User-agent: * Disallow: Sitemap: https://beatlesonline.com/sitemap.xml

Site icon Pencarian berita akurat 2026 Anda berakhir di sini. Akses update perdana & informasi terverifikasi seputar berita terbaru, ekonomi, dan teknologi.

Trump Hajar Presiden Israel yang Tak Ampuninya Netanyahu, Hubungan Sekutu Memanas

Trump Hajar Presiden Israel Sebuah serangan verbal yg tidak biasa terjadi di panggung politik internasional. Presiden Amerika Serikat secara terbuka melontarkan kritik keras kepada Isaac Herzog, menyebutnya “memalukan” dan “harus malu pada diri sendiri” karena menolak memberikan grasi (pengampunan) kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kasus korupsi yang menjeratnya . Serangan ini tidak hanya memicu ketegangan diplomatik antara dua sekutu dekat, tetapi juga membuka tabir dalamnya intervensi AS dalam urusan domestik Israel.

Pernyataan keras ini disampaikan Trump di Kantor Oval, sehari setelah ia menjamu Netanyahu selama tiga jam di Gedung Putih . Dalam kesempatan itu, Trump dengan lantang memuji Netanyahu sebagai “perdana menteri masa perang yang luar biasa” dan mengecam keras sikap Herzog .

“Anda punya seorang presiden yang menolak memberinya grasi. Dia harus malu pada dirinya sendiri,” ujar Trump kepada para wartawan. “Presiden punya kekuatan untuk memberikan grasi. Dia tidak mau melakukannya, karena saya kira dia takut kehilangan kekuasaannya… Dia memalukan karena tidak memberikannya” . Trump bahkan menyerukan publik Israel untuk ikut menekan Herzog .


🏛️ Latar Belakang: Kasus Korupsi yang Membelit Netanyahu

Untuk memahami akar dari tekanan ini, kita perlu melihat kasus hukum yang menjerat Netanyahu. Ia merupakan perdana menteri pertama dalam sejarah Israel yang menghadapi dakwaan pidana saat masih menjabat . Proses persidangannya dimulai pada tahun 2020 .

Berikut adalah tiga berkas utama yang menjadi dakwaan terhadap Netanyahu:

Nama KasusIsi Dakwaan
File 1000Menerima hadiah mewah (cerutu dan sampanye) dari pengusaha kaya sebagai imbalan atas fasilitas pemerintah .
File 2000Berupaya mempengaruhi kebijakan editorial media besar (Yedioth Ahronoth) demi liputan yang menguntungkan, sebagai imbalan keuntungan regulasi .
File 4000Diduga memberikan keuntungan regulator kepada perusahaan telekomunikasi Bezeq, dengan imbalan liputan yang menguntungkan di situs berita Walla .

Netanyahu secara konsisten membantah semua tuduhan ini. Ia menyebutnya sebagai “upaya kudeta politik” melalui peradilan dan bagian dari konspirasi “deep state” untuk menjatuhkannya dari kursi kekuasaan .

🗣️ Respons Tajam Herzog: “Saya yang Jadi Presiden Israel”

Sikap Presiden Herzog, yang perannya lebih bersifat seremonial, adalah menjalankan proses hukum yang berlaku. Kantor kepresidenan Israel telah berulang kali menyatakan bahwa permintaan grasi Netanyahu masih dalam proses peninjauan oleh Kementerian Kehakiman . Prosedur ini harus berjalan untuk mendapatkan opini hukum sebelum keputusan dapat diambil.

Menanggapi serangan Trump yang tidak biasanya itu, Herzog, yang sedang dalam perjalanan pulang dari kunjungan resmi ke Australia, memberikan respons yang singkat namun tegas. Ketika ditanya oleh wartawan yang meliputnya, ia menjawab, “Setahu saya, sayalah Presiden Israel” . Respons ini secara halus namun jelas menegaskan kedaulatan dan independensi proses hukum Israel dari tekanan asing.

Kantor kepresidenan Israel kemudian merilis pernyataan resmi yang lebih panjang, menegaskan:

“Hanya setelah proses ini selesai, Presiden Herzog akan mempertimbangkan permintaan tersebut sesuai dengan hukum, demi kebaikan Negara Israel, dan berdasarkan hati nuraninya, tanpa pengaruh dari tekanan eksternal atau internal apa pun.” 

Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa Israel adalah “negara berdaulat yang diperintah oleh aturan hukum” .

🤝 Dinamika Hubungan Trump-Netanyahu: Dari “Deep State” hingga Tekanan Publik

Apa yang mendorong serangan frontal Trump ini? Analis politik melihatnya sebagai puncak dari hubungan personal yang sangat erat antara Trump dan Netanyahu. Keduanya sama-sama menganggap diri mereka sebagai korban dari “deep state” atau aparat negara bayangan yang berusaha menjatuhkan mereka .

Menurut laporan Ynetnews, orang-orang dekat Netanyahu mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel itu memperkirakan peluangnya mendapatkan grasi dari Herzog hanya sekitar 30 persen . Netanyahu disebut meyakini bahwa Herzog takut pada apa yang ia sebut sebagai “deep state yang sangat kuat” di Israel . Trump, dalam pernyataannya, tampaknya menggemakan klaim ini dengan mengatakan bahwa Herzog takut “kehilangan kekuasaannya” jika menandatangani grasi .

Pakar menilai bahwa pernyataan keras Trump, yang disampaikan sehari setelah pertemuan di Gedung Putih, kemungkinan merupakan respons atas masukan langsung dari Netanyahu bahwa tidak ada kemajuan dalam proses grasi . Bisa jadi Netanyahu sendiri yang mendorong Trump untuk membuat pernyataan publik guna mempercepat proses, atau setidaknya menciptakan gambaran bahwa Herzog-lah yang menghalang-halangi .

Namun, banyak pengamat politik Israel justru melihat langkah Trump ini sebagai intervensi kasar dalam urusan domestik negara sahabat . Alih-alih membantu, serangan seperti ini justru berpotensi mempersulit peluang Netanyahu untuk mendapatkan grasi, karena Herzog akan terlihat tunduk pada tekanan asing jika ia mengabulkannya .

🏛️ Makna di Balik Serangan Trump

Kisruh ini menyoroti beberapa hal penting. Pertama, ini menunjukkan sejauh mana Trump bersedia campur tangan dalam politik internal Israel demi sekutunya, Netanyahu. Kedua, respons Herzog dan kantornya menegaskan bahwa proses hukum di Israel tidak bisa begitu saja dikesampingkan oleh tekanan eksternal, meskipun datang dari sekutu terdekat sekalipun.

Di luar tekanan grasi, Netanyahu juga menghadapi tantangan internasional yang lebih besar. Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapannya atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam operasi militer di Gaza .

Sementara itu, proses persidangan korupsinya sendiri masih terus berlangsung, meskipun kerap kali tertunda karena berbagai alasan, termasuk perang dan kunjungan luar negeri .

Trump mungkin telah berbicara, dan Herzog mungkin telah menjawab. Namun, takdir hukum Benjamin Netanyahu kini berada di persimpangan antara tekanan politik, proses hukum, dan opini publik Israel. Satu hal yang pasti: drama ini masih jauh dari kata usai.


👉 Pantau terus perkembangan terbaru dari kasus yang memanaskan hubungan dua sekutu lama ini.

Exit mobile version