User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml
Gelombang Drone dan Rudal Rusia Hantam Kyiv, Infrastruktur Sipil Rusak dan Jutaan Warga Membeku
Gelombang Drone dan Rudal Rusia Hantam Kyiv, Infrastruktur Sipil Rusak dan Jutaan Warga Membeku

Gelombang Drone & Rudal Rusia Hantam Kyiv, Infrastruktur Sipil Rusak dan Jutaan Warga Membeku

Gelombang Drone & Rudal Rusia Hantam Kyiv, Ukraina – Ibu kota Ukraina kembali mengalami malam-malam horor di tengah musim dingin yang membekukan. Serangan udara masif Rusia yang dilancarkan pada pekan ketiga Januari 2026 telah menghantam Kyiv dengan ratusan drone dan puluhan rudal, menargetkan infrastruktur energi dan merusak bangunan sipil. Akibatnya, lebih dari setengah penduduk kota yang berjumlah sekitar 3,6 juta jiwa itu terperangkap dalam kegelapan dan kedinginan ekstrem, dengan pasokan listrik, pemanas, dan air terputus saat suhu udara anjlok hingga minus 14 derajat Celsius.

Serangan beruntun ini, yang oleh pejabat Ukraina digambarkan sebagai salah satu yang terkuat sejak perang dimulai, tidak hanya menyebabkan kerusakan material tetapi juga mengakibatkan korban jiwa dan memunculkan krisis kemanusiaan akut di tengah cuaca yang sangat tidak bersahabat.

Detail Serangan: Skala dan Intensitas yang Mencengangkan

Menurut laporan Angkatan Udara Ukraina, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran pada 20-24 Januari 2026. Serangan ini melibatkan ratusan senjata udara dengan variasi yang mengkhawatirkan.

  • Pada 20 Januari, Rusia dilaporkan meluncurkan 339 drone dan 33 rudal dalam satu serangan malam. Intelijen Ukraina memperkirakan biaya serangan tunggal ini untuk Rusia mencapai 10,2 miliar rubel (sekitar $131 juta).
  • Pada 24 Januari, gelombang serangan lain dilancarkan, mencakup 375 drone dan 21 rudal dari berbagai jenis. Pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 15 rudal dan 357 drone, namun beberapa masih berhasil menerobos dan menyebabkan kerusakan.

Senjata-senjata yang digunakan termasuk rudal jelajih Kh-101, rudal balistik Iskander, rudal anti-kapal Zircon yang dialihfungsikan, serta drone kamikaze Shahed buatan Iran yang telah menjadi momok. Serangan ini secara khusus berfokus pada sistem energi Kyiv, yang sudah sangat terpukul setelah bertahun-tahun menjadi sasaran.

Dampak pada Warga Sipil: Krisis di Tengah Embun Beku

Dampak serangan terhadap penduduk Kyiv bersifat langsung dan parah. Target infrastruktur energi telah mengubah kehidupan sehari-hari menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.

Pemadaman dan Kekurangan Pemanas:
Presiden Volodymyr Zelenskyy melaporkan bahwa setelah serangan, hampir 60% ibu kota mengalami pemadaman listrik dan sekitar 4.000 blok hunian—hampir separuh dari total bangunan di Kyiv—kehilangan pemanas. Wali Kota Vitali Klitschko menyebut lebih dari setengah juta warga telah meninggalkan kota sepanjang Januari akibat kondisi yang tidak tertahankan.

Kondisi Hidup yang Sangat Berat:
Dengan suhu yang jauh di bawah titik beku, warga terpaksa mencari cara apa pun untuk menghangatkan diri. Banyak keluarga mengenakan pakaian dalam termal dan selimut tebal di dalam apartemen mereka, menggunakan senter dan lampu dongeng untuk penerangan, serta mengandalkan makan malam dengan cahaya lilin. Stasiun-stasiun metro kembali berfungsi sebagai tempat perlindungan umum.

Korban Jiwa dan Luka-luka:
Setiap gelombang serangan membawa korban manusia. Serangan pada 20 Januari menewaskan sedikitnya satu pria berusia 50 tahun di dekat Kyiv. Sementara serangan pada 24 Januari menyebabkan satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka di ibu kota.

Gelombang Drone & Rudal Rusia Hantam Kyiv, Infrastruktur Sipil Rusak dan Jutaan Warga Membeku

Perbandingan Serangan Udara Masif Rusia di Kyiv (Januari 2026)

Tanggal SeranganJumlah Senjata Udara (Drone & Rudal)Korban Jiwa (di Kyiv)Dampak Infrastruktur Utama
20 Januari 2026339 drone + 33 rudalMinimal 1 tewasKerusakan berat pada jaringan listrik & pemanas; separuh kota tanpa pemanas.
24 Januari 2026375 drone + 21 rudal1 tewas, 4 lukaGangguan listrik, pemanas, dan pasokan air; kebakaran di beberapa lokasi.

Konteks Strategis dan Tanggapan Internasional

Serangan terhadap infrastruktur sipil, terutama pada musim dingin, bukanlah taktik baru dalam konflik ini. Sejak tahun 2022, Rusia telah secara sistematis menargetkan sektor energi Ukraina, sebuah tindakan yang oleh banyak pihak di Barat dinilai sebagai kejahatan perang karena dampaknya yang menghancurkan bagi penduduk sipil. PBB mengecam serangan-serangan ini, dengan Komisaris Tinggi HAM Volker Türk menuduh Rusia mengabaikan konsekuensi yang meluas bagi masyarakat sipil.

Tujuan strategis dari taktik ini, sebagaimana dianalisis oleh Kementerian Pertahanan Inggris, adalah untuk mendemoralisasi populasi dan memaksa kepemimpinan Ukraina untuk menyerah. Namun, sejauh ini upaya ini dianggap gagal mencapai tujuannya.

Di tengah gempuran, Ukraina mendesak sekutu-sekutunya untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya. Presiden Zelenskyy secara khusus menyoroti kinerja yang kurang optimal dalam menghadapi drone Shahed dan menyatakan kebutuhan mendesak akan sistem anti-rudal balistik seperti PAC-3. Sementara itu, di tingkat diplomatik, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dua pejabat militer Rusia terkait serangan terhadap infrastruktur sipil Ukraina.

Ketahanan di Tengah Kehancuran

Meski menghadapi kondisi yang sangat sulit, semangat masyarakat Ukraina, khususnya di Kyiv, tetap terlihat. Titik-titik “Ketangguhan” (Invincibility Points) yang didirikan di sekolah dan perpustakaan tetap berfungsi sebagai tempat bagi warga untuk menghangatkan diri, mengisi daya perangkat, dan mendapatkan bantuan dasar. Layanan darurat dan tim reparasi bekerja tanpa henti, meski kerusakan yang terjadi sering kali lebih parah dari perkiraan dan perbaikan menjadi sangat sulit.

Serangan udara masif Rusia terhadap Kyiv pada Januari 2026 menjadi pengingat suram tentang sifat konflik yang sedang berlangsung, di mana penderitaan warga sipil digunakan sebagai alat perang. Ketahanan infrastruktur Ukraina telah diuji hingga batasnya, tetapi ketahanan warganya dalam menghadapi kegelapan dan hawa dingin yang membekukan terus menjadi simbol perlawanan yang tak terpadamkan. Nasib ibu kota, dan seluruh Ukraina, kini sangat bergantung pada kemampuan pertahanan udaranya dan keteguhan dukungan dari komunitas internasional.

author

Clara Host Berita Akurat

Pencarian Berita Akurat 2026 Berakhir Di Sini. Update Terkini & Terverifikasi Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *