Video Bahlil Mewajibkan Semua Menteri – Ketua Umum Partai Golkar viral di media sosial. Isinya tegas: seluruh kader Golkar yg duduk di kabinet Presiden Prabowo Subianto wajib maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2029. Bukan sekadar imbauan, pernyataan ini menjadi instruksi resmi partai yang mengubah peta politik internal sekaligus sinyal keras bahwa di era Bahlil, “jatah” kekuasaan tanpa kerja elektoral tidak akan ditoleransi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara Pengukuhan Akademi Partai Golkar dan Sarasehan Perkaderan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (13/2/2026) malam . Di hadapan para kader, ia dengan lantang menegaskan bahwa jabatan menteri bukanlah hak istimewa yang bisa didapat tanpa kontribusi nyata bagi partai.
🎯 “Besok Saya Akan Wajibkan”: Isi Pernyataan Bahlil
Dalam pidatonya yang kemudian dipotong dan menyebar luas di media sosial, Bahlil dengan tegas menyatakan:
“Besok saya akan wajibkan, semua kader Partai Golkar yang ada di Kabinet, kalau aturan memungkinkan dan insyaallah memungkinkan, itu kita (kader Golkar) semua turun ikut caleg. Membesarkan partai ini. Loh harus kerja dong!” .
Ia menyoroti fenomena kader yang hanya ingin menjadi menteri tetapi enggan berkiprah dalam pemilihan legislatif. Menurut Bahlil, politik bukanlah soal pembagian jatah kekuasaan.
“Caleg enggak, menteri mau. Gimana coba? Enggak bisa, dia harus kerja dong. Gitu. Enggak bisa. Enggak ada jatah-jatahan,” tegasnya .
Bagi Bahlil, keberanian turun ke lapangan dalam kontestasi elektoral adalah bukti seorang petarung sejati. “Kalau petarung, ya turun bermain di lapangan, jangan cuma omon-omon,” sindirnya .
📋 Siapa Saja yang Terkena Kewajiban Ini?
Saat ini, Partai Golkar memiliki perwakilan yang cukup signifikan di Kabinet Merah Putih. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyebutkan ada delapan menteri, tiga wakil menteri, serta satu Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang merupakan kader Golkar .
Mereka inilah yang menjadi sasaran instruksi Bahlil. Sarmuji mengonfirmasi bahwa arahan ketua umum tersebut bersifat mengikat.
“Jadi anggota DPR RI yang sekarang akan maju lagi, termasuk menteri-menteri dari Golkar juga akan maju sebagai caleg 2029. Itu semua sesuai arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, sepanjang tidak melanggar aturan insyaallah menteri-menteri akan maju sebagai legislatif,” ujar Sarmuji .
| Jabatan | Jumlah Kader Golkar |
|---|---|
| Menteri | 8 orang |
| Wakil Menteri | 3 orang |
| Gubernur Lemhannas | 1 orang |
| Total | 12 orang |
Sumber: Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji
🧠 Filosofi “PDLT”: Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, Tidak Tercela
Di balik instruksi keras ini, Bahlil memiliki filosofi kepemimpinan yang ia sebut PDLT: Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela . Menurutnya, kader yang memenuhi kualifikasi tersebut akan diprioritaskan dalam struktur dan jabatan politik.
“Dia yang diprioritaskan kalau itu baik. Itu aja. Itu baru bisa kita survive, itu baru kita bisa kompak,” terangnya .
Dengan mewajibkan para menteri ikut nyaleg, Bahlil ingin menguji sejauh mana dedikasi dan loyalitas mereka kepada partai. Sebab, menjadi menteri adalah amanah negara, tetapi menjadi caleg adalah kontribusi langsung untuk membesarkan partai.
📈 Target Besar: Tambah Kursi di 2029
Langkah ini tidak bisa dilepaskan dari target ambisius Partai Golkar pada Pemilu 2029: menambah perolehan kursi di DPR RI .
Saat ini, Golkar memiliki 102 kursi di DPR RI. Angka ini sebenarnya sudah meningkat dari 85 kursi pada Pemilu 2019, tetapi Bahlil mengingatkan sejarah kelam partainya pasca era Akbar Tandjung.
“Pasca Bang Akbar (Tandjung) itu, kan, dua kali pemilu. Pemilu 1999 ketika Partai Golkar mau dibubarkan, dia masih nomor dua. 2004 kita langsung nomor satu. Setelah itu, turun terus. Turun terus. Ini baru naik lagi,” papar Bahlil .
Target yang ia pasang sederhana namun menantang: nambah kursi. Ukuran keberhasilan ketua umum partai, menurut Bahlil, adalah kemampuannya menaikkan perolehan suara dan kursi di pemilu .
| Pemilu | Perolehan Kursi Golkar |
|---|---|
| 2019 | 85 kursi |
| 2024 | 102 kursi |
| 2029 (target) | > 102 kursi |
🗺️ Bahlil Sendiri Ikut Bertarung: Nyaleg dari Papua
Bahlil tidak hanya menyuruh, ia sendiri memberi contoh. Ia telah mendeklarasikan diri akan maju sebagai caleg dari daerah pemilihan (dapil) Papua .
Alasannya personal sekaligus strategis. Papua adalah kampung halamannya, tempat ia dibesarkan . Lebih penting lagi, Golkar saat ini tidak memiliki satu pun kursi di dapil Papua .
“Saya nyaleg dari Papua karena di sana kampung saya,” ujarnya singkat .
Ini menjadi tantangan sekaligus bukti bahwa ia serius ingin membesarkan partai di wilayah timur Indonesia. “Dan kalau petarung, ya turun bermain di lapangan,” tegasnya .
🛡️ Fatsun Politik: Jangan Serang Pemerintah dan Sesama Kader
Di samping instruksi nyaleg, Golkar juga baru saja menetapkan empat fatsun atau etika politik yang harus dipatuhi seluruh kader :
Fatsun ini relevan dengan instruksi nyaleg, karena para menteri Golkar kelak akan bersaing dalam pemilu, tetapi tetap dilarang saling serang. Mereka harus menjaga soliditas partai sekaligus mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran.
🎯 Target Pemilih Muda: 72 Persen Suara di Tangan Generasi Muda
Salah satu alasan Bahlil memaksa kader turun ke lapangan adalah perubahan demografi pemilih. Pada Pemilu 2029, jumlah pemilih usia 17 hingga 50 tahun diprediksi mencapai 72 persen dari total pemilih .
“Tidak ada cara lain, Golkar harus melakukan strategi inovatif untuk merebut simpati pemilih mayoritas tersebut,” ujar Bahlil saat berkunjung ke Kalimantan Utara .
Dengan turunnya para menteri dan kader senior ke dapil masing-masing, diharapkan Golkar bisa lebih dekat dengan pemilih muda dan membangun koneksi langsung. Konsolidasi hingga tingkat kecamatan menjadi kunci .
🔍 Analisis: Apa Makna Instruksi Ini?
1. Menutup Celah “Jatah Menteri”
Di masa lalu, tak jarang kader partai mendapatkan kursi menteri tanpa melalui proses elektoral yang berat. Bahlil ingin mengubah budaya itu. Dengan mewajibkan nyaleg, ia memastikan bahwa setiap kader yang menduduki jabatan strategis telah teruji di medan laga pemilu.
2. Memperkuat Basis Elektoral
Para menteri Golkar umumnya memiliki popularitas dan akses sumber daya. Jika mereka turun gunung sebagai caleg, potensi perolehan suara partai bisa meningkat signifikan. Ini sejalan dengan target menambah kursi di 2029.
3. Membangun Kader Petarung
Bahlil ingin mencetak kader yang tidak hanya nyaman di kursi empuk kekuasaan, tetapi juga siap bertarung memperebutkan suara rakyat. Filosofi “petarung turun ke lapangan” menjadi roh dari instruksi ini.
4. Menepis Ambisi Pribadi
Dengan menyatakan diri hanya ingin jadi caleg, Bahlil secara tidak langsung menutup spekulasi bahwa ia akan maju di Pilpres 2029 . Ia ingin fokus pada tugasnya sebagai ketua umum: menaikkan kursi partai, bukan mengejar kursi presiden.
🎬 Kesimpulan: Era Baru Politik Golkar
Instruksi Bahlil yang mewajibkan semua menteri Golkar maju sebagai caleg pada Pemilu 2029 menandai era baru dalam politik Partai Beringin. Ini adalah pernyataan tegas bahwa jabatan publik harus diraih melalui kontestasi elektoral, bukan sekadar jatah bagi-bagi kursi.
Dengan target menambah kursi DPR, fokus pada pemilih muda, dan penerapan fatsun politik yang ketat, Golkar sedang mempersiapkan diri untuk menjadi kekuatan utama dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029 dan seterusnya.
“Tidak ada jatah-jatahan. Harus kerja dong!” Kalimat Bahlil ini akan menjadi slogan yang terus bergema di internal partai. Dan dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat apakah strategi ini berbuah manis berupa peningkatan kursi di Senayan.
Bagi para menteri Golkar yang selama ini sibuk di pemerintahan, saatnya bersiap turun gunung. Medan pertempuran sesungguhnya telah menanti: dapil masing-masing, Pemilu 2029.
👉 Bagaimana menurut Anda? Apakah kebijakan mewajibkan menteri maju caleg ini akan memperkuat atau justru mengganggu kinerja mereka di kabinet? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!
