Trump Umumkan Kunjungan Bersejarah ke Venezuela Hanya dalam waktu 40 hari, hubungan Amerika Serikat dan Venezuela berubah 180 derajat. Dari operasi militer yg menculik Presiden Nicolas Maduro, kini Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kunjungan kenegaraan yang akan menjadi momen bersejarah: untuk pertama kalinya sejak 1997, seorang presiden AS akan menginjakkan kaki di Venezuela. “Hubungan kami saat ini angka 10,” puji Trump kepada pemimpin baru Venezuela, Delcy Rodriguez .
🎙️ Pengumuman Kejutan di Tengah Pujian untuk Pasukan Khusus
Pengumuman mengejutkan ini disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (13/2/2026), tepat sebelum ia berangkat ke Markas Militer Fort Bragg, North Carolina . Di sana, ia bertemu langsung dengan pasukan khusus yang terlibat dalam operasi penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada 3 Januari lalu .
Dengan nada percaya diri, Trump berkata singkat namun padat: “Saya akan mengunjungi Venezuela” . Meski demikian, ia mengaku “belum memutuskan” tanggal pasti kunjungan tersebut .
Kunjungan Bersejarah setelah 29 Tahun
Jika terealisasi, ini akan menjadi kunjungan pertama presiden AS ke Venezuela sejak Bill Clinton pada 1997 . Sebuah perubahan drastis mengingat selama masa pemerintahan pertama Trump (2017-2021), ia justru menjatuhkan sanksi berat yang melumpuhkan ekonomi negara minyak tersebut .
🇻🇪 Dari Penculikan Maduro ke Pelukan dengan Rodriguez
Agar memahami betapa radikalnya perubahan ini, kita perlu melihat ke belakang—tepatnya 40 hari sebelumnya.
Pengakuan Resmi Pemerintahan Baru
Ketika ditanya apakah AS kini mengakui pemerintahan Delcy Rodriguez sebagai pemerintah resmi Venezuela, Trump menjawab dengan tegas: “Ya, kami telah melakukannya. Kami berurusan dengan mereka” .
Ini merupakan perubahan sikap yang signifikan. Sebelumnya, pejabat Trump menyatakan tidak mengakui legitimasi pemerintahan sementara Rodriguez . Kini, Trump memuji Rodriguez dengan penuh antusias:
“Mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa. Minyaknya keluar, dan banyak uang yang dibayarkan.”
Bahkan, Trump memberi nilai “10” untuk hubungan AS-Venezuela saat ini .
🛢️ Minyak: Jantung Normalisasi Hubungan
Di balik perubahan sikap yang dramatis ini, satu kata menjadi kunci: minyak.
Kunjungan Menteri Energi Jadi Pembuka Jalan
Sehari sebelum pengumuman Trump, Menteri Energi AS Chris Wright telah berada di Caracas dan bertemu dengan Rodriguez di Istana Miraflores . Dalam konferensi pers bersama yang disiarkan televisi pemerintah Venezuela, Wright menyampaikan pesan langsung dari Trump:
“Saya membawa pesan dari Presiden Trump. Dia berkomitmen penuh untuk secara absolut mengubah hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela, sebagai bagian dari agenda yang lebih luas untuk membuat Amerika Hebat lagi.”
Wright menjanjikan “peningkatan dramatis” produksi minyak Venezuela serta peningkatan penggunaan sumber daya energi lainnya .
Investasi Raksasa dan Pengendalian Hasil Minyak
Trump sendiri telah menyatakan ingin menarik investasi asing senilai $100 miliar ke Venezuela . Ia juga mengklaim Venezuela telah menyerahkan hampir 50 juta barel minyak ke AS, yang akan dijual dengan harga pasar untuk kepentingan kedua negara .
Yang kontroversial, Trump menyatakan bahwa hasil penjualan itu akan “dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat” . Pemerintah AS juga akan mengelola aset-aset tersebut dalam bentuk custody untuk kepentingan Venezuela .
📜 Embargo Dicabut, Perusahaan Minyak Mulai Masuk
Pada Jumat yang sama, Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) mengumumkan pelonggaran sanksi terbesar sejak penculikan Maduro .
Dua lisensi umum diterbitkan:
- Lisensi pertama memungkinkan Chevron, BP, Eni, Shell, dan Repsol untuk melakukan operasi minyak dan gas lebih lanjut di Venezuela .
- Lisensi kedua mengizinkan perusahaan asing menandatangani kontrak investasi baru dengan PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela .
Syarat ketat yang diberlakukan:
- Semua pembayaran royalti minyak dan gas harus masuk ke rekening yang ditunjuk Departemen Keuangan AS .
- Kontrak tidak boleh melibatkan Rusia, Iran, China, atau entitas milik warga negara tersebut .
Menteri Energi Wright menyatakan bahwa embargo minyak AS terhadap Venezuela, yang berlaku sejak 2019, kini “pada dasarnya telah berakhir” .
👥 Tanggapan dan Kontroversi
Reaksi Perusahaan Minyak
Juru bicara Chevron, satu-satunya perusahaan AS yang bertahan di Venezuela setelah kepergian ExxonMobil dan ConocoPhillips, menyambut positif kebijakan ini:
“Lisensi Umum yang baru, ditambah dengan perubahan terbaru dalam Hukum Hidrokarbon Venezuela, merupakan langkah penting untuk memungkinkan pengembangan lebih lanjut sumber daya Venezuela bagi rakyatnya dan untuk memajukan keamanan energi regional.”
Namun, analis memperingatkan bahwa investasi skala besar tidak akan mengalir tanpa stabilitas politik dan jaminan hukum yang jelas .
Kritik dari Dalam Negeri
Di dalam negeri, langkah Trump menuai kritik tajam dari kubu Demokrat. Senator Adam Schiff dari California meluncurkan Venezuela Oil Proceeds Transparency Act yang dirancang untuk memaksa audit non-partisan atas hasil penjualan minyak Venezuela .
“Selama berbulan-bulan, pemerintahan Trump mengklaim bahwa operasi militernya di Karibia bertujuan menghentikan narkoba, tetapi tujuannya kini jelas: ini tentang merebut minyak Venezuela dan mengisi kantong industri minyak,” kecam Schiff .
Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer, yang ikut mensponsori RUU tersebut, menegaskan: “Rakyat Amerika berhak tahu apa yang terjadi dengan uang yang diterima dari pembayaran minyak Venezuela ini” .
Kecaman Internasional
Para ahli PBB mengkritik pengaruh AS atas sumber daya alam Venezuela sebagai pelanggaran hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri (right to self-determination) . Pakar hukum juga menyebut operasi penculikan Maduro sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, terlepas dari apakah Washington menganggap Maduro sebagai pemimpin sah atau tidak .
🔮 Masa Depan Hubungan AS-Venezuela
Kunjungan Trump yang direncanakan ini akan menjadi ujian nyata bagi “babak baru” hubungan kedua negara. Beberapa pertanyaan masih menggantung:
- Apa status Delcy Rodriguez? Meski Trump mengakuinya sebagai mitra, Rodriguez sendiri dalam wawancara dengan NBC News pekan ini masih menyebut Maduro sebagai “presiden sah” Venezuela . Pemerintahan sementaranya mungkin hanya dianggap sebagai interim oleh Washington.
- Bagaimana nasib Maduro? Ia masih menanti pengadilan di New York atas tuduhan perdagangan narkoba. Pemerintahan baru di Caracas tampaknya telah “move on” dengan bekerja sama penuh dengan AS.
- Akankah investasi mengalir deras? Target ambisius Trump sebesar $100 miliar masih jauh dari realistis tanpa stabilitas politik jangka panjang dan kepastian hukum .
- Apa reaksi negara Amerika Latin lain? Klaim Trump tentang doktrin baru “Make the Americas Great Again” dan implementasi “Donroe Doctrine” (versinya dari Monroe Doctrine) dapat menimbulkan ketegangan baru di kawasan.
📌 Kesimpulan: Babak Baru yang Kontroversial
Perjalanan Trump ke Venezuela, jika terwujud, akan menjadi simbol paling nyata dari transformasi hubungan kedua negara: dari sanksi dan permusuhan, menjadi kemitraan erat yang dibangun di atas minyak dan kepentingan ekonomi bersama.
Namun, fondasi kemitraan ini rapuh. Di satu sisi, ada legitimasi pemerintahan Rodriguez yang dipertanyakan. Di sisi lain, ada kritik bahwa AS sedang menjalankan “kolonialisme sumber daya alam versi modern” dengan mengendalikan hasil minyak Venezuela dari jarak jauh.
Yang jelas, Trump tidak ragu memuji pencapaiannya:
“Kami bekerja sama sangat erat. Perusahaan minyak besar kami mulai masuk… Hubungan yang kami miliki dengan Venezuela saat ini sangat kuat.”
Bagi Venezuela, ini adalah awal dari era baru—entah sebagai kebangkitan ekonomi atau justru babak baru ketergantungan pada raksasa utara. Bagi AS, ini adalah bukti bahwa doktrin “America First” bisa berarti “America Controls” sumber daya tetangganya.
Dan bagi dunia, ini adalah pengingat bahwa dalam politik internasional, sahabat dan musuh bisa berganti dalam sekejap—terutama jika ada minyak di antaranya.
👉 Pantau terus perkembangan rencana kunjungan bersejarah Trump ke Venezuela. Akankah ini menjadi awal kemakmuran baru atau justru sumber konflik berkepanjangan? Kita tunggu bersama.
