Update Banjir Jakarta Per Kamis malam 23-01-2026, banjir yang dipicu hujan deras melanda Jakarta, dengan puncaknya mencapai 143 RT terdampak pada siang hari. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 19.00 WIB, sebanyak 121 RT dan 16 ruas jalan masih tergenang air. Situasi ini menunjukkan perbaikan dari kondisi pukul 15.00 WIB yang mencatat 140 RT tergenang, dan menunjukkan tren penyurutan yang makin jelas pada pukul 22.00 WIB menjadi 81 RT.
Wilayah terdampak tersebar di seluruh kota administratif di DKI, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 15 sentimeter hingga lebih dari 1 meter.
Peta Sebaran Titik Banjir per Wilayah
Data berikut merupakan rincian wilayah yang masih terdampak banjir per pukul 19.00 WIB:
Kronologi dan Penyebab: Dari Hujan ke Luapan Sungai
Banjir kali ini disebabkan oleh kombinasi curah hujan sangat tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis, 22 Januari 2026, serta luapan sejumlah sungai utama di ibu kota.
- Perkembangan Cepat: Kondisi memburuk dengan cepat. Dari hanya 15 RT yang terendam pada Kamis siang (22/1), jumlahnya melonjak drastis menjadi 143 RT pada Jumat siang (23/1) pukul 12.00 WIB. Titik tertinggi genangan (120 cm) tercatat di Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat.
- Faktor Penyebab: Selain hujan deras, luapan beberapa sungai menjadi pemicu utama di wilayah tertentu. Kali Angke meluap di Jakarta Barat, Kali Krukut dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan, serta Kali Ciliwung di beberapa titik di Jakarta Selatan dan Timur. Di Petogogan, Jakarta Selatan, luapan Kali Krukut diperparah oleh insiden tanggul jebol sepanjang sekitar 7 meter yang membutuhkan penanganan darurat menggunakan 1.300 karung pasir.
Dampak pada Warga dan Upaya Penanganan
- Pengungsian: Ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar di sejumlah titik, terutama di Jakarta Barat (seperti di Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Jelambar), Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Mereka ditampung di fasilitas seperti masjid, aula rusunawa, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan gedung PAUD.
- Gangguan Transportasi: Sebanyak 16 ruas jalan masih tergenang hingga sore hari, menghambat arus lalu lintas. Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain Jl. Daan Mogot KM 13 di Jakarta Barat (30 cm), Jl. Kebon Pala II di Jakarta Timur (60-75 cm), dan Jl. Pulo Raya IV di Petogogan, Jakarta Selatan (50 cm).
- Respons Pemerintah: BPBD DKI Jakarta bersama dengan dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat telah dikerahkan untuk memantau genangan, melakukan penyedotan air, dan memperbaiki saluran serta infrastruktur yang rusak. Bantuan kebutuhan dasar juga disiapkan untuk warga terdampak.

Tren Penyurutan dan Wilayah yang Sudah Normal
Memasuki malam hari, kondisi banjir mulai menunjukkan tren perbaikan yang signifikan. Per pukul 22.00 WIB, jumlah RT yang terendam berkurang menjadi 81 RT dan ruas jalan menjadi 15 ruas.
Beberapa wilayah yang sebelumnya terdampak parah telah dinyatakan surut, antara lain:
- Jakarta Selatan: Kuningan Barat (8 RT), Pela Mampang (9 RT), Petogogan (26 RT), Ulujami (8 RT), dan Pondok Pinang (4 RT).
- Jakarta Pusat: Bendungan Hilir (5 RT).
- Jakarta Timur: Sebagian Kampung Melayu, Makasar, dan Pinang Ranti.
Penyurutan ini adalah hasil dari upaya penanganan darurat yang intensif dan berangsur berkurangnya intensitas hujan.
Apa yang Perlu Dilakukan Warga?
BPBD DKI Jakarta terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan atau cuaca ekstrem yang mungkin masih terjadi. Beberapa langkah yang dapat diambil:
- Hindari berjalan atau berkendara melalui genangan air yang dalam dan deras.
- Pantau informasi resmi dari BPBD DKI Jakarta dan instansi terkait.
- Segera hubungi layanan darurat 112Â yang beroperasi 24 jam jika membutuhkan bantuan evakuasi atau mengalami kondisi darurat.
Dengan upaya bersama dan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan dampak banjir ini dapat segera teratasi sepenuhnya dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.
