User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml

Site icon Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Banjir Melanda Jakarta Hujan Tak Juga Mereda 154 RT Terendam & Solusi Jangka Panjang Dicari

Banjir Melanda Jakarta Ketika hujan tak henti-hentinya mengguyur, Jakarta kembali berjuang melawan banjir. Dari 154 RT yang terendam hingga respons tertinggi pemerintah, inilah potret lengkap dan akar masalah Ibu Kota yang harus dihadapi.

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak dini hari Kamis, 22 Januari 2026, tak kunjung mereda hingga keesokan harinya, membuat sejumlah wilayah Ibu Kota kembali berubah menjadi danau. Hujan ekstrem yang diprediksi Badai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung selama delapan jam ini memicu genangan dan banjir di berbagai titik, mengganggu aktivitas warga dan menguji ketangguhan sistem tata air kota.

Situasi yang terus memburuk ini mendorong respons cepat dari berbagai level pemerintahan, mulai dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang memperketat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang tengah berada di Swiss untuk membentuk tim khusus menangani banjir Jawa secara terintegrasi.

📊 Data Terbaru: Sebaran Banjir hingga Tengah Malam

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per Jumat, 23 Januari 2026 pukul 00.00, dampak banjir semakin meluas.

Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak:

Wilayah AdministrasiJumlah RT TerdampakContoh Kelurahan & Ketinggian Air
Jakarta Selatan55 RTPetogogan (50 cm), Cipulir (90 cm)
Jakarta Barat38 RTRawa Buaya (45-150 cm), Kedoya Selatan (80 cm)
Jakarta Timur30 RTKampung Melayu (75-100 cm), Bidara Cina (40-60 cm)
Jakarta Pusat29 RTKaret Tengsin (30-70 cm)
Jakarta Utara2 RTKapuk Muara (40 cm)
Total154 RT dan 20 ruas jalan

BPBD DKI terus mengimbau warga untuk memantau kondisi terkini melalui laman pantaubanjir.jakarta.go.id dan segera menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 jika membutuhkan pertolongan darurat.

⛈️ Puncak Curah Hujan & Peringatan Dini BMKG

Situasi ini terjadi dalam periode puncak curah hujan. BPBD DKI telah mengeluarkan peringatan status “Awas” untuk periode 22-23 Januari 2026, dengan potensi hujan intensitas sangat lebat hingga ekstrem. Peringatan dilanjutkan dengan status “Siaga” untuk tanggal 24 Januari 2026, dengan prakiraan hujan lebat hingga sangat lebat.

Merespons hal ini, Gubernur Pramono Anung menyatakan telah meningkatkan frekuensi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi dua kali dalam sehari, bekerja sama dengan BMKG dan pemerintah pusat.

🏙️ Di Balik Genangan: Mengurai Benang Kusut Masalah Banjir Jakarta

Meski hujan ekstrem menjadi pemicu langsung, berbagai analisis menunjukkan bahwa banjir Jakarta adalah masalah struktural yang kompleks:

  1. Sistem Drainase yang Tak Memadai: Studi di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, menemukan bahwa daya tampung saluran drainase eksisting jauh lebih kecil dari debit banjir rencana. Saluran yang ada hanya mampu menampung 0.31 – 2.434 m³/detik, sementara debit banjir yang harus ditampung bisa mencapai 2.649 m³/detik. Masalah diperparah oleh sedimentasi, penumpukan sampah, dan sistem saluran yang sering kali tercampur dengan limbah rumah tangga.
  2. Masalah Khusus Jakarta Utara: Kawasan pesisir menghadapi tantangan ganda: penurunan tanah (land subsidence) akibat eksploitasi air tanah dan beban bangunan, serta ancaman banjir rob. Penurunan tanah yang bersifat permanen menyebabkan banyak area berada di bawah permukaan laut, membuat sistem drainase dan tanggul yang ada semakin tidak efektif.
  3. Berkurangnya Daerah Resapan: Dalam rapat koordinasi di Istana, Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi mengungkap fakta mencengangkan: dari sekitar 1.000 situ (danau kecil) di kawasan Jabodetabek, kini hanya tersisa sekitar 200. Hilangnya area resapan ini secara drastis mengurangi kemampuan alamiah tanah menyerap air hujan.

🛠️ Respons & Langkah ke Depan: Dari Tanggap Darurat hingga Grand Design

Pemerintah pusat dan daerah melakukan berbagai langkah, mulai dari penanganan darurat hingga perencanaan jangka panjang:

Banjir Jakarta bukan sekadar tentang air yang tak bisa mengalir, melainkan cerminan dari tata kelola ruang, infrastruktur, dan lingkungan yang perlu diperbaiki secara fundamental. Solusi jangka pendek seperti operasi modifikasi cuaca dan pemompaan tetap dibutuhkan, namun tanpa perbaikan menyeluruh pada akar masalah, siklus tahunan banjir akan terus berulang.

Exit mobile version