Langit Teheran Membara Untuk pertama kalinya dalam sejarah, langit ibu kota Iran, Teheran, berubah menjadi medan pertempuran yang mencekam. Militer Israel (IDF) mengklaim telah mencapai superioritas udara di atas Teheran setelah melancarkan gelombang serangan habis-habisan yang menargetkan jantung pemerintahan dan infrastruktur milik Republik Islam. Gedung penyiaran negara (IRIB) dilaporkan hancur, sebuah rumah sakit ikonik di utara kota luluh lantak, dan kepulan asap hitam membumbung tinggi di berbagai penjuru kota, menandai eskalasi terbesar dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengahย .
Superioritas Udara dan Gelombang Serangan “Singa Mengaum”
Dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu (1/3/2026), IDF mengumumkan bahwa Angkatan Udara mereka telah melaksanakan lebih dari 700 sorti dan menembakkan “ribuan” amunisi dalam waktu 24 jam untuk “membuka jalan” menuju ibu kota Iran. Operasi ini diberi nama sandi “Singa Mengaum” (Roaring Lion) .
Juru bicara IDF, Effie Defrin, menjelaskan bahwa serangan tersebut menargetkan puluhan pusat komando di Teheran, termasuk fasilitas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), divisi intelijen, pusat komando Angkatan Udara, dan unit keamanan internal. Lebih dari 100 jet tempur dikerahkan dalam operasi skala besar ini. “Pesan untuk Iran sangat jelas: kami dapat mencapai target mana pun,” tegas Defrin, memperingatkan bahwa “tidak ada yang kebal” .
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pidatonya yang dramatis dari atap markas militer Kirya di Tel Aviv, menyatakan bahwa serangan akan terus diintensifkan. “Pasukan kami kini menghantam jantung Teheran dengan intensitas yang meningkat, dan ini hanya akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang,” ujar Netanyahu. Ia secara eksplisit mengakui dukungan penuh dari Presiden AS Donald Trump dan militer Amerika dalam operasi ini. “Kombinasi kekuatan ini memungkinkan kami melakukan apa yang telah lama saya cari selama 40 tahun,” tambahnya, merujuk pada keinginannya untuk menyerang Iran secara tegas .
Darah dan Bara di Ibu Kota
Dampak serangan terlihat nyata dan mengerikan. Sebuah rekaman yang beredar luas menunjukkan kepulan asap tebal membubung di atas kompleks penyiaran negara,ย Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB)ย , setelah dihantam rudal. Meskipun media pemerintah berupaya terus mengudara, serangan ini merupakan pukulan simbolik yang sangat telak terhadap mesin propaganda rezimย .

Yang lebih memilukan, serangan dilaporkan juga menghantam fasilitas sipil. Kantor berita ISNA melaporkan bahwa Rumah Sakit Gandhi di utara Teheran, sebuah fasilitas kesehatan terkemuka, ikut menjadi sasaran. Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan puing-puing berserakan di lantai rumah sakit, di antara kursi roda yang hancur, dan pasien berhamburan dievakuasi. Dua orang saksi di kawasan Jalan Gandhi mengonfirmasi bahwa rumah sakit tersebut mengalami kerusakan signifikan . Ketika dikonfirmasi, IDF menyatakan tidak mengetahui adanya serangan terhadap fasilitas tersebut, sementara AS mengatakan sedang memeriksa laporan itu .
Di selatan Iran, sebuah tragedi kemanusiaan terjadi. Sebuah rudal menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, menewaskan sedikitnya 153 orang, sebagian besar adalah siswi-siswi belia. Jaksa setempat membenarkan peristiwa nahas ini .
Hantaman ke Puncak Kepemimpinan
Gelombang serangan ini bukanlah kejutan belaka. Serangan ini merupakan kelanjutan dari operasi gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi keamanan dan militer lainnya di Tehran . Presiden AS Donald Trump, dalam wawancaranya dengan Fox News, mengklaim bahwa “48 pemimpin Iran tewas dalam satu serangan” dan ofensif tersebut berjalan sangat positif .
Kematian Khamenei telah menciptakan kekosongan kekuasaan yang monumental. Sebuah dewan transisi yang terdiri dari Ayatollah Alireza Arafi, Presiden Masoud Pezeshkian, dan kepala peradilan Gholam-Hossein Mohseni-Ejeโi segera dibentuk untuk memimpin negara hingga pemimpin baru terpilih .
Badai Balasan, Wilayah Membara
Seperti yang dijanjikan, Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan balasan besar-besaran yang mereka sebut sebagai “operasi ofensif paling intens”. Gelombang demi gelombang rudal dan drone Iran menghujani Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Teluk .
- Di Israel:ย Sembilan orang tewas ketika sebuah rudal menghantam sebuah sinagoge di Beit Shemesh, sebelah barat Yerusalem. Sebanyak 45 lainnya dilaporkan terluka. Total, sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas di Israel akibat serangan rudal Iranย .
- Di Teluk:ย Pangkalan-pangkalan AS di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak menjadi sasaran rentetan rudal. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasiย tiga tentara Amerika tewasย dan lima lainnya luka serius dalam serangan yang dinamai “Operasi Epic Fury” iniย . Bandara-bandara internasional di Dubai dan Kuwait porak-poranda akibat serangan atau puing-puing intersepsi, memicu kepanikan massal di kalangan penumpangย .
Dunia Menahan Napas, Trump Isyaratkan Diplomasi?
Dengan dua kekuatan regional yang saling menghantam, dunia internasional terpukul. Air India terpaksa membatalkan 50 penerbangan internasional dan mengalihkan rute penerbangan ke Eropa dan Amerika Utara untuk menghindari wilayah konflik . Harga minyak dunia diprediksi akan melonjak tak terkendali, mengingat Selat Hormuz, jalur vital sepertiga minyak dunia, berada dalam kondisi tidak aman .
Di tengah kobaran api perang, muncul secercah isyarat diplomatik yang tak terduga. Presiden Trump dalam wawancara dengan The Atlantic mengungkapkan bahwa para pemimpin baru Iran “ingin berbicara” dan ia telah menyetujuinya. “Mereka seharusnya melakukannya lebih cepat,” kata Trump, meskipun ia enggan merinci kapan dan dengan siapa ia akan berbicara . Namun, Garda Revolusi Iran masih terus mengobarkan api balas dendam, membuat prospek perdamaian masih teramat jauh.
โจ Penutup: Jalan Terjal Menuju Masa Depan yang Tak Menentu
Serangan Israel yang terus berlanjut di jantung Teheran, disertai gumpalan asap yang membumbung tinggi, telah membuka babak baru yang sangat kelam dalam sejarah Timur Tengah. Dengan tewasnya pemimpin tertinggi, hancurnya infrastruktur militer dan sipil, serta janji pembalasan dari kedua belah pihak, konflik ini telah melewati ambang batas yang selama ini ditakuti dunia.
Pernyataan Trump tentang tawaran diplomasi mungkin memberi secercah harapan, namun di tengah hiruk-pikuk rudal dan duka yang mendalam, jalan menuju perdamaian tampak begitu terjal dan berdarah. Satu hal yang pasti, langit Teheran yang dipenuhi asap adalah saksi bisu dari awal mula perang besar yang akan menentukan masa depan kawasan dan dunia.
๐ Bagikan artikel ini untuk terus mengikuti perkembangan dramatis konflik Iran-Israel yang memanas setiap jamnya.
