellingcat Buka Suara: Video 3 Detik yang Membongkar Kebohongan

Klaim Trump segera mendapat bantahan keras dari para penyelidik independen. Bellingcat, kelompok investigatif yang terkenal dengan analisis open-source intelligence (OSINT), merilis temuan mereka pada 8 Maret 2026 yang secara langsung “kontradiksi” dengan pernyataan presiden AS .

Rahasianya terletak pada sebuah video berdurasi tiga detik yang baru dirilis oleh kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency . Dalam video tersebut, tampak sebuah proyektil jatuh menghantam sebuah bangunan, diikuti kepulan asap hitam yang bercampur dengan asap dari serangan sebelumnya di kompleks yang sama.

Analisis Ahir Bellingcat

Trevor Ball, seorang peneliti Bellingcat yang juga mantan teknisi disposisi bahan peledak Angkatan Darat AS, berhasil menggeolokasi video tersebut ke sebuah lokasi di dekat sekolah Minab—sesuatu yang juga dilakukan oleh Associated Press . Ball kemudian mengidentifikasi munisi dalam video tersebut secara spesifik: rudal jelajah Tomahawk (Tomahawk cruise missile.

Identifikasi ini sangat krusial. Dalam perang yang sedang berkecamuk, hanya militer AS yang diketahui memiliki dan menggunakan rudal Tomahawk . Israel, sekutu utama AS, tidak mengoperasikan rudal jenis ini.

Bukti Tambahan dari The New York Times: Waktu Bertepatan dengan Serangan ke Pangkalan IRGC

Investigasi lebih mendalam dilakukan oleh The New York Times. Tim visual investigations mereka, yang dipimpin Malachy Browne, mengumpulkan berbagai bukti: video yang diverifikasi, citra satelit, dan unggahan media sosial . Hasilnya menguatkan temuan Bellingcat.

Jenis BuktiTemuan Utama
Video SeranganRudal Tomahawk menghantam klinik medis di pangkalan IRGC 
Timeline SeranganSekolah dihantam saat yang sama dengan pangkalan, asap membumbung dari area sekolah sebelum rudal ke-2 jatuh 
Citra Satelit (Planet Labs)6+ bangunan pangkalan hancur akibat serangan presisi; sekolah mengalami kerusakan struktural berat 
Analisis AhliWes Bryant: Kerusakan konsisten dengan “serangan presisi”, kemungkinan “misidentifikasi target” (salah sasaran) 

Lokasi yang Menjadi Petunjuk Kuat

Faktor lain yang memberatkan AS adalah lokasi sekolah itu sendiri. Sekolah Shajareye Tayabeh terletak tepat di sebelah pangkalan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) . Pangkalan inilah yang menjadi target utama serangan AS. Analisis citra satelit menunjukkan setidaknya enam bangunan di dalam pangkalan hancur akibat serangan presisi yang terjadi pada waktu bersamaan dengan hancurnya sekolah .

Seorang analis keamanan nasional dan mantan perwira AU AS, Wes Bryant, menyebut pola kehancuran ini sebagai “serangan target presisi seperti di buku panduan” (textbook precision target strikes). Menurutnya, penjelasan paling mungkin adalah sekolah menjadi “target yang salah identifikasi”—artinya, pasukan penyerang tidak menyadari bahwa bangunan yang mereka hantam adalah sekolah yang dipenuhi anak-anak .

Pengakuan Tak Langsung Pejabat AS

Meskipun Trump dan pejabat Pentagon membantah secara terbuka, sejumlah petunjuk mengarah pada pengakuan diam-diam atas tanggung jawab AS.

  1. Investigasi Internal Pentagon: Peluncuran investigasi oleh militer AS atas insiden ini merupakan indikasi kuat. Menurut pedoman Pentagon sendiri, investigasi semacam itu dimulai setelah ada penentuan awal bahwa militer AS mungkin menanggung kesalahan .
  2. Pengakuan Anonim: Seorang pejabat AS yang tidak berwenang berbicara di depan publik mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan itu “kemungkinan besar dilakukan AS” .
  3. Pernyataan Jenderal Caine: Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, secara terbuka mengakui bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln meluncurkan rudal Tomahawk di sepanjang pantai selatan Iran, termasuk di sekitar Selat Hormuz, pada hari yang sama dengan tragedi Minab . Sebuah peta yang ditunjukkannya bahkan menunjukkan area yang mencakup Minab sebagai target dalam 100 jam pertama operasi .

Israel Membantah, Hanya AS yang Punya Tomahawk

Pihak Israel dengan tegas membantah melakukan serangan di wilayah Minab. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa target mereka adalah pemerintah Iran, bukan rakyat Iran, dan tidak ada laporan serangan Israel di selatan Isfahan, yang berjarak 800 km dari Minab .

Bantahan ini memperkuat kesimpulan bahwa AS adalah satu-satunya pihak yang mungkin bertanggung jawab. Seperti dikatakan analis senjata Sam Lair dari James Martin Center, karakteristik visual rudal dalam video—bentuk cruciform dengan sayap di tengah dan sirip ekor—hanya cocok dengan rudal Tomahawk, dan ukurannya yang besar mengesampingkan kemungkinan munisi AS lainnya seperti GBU-69B .

Pelanggaran Hukum Internasional?

Para pakar hukum internasional angkat bicara. Janina Dill, profesor hukum perang dari Oxford University, menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil seperti sekolah merupakan pelanggaran serius.

“Penyerang berkewajiban untuk melakukan segala hal yang memungkinkan untuk memverifikasi status objek yang ditargetkan,” tulisnya .

Bahkan jika serangan itu akibat kesalahan identifikasi—dan penyerang mengira sekolah masih bagian dari pangkalan militer—itu tetap merupakan “pelanggaran yang sangat serius terhadap hukum internasional” . Mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Beth Van Schaack, menambahkan, “Mengingat kemampuan intelijen AS, mereka seharusnya tahu ada sekolah di dekat sana” .

Kesimpulan

Tragedi di Minab meninggalkan luka mendalam bagi 175 keluarga yang kehilangan orang tercinta. Di tengah duka, pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab sempat menjadi perang narasi. Namun, investigasi forensik digital oleh Bellingcat, The New York Times, CNN, dan media lainnya telah berhasil mengungkap fakta di balik asap perang: rudal Tomahawk AS, bukan rudal Iran yang tidak akurat, yang menghancurkan sekolah dan merenggut nyawa anak-anak tersebut .

Klaim Presiden Trump yang cepat-cepat menyalahkan Iran kini terbantahkan oleh bukti video, analisis ahli, citra satelit, dan bahkan pengakuan internal militer AS sendiri. Kasus Minab menjadi pengingat pahit bahwa dalam perang modern, kebenaran sering menjadi korban pertama, dan anak-anak yang paling tidak bersalahlah yang paling menderita.

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *