Mojtaba Khamenei Diterbangkan KeRusia Misteri keberadaan dan kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, akhirnya mulai terkuak. Sejak ditunjuk menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu, Mojtaba tak pernah sekalipun muncul di publik. Kini, laporan eksklusif dari media Kuwait Al-Jarida mengungkap fakta mengejutkan: Mojtaba diam-diam telah diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer Kremlin untuk menjalani operasi serius atas luka yang dideritanya . Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut turun tangan langsung menawarkan bantuan medis ini . Simak fakta-fakta lengkapnya!
Operasi Rahasia di Istana Kepresidenan Rusia
Berdasarkan laporan Al-Jarida yang mengutip sumber tingkat tinggi yang dekat dengan pemimpin tertinggi Iran, operasi evakuasi ini berlangsung sangat rahasia dan dramatis . Berikut kronologinya:
Sumber tersebut menjelaskan bahwa keputusan memindahkan Mojtaba ke Rusia diambil karena luka yang dideritanya membutuhkan “rumah sakit dengan fasilitas lengkap, tindak lanjut medis yang ketat, serta pemantauan khusus“ —sesuatu yang mustahil didapat di Iran yang terus dibombardir . Selain itu, Israel secara terbuka menyatakan akan memburu pemimpin baru Iran tersebut, membuat situasi keamanan di dalam negeri semakin genting .

Seberapa Parah Luka Mojtaba?
Sejak serangan 28 Februari, spekulasi tentang kondisi Mojtaba terus berkembang. Berikut rangkuman informasi dari berbagai sumber:
Meskipun ada laporan tentang kondisi serius, Iran bersikukuh bahwa pemimpin mereka baik-baik saja. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah kabar miring tersebut. “Pemimpin revolusi dalam kondisi kesehatan yang baik dan sepenuhnya mengelola situasi,” tegasnya . Ia juga menegaskan Mojtaba telah mengeluarkan pernyataan dan menjalankan tugas sesuai konstitusi .
Respons Kremlin: No Comment!
Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Kremlin enggan angkat bicara. Juru bicara Dmitry Peskov dengan tegas menolak mengomentari laporan yang beredar. “Kami tidak mengomentari laporan semacam itu dengan cara apa pun,” ujarnya dalam konferensi pers di Moskow, Senin (16/3/2026) .
Sikap bungkam ini justru semakin memicu spekulasi bahwa operasi rahasia tersebut memang benar adanya.
Siapa Pengendali di Balik Layar?
Keheningan Mojtaba dan ketiadaan rekaman video atau audio dari pidato perdananya memicu kecurigaan lain: mungkin ia tidak sendirian dalam mengambil keputusan. Seorang sumber Iran yang dekat dengan kalangan reformis mengatakan kepada Al-Jarida, ada kecurigaan besar bahwa pidato pertama Mojtaba yang dibacakan presenter TV sebenarnya ditulis oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani .
Pasalnya, kalimat-kalimat dalam pidato tersebut identik dengan pernyataan-pernyataan Larijani sebelumnya. Sumber itu bahkan mengklaim, Mojtaba tidak diberi tahu tentang pidato tersebut sebelum dibacakan di TV . Jika benar, ini mengindikasikan adanya semacam “dewan wali” atau bahkan “pemimpin bayangan” yang menjalankan roda pemerintahan di balik layar.
Analisis: Antara Luka Perang dan Perang Informasi
Kisah Mojtaba Khamenei menjadi episode menarik dalam konflik Timur Tengah yang semakin kompleks. Di satu sisi, luka fisik yang dideritanya adalah dampak nyata dari perang terbuka. Namun di sisi lain, bagaimana informasi tentang kondisinya dikelola—antara Iran yang menutup rapat, AS yang mengklaim “cacat,” Israel yang mengintai, dan Rusia yang menawarkan bantuan—adalah bagian dari perang informasi yang tak kalah sengit.
Satu hal yang pasti, pemimpin baru Iran saat ini berada di luar negeri, dalam perawatan negara sahabat (Rusia), di tengah perang dengan musuh bebuyutan (AS-Israel). Kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Republik Islam Iran. Apakah Mojtaba akan segera kembali dan menunjukkan diri ke publik? Atau justru akan memimpin dari “pengasingan” di Moskow? Publik dunia menanti babak selanjutnya dari drama ini.
