User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml

Site icon Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

WN Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Dgn Leher Terikat

WN Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotal Labuan Bajo, 14-02-2026 – Liburan seorang turis asal Kanada di surga wisata Indonesia berakhir tragis. Marc Lamy, pria berusia 62 tahun, ditemukan tewas di kamar hotelnya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan lilitan tali di leher. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.


🆔 Identitas Korban: Wisatawan Senior Asal Kanada

Korban adalah Marc Lamy, warga negara Kanada kelahiran Shwinigan, 2 November 1964 . Pria berusia 62 tahun ini tiba di Indonesia pada 12 Februari 2026 melalui Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, menggunakan penerbangan SCOUT TR 292 dari Singapura dengan visa on arrival .

Menurut informasi dari pihak imigrasi, korban datang ke Indonesia tanpa memiliki penjamin dan tidak ada catatan mengenai tujuan spesifik kunjungannya ke Labuan Bajo . Ia tercatat check-in di Green Hill Boutique Hotel pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WITA dan dijadwalkan menginap selama tiga malam hingga 14 Februari 2026 .


⏱️ Kronologi: Dari Check-In hingga Ditemukan Tewas

Berdasarkan keterangan pihak hotel dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polres Manggarai Barat, berikut kronologi lengkapnya:

Waktu (WITA)Peristiwa
Kamis, 12 Februari 2026, 19.00Korban tiba di hotel, melakukan registrasi, dan diantar security ke kamar nomor 11 .
22.00Petugas piket malam berpapasan dengan korban yang baru kembali dari luar hotel menuju kamarnya. Tidak ada hal mencurigakan .
23.00Korban kembali terlihat keluar kamar membawa kantong plastik hitam, lalu masuk lagi beberapa menit kemudian masih dengan kantong plastik hitam .
Jumat, 13 Februari 2026, 02.00 (perkiraan)Waktu perkiraan kematian berdasarkan pemeriksaan awal tim medis .
14.15Petugas kebersihan atau pihak hotel menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa. Tim identifikasi Polres Manggarai Barat tiba di lokasi dan mulai melakukan olah TKP .
14.35Olah TKP selesai. Jenazah korban dibawa ke RSUD Komodo untuk pemeriksaan lebih lanjut .
16.30Jenazah tiba di RSUD Komodo dan langsung dibawa ke ruang jenazah .

🔍 Temuan di TKP: Lilitan Tali di Leher Tanpa Tanda Kekerasan Lain

Tim Inafis Polres Manggarai Barat yang melakukan olah TKP di kamar nomor 11 Green Hill Boutique Hotel tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan di seluruh tubuh korban, kecuali satu detail penting: bekas lilitan tali di leher .

Beberapa temuan lain di lokasi:

  1. Surat kontak darurat – Tim menemukan selembar kertas bertuliskan nama dan alamat kontak darurat: Caroline Bedard, 2595 Rue Lapuinte Quebec Qc Canada GIW – IA9, 418 – 456 – 6083 . Diduga ini adalah keluarga atau kerabat korban yang perlu dihubungi.
  2. Tidak ada barang berharga yang hilang – Meski tidak disebutkan secara eksplisit, tidak ada laporan mengenai barang-barang korban yang raib, mengindikasikan bahwa motif perampokan mungkin tidak menjadi prioritas dalam penyelidikan awal.
  3. Kondisi kamar – Tidak dijelaskan secara detail, namun tidak disebut adanya tanda-tanda perusakan atau perkelahian.

Pertanyaan besar yang masih menggantung: Apakah lilitan tali di leher itu akibat tindak kriminal (pembunuhan), kecelakaan, ataukah tindakan yang disengaja oleh korban sendiri? Polisi belum mengambil kesimpulan.


🏥 Pemeriksaan Medis: Autopsi Masih Berlangsung

Jenazah Marc Lamy kini berada di RSUD Komodo untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian . Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi lengkap sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Kapolres Manggarai Barat melalui tim humas belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun dari keterangan tidak resmi, penyidik masih mendalami sejumlah kemungkinan:


🌏 Labuan Bajo: Destinasi Wisata Berduka

Labuan Bajo, pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo yang terkenal dengan satwa purba komodo, adalah salah satu destinasi super prioritas Indonesia. Setiap tahun, ribuan turis mancanegara, termasuk dari Kanada, Australia, dan Eropa, mengunjungi wilayah ini untuk menikmati keindahan alam bawah laut, bukit-bukit eksotis, dan tentunya komodo.

Tragedi ini tentu menjadi pukulan bagi citra pariwisata Labuan Bajo yang selama ini dikenal aman dan ramah wisatawan. Namun, pihak berwenang memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

Yang perlu digarisbawahi: Insiden ini adalah kasus terisolasi. Belum ada laporan mengenai ancaman serupa atau gangguan keamanan lainnya terhadap wisatawan di Labuan Bajo. Masyarakat dan wisatawan diimbau tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan.


📢 Imbauan: Hormati Proses Hukum dan Privasi Keluarga

Pihak kepolisian mengimbau publik untuk tidak menyebarkan spekulasi liar yang dapat mengganggu proses penyelidikan. Keluarga korban di Kanada juga berhak mendapatkan ketenangan di tengah duka yang sedang mereka alami.

Beberapa poin penting:

Jika ada informasi yang relevan dan dapat membantu penyelidikan, masyarakat dapat melaporkannya langsung ke Polres Manggarai Barat.


🕯️ Refleksi: Di Balik Setiap Tragedi, Ada Kehidupan yang Berharga

Marc Lamy, 62 tahun, warga Kanada, datang ke Indonesia mungkin dengan penuh sukacita, ingin menikmati matahari tropis dan keajaiban alam Nusa Tenggara Timur. Takdir berkata lain. Di kamar hotel nomor 11, Green Hill Boutique Hotel, hidupnya berakhir dengan misteri yang belum terpecahkan.

Kita belum tahu apakah ini kecelakaan, tindakan kriminal, atau sesuatu yang lain. Yang pasti, ada keluarga di Quebec yang menanti kabar, dan kini menerima kabar duka.

Kita tunggu hasil investigasi polisi. Semoga keadilan dan kebenaran segera terungkap. Sampai saat itu tiba, mari kita hargai prosesnya, dan hargai kehidupan yang telah pergi.

Selamat jalan, Marc. Semoga damai di alam sana.


👉 Ikuti terus perkembangan kasus ini melalui kanal resmi Polres Manggarai Barat atau media terpercaya. Jangan mudah percaya pada rumor yang belum terverifikasi.

Exit mobile version